Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Mahasiswa DKV Itera Hidupkan Legenda Si Pahit Lidah Lewat Film Animasi 3D

Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatra (Itera) (Dok/Humas Itera)
Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatra (Itera) (Dok/Humas Itera)
Intinya sih...
  • Mahasiswa Itera hidupkan legenda Lampung lewat film animasi
  • Film Si Pahit Lidah ditayangkan dalam gala premiere yang digelar di Wiseman Cafe, Bandar Lampung. Disutradarai oleh Abbood Fayyadz, film ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas kampus.
  • Dari kutukan Si Pahit Lidah hingga pesan moral mendalam
  • Cerita tokoh raja yang bisa mengutuk hanya lewat kata-katanya disampaikan dengan pendekatan estetik dan sinematik. Pesan moral relevan dengan kehidupan masa kini juga disisipkan dalam film ini.
  • Tantangan produksi dan harapan untuk industri animasi lokal
  • Proses produksi Si Pahit Lidah tidak mudah karena keterbat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Kisah-kisah rakyat Nusantara menyimpan nilai-nilai luhur tak lekang oleh waktu. Derasnya arus modernisasi dan globalisasi, cerita-cerita legenda seperti Si Pahit Lidah sering kali hanya menjadi dongeng masa kecil dan nyaris terlupakan.

Namun, semangat melestarikan budaya lokal justru kembali bergeliat di tangan generasi muda, termasuk dari kalangan mahasiswa. Salah satunya datang dari mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang berhasil membangkitkan legenda Lampung tersebut dalam bentuk karya film animasi 3D.

Melalui pendekatan visual yang modern dan penuh pesan moral, mereka menghidupkan kembali sosok Si Pahit Lidah untuk generasi masa kini. Tidak hanya sekadar tugas kuliah atau proyek iseng, karya ini merupakan hasil kerja keras, kolaborasi lintas kampus.

1. Mahasiswa Itera hidupkan legenda Lampung lewat film animasi

Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatra (Itera) (Dok/Humas Itera)
Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatra (Itera) (Dok/Humas Itera)

Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi menayangkan film animasi 3D bertajuk Si Pahit Lidah dalam gala premiere yang digelar pada Kamis, 5 Juni 2025 di Wiseman Cafe, Bandar Lampung. Film pendek ini mengangkat cerita rakyat legendaris khas Lampung dan menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam pelestarian budaya lokal lewat medium visual modern.

Disutradarai oleh Abbood Fayyadz, mahasiswa DKV ITERA angkatan 2021, film ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa animasi lokal mampu tampil kompetitif. Abbood mengatakan, film ini dibalut dengan teknologi 3D ini dibuat secara kolaboratif dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai institusi lain seperti Universitas Lampung (Unila) dan Politeknik Negeri Lampung (Polinela).

Menurutnya, mahasiswa Unila mengambil peran sebagai tim pemasaran, sementara perwakilan dari Polinela turut andil sebagai pengisi suara. Dukungan dari para dosen pun menjadi penopang utama dalam menjaga kualitas produksi film tersebut.

2. Dari kutukan Si Pahit Lidah hingga pesan moral mendalam

Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatra (Itera) (Dok/Humas Itera)
Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatra (Itera) (Dok/Humas Itera)

Abbood menceritakan, cerita dalam film Si Pahit Lidah mengangkat tokoh seorang raja yang memiliki kemampuan mengutuk hanya lewat kata-katanya. Siapa pun yang berbicara dengannya akan merasakan lidah mereka terbakar, hingga suatu hari hadir seorang pengelana bijak yang mampu berdialog tanpa rasa sakit. Pengelana ini pun menyampaikan pesan moral bahwa kata-kata menyakitkan sejatinya berasal dari hati yang dipenuhi kebencian.

"Film ini tidak hanya menampilkan kisah legenda dengan pendekatan estetik dan sinematik, tetapi juga menyisipkan pesan moral relevan dengan kehidupan masa kini," ujarnya.

Agar lebih menarik bagi penonton muda, lanjutnya, elemen pertarungan turut disisipkan ke dalam alur cerita tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur terkandung dalam kisah aslinya. "Perpaduan antara kekayaan budaya dan teknologi ini menjadi daya tarik utama membuat Si Pahit Lidah terasa segar dan menyentuh," katanya.

3. Tantangan produksi dan harapan untuk industri animasi lokal

Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatra (Itera) (Dok/Humas Itera)
Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatra (Itera) (Dok/Humas Itera)

Abbood menyebut, proses produksi Si Pahit Lidah tidaklah mudah. Salah satu tantangan utama datang dari keterbatasan sumber daya manusia, khususnya dalam hal kemampuan animasi 3D.

“Awalnya hanya sedikit mahasiswa yang memiliki kemampuan animasi 3D. Namun, saya berusaha membina mereka satu per satu, hingga akhirnya kami bisa menyelesaikan karya ini bersama,” ujar Abbood.

Ia berharap, film ini menjadi pemicu semangat berkarya bagi mahasiswa lainnya, sekaligus membuka jalan bagi tumbuhnya industri animasi lokal di masa depan. “Harapannya, film ini menjadi standar baru dalam berkarya dan membuka peluang lebih luas di industri kreatif tanah air,” imbuh Abbood.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us