Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sudah Kirim Puluhan Lamaran, tapi Kenapa Belum Dipanggil Kerja?

Bandar Lampung
4 min read
Sudah Kirim Puluhan Lamaran, tapi Kenapa Belum Dipanggil Kerja?
HRD sedang memeriksa lamaran kerja yang masuk (magnific.com/DC Studio)
  • Lamaran yang belum dipanggil bisa dipengaruhi CV generik; pelamar perlu menonjolkan pengalaman, keterampilan, dan pencapaian paling relevan untuk setiap posisi.
  • Mengirim banyak lamaran tanpa mengecek kualifikasi kurang efektif. Prioritaskan posisi yang sesuai, gunakan kata kunci lowongan secara jujur, dan sesuaikan CV dengan kebutuhan perusahaan.
  • Profil profesional yang diperbarui dapat melengkapi CV, sementara persaingan ketat atau perubahan kebutuhan perusahaan juga bisa menunda respons rekrutmen di luar kendali pelamar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sudah memperbarui CV, mencari lowongan setiap hari, hingga mengirim lamaran ke puluhan perusahaan, tetapi notifikasi panggilan wawancara tak kunjung datang. Situasi ini tentu bisa membuat siapa pun merasa frustrasi, apalagi jika sudah berbulan-bulan berusaha mendapatkan pekerjaan.

Tidak sedikit pencari kerja yang akhirnya mempertanyakan kemampuan diri sendiri. Apakah pengalaman kurang menarik? Apakah CV tidak cukup bagus? Atau justru persaingan dunia kerja memang semakin ketat?

Namun, belum mendapatkan panggilan kerja bukan berarti kamu tidak memiliki kemampuan. Ada sejumlah faktor yang mungkin membuat lamaranmu belum dilirik perusahaan. Sebelum buru-buru menyalahkan diri sendiri. Coba perhatikan beberapa kemungkinan berikut.

  1. 1. CV belum menunjukkan kemampuan dicari perusahaan

    ilustrasi evaluasi CV lamaran kerja.
    ilustrasi evaluasi CV lamaran kerja. (www.pexels.com/Mikhail Nilov)

    CV menjadi salah satu dokumen pertama yang diperhatikan rekruter ketika menerima lamaran. Sayangnya, banyak pencari kerja masih menggunakan satu CV untuk melamar berbagai posisi yang sebenarnya membutuhkan keterampilan berbeda.

    Padahal, perusahaan biasanya mencari kandidat dengan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan posisi. Jika kamu melamar sebagai staf pemasaran, misalnya, pengalaman mengelola media sosial, membuat strategi promosi, atau menganalisis performa kampanye bisa menjadi nilai tambah.

    Cobalah menyesuaikan CV dengan setiap posisi yang dilamar. Tonjolkan pengalaman, keterampilan, dan pencapaian yang paling relevan. Jika memungkinkan, gunakan angka untuk menggambarkan hasil pekerjaan agar kemampuanmu lebih mudah dipahami rekruter.

  2. 2. Terlalu banyak mengirim lamaran tanpa memeriksa kualifikasi

    ilustrasi pengangguran, loker, lamaran kerja, karier, lowongan
    ilustrasi pengangguran, loker, lamaran kerja, karier, lowongan (magnific.com/magnific)

    Mengirim lamaran sebanyak-banyaknya memang terasa seperti cara memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan. Namun, strategi ini belum tentu efektif jika kamu tidak memperhatikan persyaratan yang diminta perusahaan.

    Misalnya, ada lowongan kerja membutuhkan pengalaman minimal dua tahun, kemampuan menggunakan perangkat lunak tertentu, serta latar belakang pendidikan yang relevan. Sementara itu, kamu tetap mengirim lamaran meskipun sebagian besar kualifikasi tersebut belum terpenuhi.

    Bukan berarti kamu tidak boleh mencoba melamar pekerjaan dengan persyaratan yang belum sepenuhnya dikuasai. Namun, prioritaskan lowongan yang paling sesuai dengan kemampuan dan pengalamanmu.

