Menteri PKP dan REI Gaungkan Gerakan 1 Juta Pohon dari Perumahan

- Menteri PKP Maruarar Sirait mendorong kebijakan wajib tanam pohon di setiap pembangunan rumah agar sektor perumahan ikut menjaga kualitas lingkungan dan menghadapi perubahan iklim.
- REI mendukung gerakan penghijauan dengan target penanaman 1 juta pohon selama empat tahun, menegaskan komitmen pengembang terhadap pembangunan kawasan hunian yang lebih hijau.
- Pemerintah menegaskan program pembangunan 3 juta rumah harus tetap ramah lingkungan, memastikan keseimbangan antara percepatan pembangunan dan keberlanjutan ekosistem perkotaan.
Bandar Lampung, IDN Times - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mulai mendorong isu lingkungan masuk ke kebijakan sektor perumahan nasional.
Salah satunya lewat wacana kewajiban penanaman pohon di setiap pembangunan rumah subsidi maupun komersial.
Menurut Maruarar, pembangunan perumahan tidak bisa lagi hanya berorientasi pada jumlah hunian, tetapi juga harus memperhatikan kualitas lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim.
“Kalau saya bikin kebijakan setiap rumah komersial maupun subsidi harus ditanam di depannya oleh pengembang satu pohon,” katanya saat menghadiri penanaman sejuta pohon dan penghutanan 5 hektare di Taman Kehati di Kota Baru, Lampung Selatan, Kamis (7/5/2026).
1. Pemerintah mulai siapkan konsep perumahan berkelanjutan

Maruarar mengatakan, pemerintah ingin pembangunan kawasan permukiman ke depan memiliki keseimbangan antara pembangunan fisik dan ruang hijau.
Ia menilai, pertumbuhan kawasan hunian baru perlu diikuti upaya menjaga vegetasi, sumber air, hingga ekosistem lingkungan agar tidak memicu persoalan baru di masa depan.
Karena itu, ia meminta jajaran kementerian segera menyiapkan rancangan kebijakan terkait kewajiban penanaman pohon tersebut. “Tolong dibuat rancangannya, habis dari sini saya teken supaya gak usah lama-lama,” ujarnya.
Maruarar juga mengingatkan pengembang agar program penghijauan tidak berhenti saat acara penanaman pohon dilakukan.
Ia meminta ada pengawasan rutin supaya pohon yang sudah ditanam benar-benar tumbuh dan tetap terjaga. “Jangan nanti acara begini, tiga bulan lagi sudah nggak ada lagi pohonnya,” katanya.
Menurut dia, pemerintah pusat akan terus melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk memastikan berbagai kebijakan sektor perumahan benar-benar berjalan.
2. REI dukung target penghijauan kawasan perumahan

Wacana tersebut mendapat dukungan dari Real Estate Indonesia (REI). Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, mengatakan pengembang mulai menyadari pentingnya isu lingkungan dalam pembangunan kawasan hunian.
REI bahkan menargetkan gerakan penanaman hingga 1 juta pohon selama empat tahun kepengurusan organisasi.
“Kita akan mewariskan semua yang kita miliki kepada anak cucu kita. Dunia ini saat ini sudah climate change, berarti kita harus melakukan sesuatu,” ujarnya.
3. Program 3 juta rumah disebut harus tetap ramah lingkungan

Di tengah target pembangunan nasional 3 juta rumah, Maruarar menegaskan program perumahan tetap harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan.
Ia menyebut, pembangunan rumah tidak boleh hanya mengejar percepatan, tetapi juga harus memperhatikan kualitas kawasan dan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.
"Sektor perumahan memiliki peran besar bukan hanya dalam menggerakkan ekonomi, tetapi juga membentuk kualitas lingkungan perkotaan dan permukiman di masa depan," tuturnya.


















