Bandar Lampung Nihil Kasus Hantavirus, Dinkes Minta Warga Waspada

- Dinas Kesehatan Bandar Lampung memastikan hingga Mei 2026 belum ada laporan kasus Hantavirus, namun pemantauan tetap dilakukan melalui rumah sakit dan puskesmas.
- Hantavirus ditularkan dari tikus atau celurut melalui kontak langsung maupun debu terkontaminasi, dan belum ditemukan penularan antar manusia.
- Dinkes mengimbau warga menjaga kebersihan, menutup akses tikus ke rumah, serta segera memeriksakan diri jika muncul gejala mencurigakan.
Bandar Lampung, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung memastikan belum ada temuan kasus Hantavirus di Kota Bandar Lampung hingga Mei 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung mengatakan meski situasi masih aman, masyarakat diminta tidak lengah dan tetap menjaga kebersihan lingkungan.
Ia menyebut, pemantauan kasus terus dilakukan melalui laporan rumah sakit dan puskesmas.
“Sampai dengan Mei 2026 tidak ada laporan kasus Hantavirus baik dari rumah sakit maupun puskesmas,” katanya, Kamis (21/5/2026).
1. Penularan berasal dari tikus

Muhtadi menjelaskan, Hantavirus merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia akibat paparan tikus atau celurut yang terinfeksi.
Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya. Selain itu, virus juga bisa menyebar lewat debu yang terkontaminasi air liur, urine, atau kotoran tikus.
“Kontak dengan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut juga berisiko menyebabkan paparan,” ujarnya.
Ia menyebut, masyarakat yang tinggal atau bekerja di lokasi dengan populasi tikus tinggi seperti gudang, kebun, rumah kosong, dan bangunan tak terawat memiliki risiko lebih besar terpapar virus tersebut.
Meski begitu, hingga kini belum ditemukan penularan Hantavirus dari manusia ke manusia.
2. Dinkes terbitkan surat kewaspadaan

Muhtadi menyampaikan, sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan Hantavirus kepada seluruh puskesmas, rumah sakit, dan masyarakat.
Dinkes juga mengimbau warga menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyebaran penyakit.
"Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga daya tahan tubuh, memakai masker saat sakit, serta menerapkan etika batuk dan bersin," ucapnya.
3. Imbauan

Muhtadi meminta warga menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya, menutup lubang rumah agar tikus tidak masuk, serta membersihkan area yang diduga terkontaminasi dengan metode pel basah atau wet cleaning.
Selain itu, makanan dan minuman disarankan disimpan dalam wadah tertutup agar tidak terpapar tikus.
“Kalau mengalami gejala yang mengarah pada suspek Hantavirus, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat,” tuturnya.



















