MCU Gratis di Lampung Mulai 10 Februari, IDI Ingatkan Ini ke Dinkes

- Pemerintah Provinsi Lampung akan melaksanakan program MCU gratis bagi masyarakat pada 10 Februari 2025
- Layanan ini dapat diakses melalui faskes puskesmas dengan membawa KTP sesuai tanggal lahir
- Organisasi profesi kedokteran menyambut baik pelaksanaan program, tetapi perlu kesiapan tenaga medis dan sosialisasi yang baik
Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menjadwalkan pelaksanaan progam medical check up (MCU) atau pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat berulang tahun dimulai Senin, 10 Februari 2025.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Lampung, dr Edwin Rusli mengatakan, pemerintah daerah khususnya dinas terkait di kabupaten/kota bersiap memulai program inisiatif Presiden Prabowo Subianto tersebut.
"Kemungkinan kita tanggal 10 kick off-nya di Lampung. Iya, masih di awal-awal bukan depan," ujarnya dikonfirmasi, Jumat (31/1/2025).
1. Akses layanan via faskes puskesmas

Edwin melanjutkan, pemanfaatan progam dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat ini nantinya dapat diakses melalui fasilitas kesehatan (faskes) puskesmas di wilayah masing-masing. "Seluruh puskesmas sudah siap dan diberikan arahan, karena memang program ini disiapkan di ouskesmas-puskesmas," katanya.
Sedangkan faskes rumah sakit dalam program ini, peruntukannya guna menindaklanjuti keluhan penyakit yang perlu mendapatkan penanganan lanjutan. "Jadi memang disiapkan di puskesmas, sehingga lebih gampang dijangkau masyarakat umum," tambahnya.
2. Masyarakat tinggal bawa KTP

Untuk mendapatkan layanan program ini, masyarakat hanya perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bukti tanggal lahir sesuai hari ulang tahun masing-masing.
"Sebagaimana arahan pak Pj gubernur kemarin, kami sudah sosialisasi sudah cukup lama, iya (program tinggal dijalankan)," kata Edwin.
3. Wajib diiringi kesiapan tenaga medis hingga alkes MCM

Terkait kehadiran MCU gratis ini, Ketua IDI Wilayah Lampung, dr Josi Harnos mengatakan, organisasi profesi kedokteran ini sejatinya menyambut baik pelaksanaan tersebut. Pasalnya, program ini bila bisa berjalan dengan baik akan menjadi capai prestasi besar di dunia kesehatan pada era pemerintahan Presiden Prabowo.
Namun perlu dicatat sekaligus diingat, implementasi progam ini harus sejalan dengan kesiapan tenaga medis dokter maupun perawat, petunjuk teknik, hingga kelengkapan alat kesehatan penunjang MCU.
"Ini harus dipertanyakan dulu ke dinas kesehatan, kalau kita berbaik sangkanya mereka sudah menyiapkan dari tingkat provinsi sampai kabupaten/kota, sehingga komponen ini bisa berjalan dengan baik di tingkat puskesmas," ucapnya.
Josi melanjutkan, pemerintah daerah harus menyadari tenaga medis khususnya dokter di Lampung belum merata di tiap wilayah, dikarenakan cenderung lebih dominan di perkotaan dibandingkan daerah-daerah terpencil atau pedesaan. "Tinggal penguatan dari dinas kesehatan dan pemerintah provinsi, kira-kira regulasi seperti apa yang ingin dibuat untuk kebijakan pemerataannya," lanjut dia.
4. Penyakit obesitas dominasi hasil MCU kelompok usai dewasa

Josi melanjutkan, sosialisasi hingga tingkat masyarakat terkait progam ini disebut menjadi bagian langkah lainnya yang tak kalah penting. Sebab, harus diketahui bahwa layanan MCU gratis diberikan sesuai golongan kelompok usia masing-masing pasien.
"Jadi MCU ini tidak dipukul rata, jangan sampai masyarakat mempertanyakan tindakan-tindakan pemeriksaan medis terkait. Ini juga jadi dipikirkan," katanya.
Secara umum dan subjektif, permasalahan obesitas lebih dominan ditemukan dari hasil MCU kelompok usia pasien dewasa. "Ini jadi akar masalah, sumber dari awal penyakit gula hingga muncul penyakit diabetes dan lain-lainnya, ini bentuk ketidakmampuan mengendalikan pola hidup yang baik," sambungnya.
5. Wanti-wanti persiapan matang, jangan sampai dipaksakan

Menyongsong progam MCU gratis ini, Josi mewanti-wanti pemerintah daerah di Provinsi Lampung wajib mempersiapkan implementasinya secara matang, sehingga dikemudian hari tidak menimbulkan kesan dipaksakan dan terburu-buru.
Menurutnya, jangan hanya karena merujuk instruksi pemerintah pusat progam ini akan mulai berjalan pada awal Februari, sehingga pemerintah daerah Lampung cenderung hanya ikut-ikutan tanpa diiringi perencanaan serius.
"Artinya begini, kalaupun di Lampung khususnya beberapa daerah belum siap di Februari, ya sudah, jujur apa adanya saja. Jangan sampai mengecewakan masyarakat. Misalnya harus mundur, ya diundur, tapi tentu ini harus ada perencanaan yang matang," kata dr Josi.



















