Kondisi Perairan Lampung 8 November 2026, Gelombang 2,4 Meter

- BMKG memprakirakan gelombang sedang hingga 2,4 meter pada 8 November 2026 di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung.
- Angin di perairan Lampung umumnya bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan 2–20 knot; kecepatan tertinggi berpotensi di perairan barat dan Selat Sunda Selatan.
- BMKG mengimbau nelayan perahu kecil, operator penyeberangan, dan pelaku perjalanan laut memantau cuaca maritim serta mengikuti arahan petugas pelabuhan.
Bandar Lampung, IDN Times - Prakiraan kondisi perairan Lampung, Minggu (8/11/2026) berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah perairan diprakirakan mengalami gelombang kategori sedang dengan ketinggian mencapai 2,4 meter.
Berdasarkan informasi BMKG, kecepatan angin di wilayah perairan Lampung secara umum bergerak dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar 2–20 knot. Kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung. BMKG
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian nelayan, operator kapal penyeberangan, serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan Lampung.
1. Prakiraan kondisi perairan Lampung 8 November 2026
Wilayah Perairan | Kondisi Cuaca | Kecepatan Angin | Arah Angin | Tinggi Gelombang | Kategori |
|---|---|---|---|---|---|
Perairan Barat Lampung | Udara kabur, berawan, berpotensi hujan | 12–14 knot | Tenggara | 2,1–2,4 meter | Sedang |
Selat Sunda Selatan Lampung | Hujan ringan, kabut, berawan tebal | 8–16 knot | Tenggara–Selatan | 2,0–2,4 meter | Sedang |
Perairan Teluk Lampung Bagian Selatan | Udara kabur, hujan ringan, berawan tebal | 6 knot | Tenggara | Sekitar 1,1 meter | Rendah |
Perairan Timur Lampung Bagian Selatan | Udara kabur, hujan ringan, hujan petir, berawan tebal | 3–7 knot | Timur Laut–Timur | 0,4–0,8 meter | Tenang–Rendah |
2. Perairan Barat Lampung

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Brayden Stanford) Perairan Barat Lampung diprakirakan mengalami gelombang kategori sedang dengan ketinggian sekitar 2,1–2,4 meter. Kecepatan angin berkisar 12–14 knot dengan arah dominan dari tenggara.
Kondisi cuaca pada pagi hari berupa udara kabur, kemudian berpotensi mengalami petir dan hujan ringan pada malam hari. Kecepatan arus laut diprakirakan berkisar 0,73–0,87 knot dengan arah yang berubah antara selatan dan tenggara. BMKG Lampung
3. Selat Sunda Selatan Lampung

Ilustrasi gelombang laut (pixabay.com/Kanenori) Selat Sunda Selatan Lampung juga berpotensi mengalami gelombang sedang dengan ketinggian mencapai 2,4 meter. Pada pagi hari, wilayah ini diprakirakan mengalami hujan ringan.
Memasuki siang hingga sore, kondisi cuaca berubah menjadi kabut dan berawan tebal. Kecepatan angin berkisar 8–16 knot dengan arah dominan tenggara.
Sementara itu, arus laut bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 0,92–1,14 knot. BMKG Lampung
4. Perairan Teluk Lampung bagian Selatan

Ilustrasi gelombang angin (freepik.com/wirestock) Berbeda dengan perairan bagian barat, Teluk Lampung bagian selatan diprakirakan memiliki gelombang kategori rendah dengan ketinggian sekitar 1,1 meter.
Kecepatan angin diprakirakan sekitar 6 knot dari arah tenggara. Kondisi cuaca bervariasi mulai dari udara kabur, hujan ringan pada pagi hari, hingga berawan tebal pada siang hari.
Arus laut bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 1,1 knot. BMKG
5. Perairan Timur Lampung bagian Selatan

ilustrasi gelombang menuju pesisir pantai (pixabay.com/holgerheinze0) Perairan Timur Lampung bagian selatan diprakirakan relatif lebih tenang dibandingkan wilayah perairan barat.
Ketinggian gelombang berkisar 0,4 meter–0,8 meter dengan kategori tenang hingga rendah. Kecepatan angin berkisar 3–7 knot dengan arah timur laut hingga timur.
Meski demikian, masyarakat perlu memperhatikan potensi hujan petir pada dini hari. Kondisi cuaca diprakirakan berangsur menjadi berawan tebal pada siang hingga malam hari. BMKG Lampung
6. Imbauan bagi nelayan dan pengguna transportasi laut

Kapal bertenaga surya yang menggunakan panel surya sebagai bagian dari sistem energi untuk mendukung transportasi laut. (Pexels/Álika) BMKG mengingatkan adanya potensi gelombang sedang setinggi 1,25 meter–2,5 meter di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung.
Kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama oleh nelayan yang menggunakan perahu kecil serta kapal berukuran kecil yang rentan terhadap perubahan kondisi gelombang dan angin.
Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan laut juga disarankan memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim dan mengikuti arahan petugas pelabuhan.





