    Lebih baik mengirim lamaran yang relevan dan dipersiapkan dengan baik daripada sekadar mengejar jumlah lamaran setiap hari.

  3. 3. Kurang memperhatikan kata kunci dalam lowongan

    ilustrasi cari pekerjaan, pengangguran, loker, lamaran kerja, karier, lowongan
    ilustrasi cari pekerjaan, pengangguran, loker, lamaran kerja, karier, lowongan (vecteezy.com/Juthamat Yamuangmorn)

    Beberapa perusahaan menggunakan Applicant Tracking System (ATS) untuk membantu mengelola dan menyaring CV pelamar. Sistem ini dapat membantu rekruter mengidentifikasi kandidat berdasarkan informasi dan kualifikasi yang dibutuhkan.

    Karena itu, penggunaan kata kunci yang relevan dalam CV bisa membantu menjelaskan kesesuaian kemampuanmu dengan posisi yang dilamar.

    Contohnya, jika lowongan mencantumkan keterampilan seperti data analysis, project management, atau digital marketing, pastikan kemampuan tersebut tercantum dalam CV apabila memang kamu menguasainya.

    Namun, jangan asal memasukkan banyak kata kunci hanya agar CV terlihat sesuai. Informasi yang ditulis harus tetap jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.

  4. 4. Profil profesional di media sosial belum mendukung

    ilustrasi melihat portofolio lamaran kerja (pexels.com/cottonbro studio)
    ilustrasi melihat portofolio lamaran kerja (pexels.com/cottonbro studio)

    Selain CV, profil profesional di media sosial juga bisa menjadi tempat bagi rekruter untuk mengenal calon kandidat lebih jauh.

    LinkedIn, misalnya, dapat digunakan untuk menampilkan pengalaman kerja, pendidikan, keterampilan, portofolio, hingga pencapaian profesional. Profil yang kosong atau tidak diperbarui bisa membuat informasi mengenai kemampuanmu menjadi kurang lengkap.

    Jika kamu memiliki pengalaman organisasi, proyek freelance, sertifikasi, atau hasil pekerjaan tertentu, cobalah menampilkannya secara profesional.

    Kamu juga bisa mulai membangun jaringan dengan orang-orang yang bekerja di bidang yang diminati. Bukan untuk meminta pekerjaan secara langsung, melainkan memperluas koneksi dan mendapatkan informasi mengenai peluang karier.

  5. 5. Persaingan kerja dan kebutuhan perusahaan berubah

    ilustrasi CV lamaran kerja (freepik.com/gpointstudio)
    ilustrasi CV lamaran kerja (freepik.com/gpointstudio)

    Tidak semua lamaran yang tidak mendapatkan respons berarti memiliki masalah. Terkadang, perusahaan memang menerima terlalu banyak kandidat untuk satu posisi sehingga proses seleksi menjadi lebih kompetitif.

    Selain itu, kebutuhan tenaga kerja bisa berubah sewaktu-waktu. Ada perusahaan yang menunda perekrutan, mengubah kualifikasi kandidat, atau bahkan membatalkan lowongan karena pertimbangan internal.

    Situasi tersebut berada di luar kendali pelamar. Karena itu, jangan langsung menganggap dirimu tidak kompeten hanya karena belum mendapatkan panggilan wawancara.

    Tetap evaluasi strategi melamar kerja, tingkatkan keterampilan, dan perluas pencarian ke perusahaan atau bidang lain yang masih sesuai dengan kemampuanmu.

    Mengirim puluhan lamaran tanpa mendapatkan panggilan kerja memang melelahkan. Namun, kondisi tersebut bukan akhir dari perjalanan kariermu.

    Cobalah mengevaluasi kembali CV, menyesuaikan lamaran dengan kebutuhan perusahaan, serta memperbaiki profil profesional. Kamu juga bisa meminta orang lain meninjau CV untuk mendapatkan sudut pandang yang berbeda.

    Ingat, mendapatkan pekerjaan bukan hanya tentang seberapa banyak lamaran yang dikirim, tetapi juga bagaimana menunjukkan kemampuanmu sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Related Articles

See More