Apa Alasan Eva Dwiana Minta OPD Balam Punya Inovasi Digitalisasi?

- Pemerintah Kota Bandar Lampung mendorong percepatan inovasi daerah melalui digitalisasi pelayanan publik dan transformasi ekonomi sesuai regulasi nasional dan daerah.
- Wali Kota Eva Dwiana meminta seluruh OPD, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial, wajib berinovasi dengan sistem atau aplikasi terintegrasi demi pelayanan publik yang efisien.
- Eva berharap Bandar Lampung dikenal sebagai kota modern dan responsif dengan menggabungkan teknologi serta kreativitas lokal untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas layanan masyarakat.
Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mendorong percepatan inovasi daerah lewat digitalisasi pelayanan publik dan transformasi ekonomi.
Wali Lota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk terus menumbuhkan motivasi dan menciptakan iklim yang mendukung pengembangan inovasi daerah.
Menurutnya, komitmen itu juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tentang Inovasi Daerah dan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 6 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Riset dan Inovasi Daerah.
“Pemkot Bandar Lampung terus berkomitmen menciptakan ekosistem inovasi yang mampu mendorong percepatan digitalisasi dan transformasi ekonomi untuk meningkatkan pelayanan publik dan percepatan pembangunan di daerah,” ujar Eva, Kamis (21/5/2026).
1. OPD pelayanan dasar wajib berinovasi

Eva juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya yang menangani pelayanan dasar untuk terus berinovasi.
"OPD seperti sektor pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, permukiman, ketentraman, dan sosial agar wajib memiliki inovasi yang terintegrasi dalam sistem maupun aplikasi," jelasnya.
2. SMP negeri hingga puskesmas diminta berinovasi

Tak hanya OPD, Eva menegaskan SMP negeri hingga puskesmas di Bandar Lampung juga harus mengembangkan maupun menyempurnakan inovasi yang sudah ada.
Ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah tidak ragu membuat terobosan selama tetap mengutamakan kepentingan publik dan akuntabilitas.
“Jangan takut melakukan terobosan, asalkan setiap langkah didasarkan pada kepentingan publik dan akuntabilitas yang tinggi,” katanya.
3. Ingin dikenal sebagai kota modern

Eva berharap, Bandar Lampung ke depan tak hanya dikenal lewat potensi wisata dan kulinernya, tetapi juga sebagai kota yang responsif dan modern dalam melayani masyarakat.
"Integrasi teknologi dan kreativitas lokal menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pembangunan daerah," tuturnya.



















