Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penemuan Pria Natar Meninggal di Rumah Terkuak! Berawal Bau Menyengat

Penemuan Pria Natar Meninggal di Rumah Terkuak! Berawal Bau Menyengat
Penemuan seorang pria telah meninggal dunia dalam rumahnya di Dusun Sidorejo RT 24 RW 09, Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (20/5/2026) (Dok. Polsek Natar).
Intinya Sih
  • Warga Desa Branti Raya mencium bau menyengat dari rumah Sugianto, pria 60 tahun yang kemudian ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di kamar belakang.
  • Polsek Natar segera mengamankan lokasi, melakukan identifikasi, serta memeriksa saksi untuk memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur tanpa gangguan warga sekitar.
  • Hasil pemeriksaan menunjukkan korban memiliki riwayat penyakit komplikasi dan tidak ditemukan tanda kekerasan, diperkirakan telah meninggal tiga hingga empat hari sebelum ditemukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Lampung Selatan, IDN Times - Bau menyengat yang tercium warga dari rumah di Dusun Sidorejo RT 24 RW 09, Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan menguak kejadian. Kejadian itu penemuan seorang pria telah meninggal dunia di dalam rumahnya, Rabu (20/5/2026).

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 08.25 WIB. Korban diketahui bernama Sugianto (60), seorang buruh yang tinggal seorang diri di rumahnya.

1. Aroma tidak sedap

Ilustrasi bau mulut freepik.com/azerbaijan_stockers)
Ilustrasi bau mulut freepik.com/azerbaijan_stockers)

Kapolsek Natar AKP Setyo Budi Howo mengatakan, kejadian bermula saat warga sekitar mencium aroma tidak sedap yang berasal dari rumah korban. Karena merasa curiga, warga kemudian melapor kepada Kepala Dusun Sidorejo Faisal dan Ketua RT Sunarto untuk melakukan pengecekan.

"Setelah itu keduanya menghubungi Sulin yang merupakan sepupu korban. Bersama warga, mereka kemudian membuka paksa pintu belakang rumah untuk memastikan kondisi korban," jelas Setyo, Kamis (21/5/2026).

Saat memasuki rumah, mereka menemukan korban dalam posisi terlentang di kamar belakang rumah dalam kondisi telah meninggal dunia dan mengalami pembusukan lanjut.

2. Amankan TKP

Ilustrasi TKP. (IDN Times/Imam Faishal)
Ilustrasi TKP. (IDN Times/Imam Faishal)

Setyo menjelaskan, mendapat informasi tersebut, personel Polsek Natar bersama tim terkait langsung mendatangi lokasi guna melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan awal, identifikasi, dan mengumpulkan keterangan saksi.

Suasana lokasi sempat dipenuhi warga yang berdatangan setelah mengetahui kabar penemuan tersebut. Personel kepolisian kemudian melakukan pengamanan area sekitar agar proses identifikasi dan olah tempat kejadian perkara berjalan lancar.

Kapolsek menambahkan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. “Begitu menerima laporan dari warga, personel langsung menuju lokasi untuk mengamankan TKP, melakukan pemeriksaan awal, serta memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur,” katanya.

3. Miliki riwayat penyakit komplikasi

Ilustrasi pasien kritis di atas ranjang karena komplikasi. (unsplash.com/olgakononenko)
Ilustrasi pasien kritis di atas ranjang karena komplikasi. (unsplash.com/olgakononenko)

Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit komplikasi berupa diabetes, pembengkakan pada kaki yang diduga berkaitan dengan penyakit ginjal dan asam urat, serta benjolan pada bagian pundak belakang.

Setyo menjelaskan, berdasarkan kondisi jenazah diperkirakan korban telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan.

“Dari kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan lanjut dan terdapat belatung, diperkirakan korban meninggal sekitar tiga sampai empat hari sebelum ditemukan,” ujarnya.

4. Tidak ditemukan tanda kekerasan

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Kapolsek menegaskan, dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda tindak kekerasan maupun kehilangan barang milik korban.

“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan dan di lokasi juga tidak ditemukan adanya indikasi kehilangan barang-barang milik korban,” katanya.

Berdasarkan informasi diperoleh, korban terakhir kali terlihat warga, Minggu (17/5/2026). Sejak saat itu korban tidak terlihat lagi beraktivitas di luar rumah.

Selain melakukan pengamanan dan pemeriksaan lokasi, kepolisian juga melakukan koordinasi dengan pihak keluarga serta saksi guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan baik.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More