Mirza: Pekerja Luar Provinsi Dominasi Lapangan Pekerjaan di Lampung

Bandar Lampung, IDN Times - Sesi ke tiga debat publik Pilgub Lampung semakin memanas dengan pertanyaan pendalaman visi misi para calon disampaikan moderator tentang ekonomi di Lampung. Calon Gubernur Lampung 02 Rahmat Mirzani Djausal tampak percaya diri dan cekatan menjawab pertanyaan pada sesi ini.
Bahkan wakilnya Jihan Nurlela tak sabar sudah melempar pertanyaan pada Paslon 01. Namun pertanyaan tersebut di tahan oleh moderator karena belum masuk sesi tanya jawab antar paslon.
Sementara itu, Mirza menjawab pertanyaan tentang bagaimana strategi dan program kerja Pemprov Lampung untuk mengurangi jumlah pengangguran di Lampung cukup tinggi berdasarkan data BPS Provinsi Lampung.
Menurut Mirza, pengangguran adalah salah satu konsen akan segera dikurangi dengan cepat jika ia terpilih sebagai gubernur Lampung. Bahkan ia menjanjikan akan melindungi masyarakat Lampung bisa bekerja tanpa bersaing dengan pekerja dari luar Lampung.
“Kita akan membuat regulasi, tidak ada lagi perusahaan memperkerjakan lulusan SD, SMA hingga sarjana dari luar Lampung. Lahan pekerjaan hanya milik orang Lampung. Kita akan regulasi cepat dan ketat,” ujarnya.
Mirza mengatakan, pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan di Lampung cukup besar namun pekerja justru didominasi dari luar Lampung. Sehingga pihaknya berjanji akan membuat pelatihan adaftif lulusan SMA/SMK paling besar dengan kemajuan teknologi yang bisa diserap industri dunia usaha.
“Mungkin saat ini SMA/SMK tidak bisa membuat kelulusannya bisa dipakai dengan cepat dunia usaha, kita akan bantu tranformasi ini agar bisa cepat bekerja. Paling penting mendorong terciptnya UMKM secara masif,” terangnya.
Mirza juga mengatakan, tingkat pengangguran terbuka terbesar hampir 70 persen ada di perdesaan. Sehingga menurutnya ada satu peluang akan menambah pendapatan desa yakni membuat UMKM dengan cara hilirisasi dan moderdniasasi. “Pasti akan menyerap lapangan pekerjaan dan menamahkan pendapatan besar dan menyerap tenaga kerja di desa. Kita akan buat UMKM dibina dan difasilitiasi pemerintah,” katanya.
Jihan Nurlela menambahkan, pendidikan vokasi tidak hanya disediakan bagi pemuda tetapi juga bagi para milenial yang kesulitan mengadaptasi teknologi terkini serta untuk disabilitas. Solusi lapangan pekerjaan dalam jangka pendek ini menurutnya akan mengenakan system pekerjaan remote dari luar negeri yang diyakini akan mudah dipahami oleh milenial dan Gen Z.



















