Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sudah Mengurangi Waktu Main HP, tapi Kok Masih Susah Fokus?

Bandar Lampung
4 min read
Sudah Mengurangi Waktu Main HP, tapi Kok Masih Susah Fokus?
kebiasaan screen time (freepik.com/freepik)
  • Mengurangi waktu bermain HP belum tentu langsung memulihkan fokus karena otak bisa masih terbiasa dengan stimulasi cepat dari konten singkat dan perpindahan aktivitas.
  • Konsentrasi juga dipengaruhi kualitas tidur, pikiran yang dipenuhi kekhawatiran, serta kebiasaan multitasking yang membuat perhatian terpecah dan pekerjaan terasa lebih lama.
  • Fokus dapat dilatih bertahap melalui single-tasking, sesi kerja terstruktur, istirahat, gerak ringan, tidur konsisten, dan evaluasi profesional bila gangguan berlangsung lama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengurangi waktu bermain HP sering dianggap sebagai salah satu cara untuk meningkatkan konsentrasi. Apalagi, kebiasaan berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain, menonton video pendek, hingga memeriksa notifikasi setiap beberapa menit bisa membuat perhatian mudah teralihkan.

Namun, bagaimana jika waktu bermain HP sudah dikurangi, tetapi kamu tetap kesulitan berkonsentrasi? Baru membaca beberapa halaman buku, pikiran sudah melayang ke mana-mana. Saat bekerja atau belajar, perhatian juga mudah teralihkan meskipun tidak ada notifikasi yang masuk.

Kondisi ini sebenarnya tidak selalu berkaitan dengan durasi penggunaan HP. Ada berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk mempertahankan fokus, mulai dari kualitas tidur, stres, hingga kebiasaan mengerjakan banyak hal sekaligus.

Supaya lebih memahami penyebabnya, berikut beberapa alasan mengapa kamu masih sulit fokus meskipun sudah mengurangi waktu bermain HP.

  1. 1. Otak masih terbiasa dengan stimulasi cepat

    ilustrasi tips mengatur screen time hp
    ilustrasi tips mengatur screen time hp (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Mengurangi waktu bermain HP memang langkah yang baik. Namun, kebiasaan mengonsumsi konten singkat dan berganti-ganti aktivitas tidak selalu langsung hilang setelah durasi penggunaan HP berkurang.

    Misalnya, kamu terbiasa menonton video pendek selama berjam-jam. Setiap beberapa detik, ada informasi, gambar, atau hiburan baru yang membuat perhatian terus berpindah.

    Ketika kembali mengerjakan sesuatu yang membutuhkan konsentrasi lebih lama, seperti membaca buku atau menyelesaikan laporan, aktivitas tersebut mungkin terasa membosankan.

    Cobalah melatih fokus secara bertahap. Mulailah dengan membaca selama 10–15 menit tanpa gangguan, kemudian tingkatkan durasinya secara perlahan. Berikan waktu kepada diri sendiri untuk kembali terbiasa melakukan aktivitas yang membutuhkan perhatian lebih panjang.

  2. 2. Kualitas tidur masih berantakan

    ilustrasi susah tidur
    ilustrasi susah tidur (freepik.com/karlyukav)

    Waktu bermain HP sudah berkurang, tetapi jam tidur masih tidak teratur? Hal ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa konsentrasimu belum membaik.

    Kurang tidur dapat memengaruhi fungsi kognitif, termasuk perhatian, daya ingat, dan kemampuan mengambil keputusan. Akibatnya, kamu lebih mudah mengantuk, sulit memahami informasi, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan.

    Menurut rekomendasi umum, orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7–9 jam setiap malam. Namun, durasi saja tidak cukup karena kualitas tidur juga perlu diperhatikan.

    Cobalah mempertahankan jadwal tidur dan bangun yang konsisten. Hindari kebiasaan begadang tanpa kebutuhan mendesak dan ciptakan suasana kamar yang nyaman agar tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

  3. 3. Terlalu banyak memikirkan sesuatu

    Berpikir
    ilustrasi berpikir (pexels.com/Gustavo Fring)

    Pernah duduk di depan laptop selama satu jam, tetapi pekerjaan belum juga selesai karena pikiran terus memikirkan hal lain?

    Kondisi tersebut bisa terjadi ketika pikiran dipenuhi berbagai kekhawatiran. Misalnya, memikirkan pekerjaan yang belum selesai, masalah keuangan, hubungan pribadi, hingga rencana masa depan.

    Meskipun HP sudah tidak berada di tangan, pikiran tetap sibuk memproses banyak hal. Akibatnya, perhatian sulit diarahkan pada aktivitas yang sedang dikerjakan.

    Salah satu cara mengatasinya adalah menuliskan hal-hal yang sedang mengganggu pikiran. Pisahkan persoalan yang bisa segera diselesaikan dan hal-hal yang belum bisa dikendalikan.

    Dengan begitu, kamu tidak perlu terus-menerus mengingat semua urusan sekaligus ketika sedang bekerja atau belajar.

  4. 4. Terlalu sering melakukan banyak pekerjaan sekaligus

    ilustrasi multitasking
    ilustrasi multitasking (freepik.com/pressfoto)

    Membuka laptop sambil membalas pesan, mendengarkan podcast, dan sesekali memeriksa pekerjaan lain mungkin terasa produktif. Padahal, kebiasaan tersebut justru bisa membuat perhatian terpecah.

    Otak manusia tidak selalu mampu mengerjakan beberapa tugas yang membutuhkan konsentrasi secara bersamaan dengan efektif. Sering kali, perhatian hanya berpindah dengan cepat dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.

    Perpindahan tersebut membutuhkan waktu untuk kembali memahami tugas yang sedang dikerjakan. Akibatnya, pekerjaan bisa terasa lebih melelahkan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan.

    Cobalah menerapkan metode single-tasking atau mengerjakan satu tugas dalam satu waktu. Tentukan pekerjaan yang paling penting, selesaikan terlebih dahulu, kemudian lanjutkan ke tugas berikutnya.

    Kamu juga bisa menggunakan teknik Pomodoro, yaitu bekerja selama 25 menit dan beristirahat selama 5 menit sebelum memulai sesi berikutnya.

  5. 5. Tubuh kurang bergerak dan jarang beristirahat

    ilustrasi lemas
    ilustrasi lemas (unsplash.com/Vitaly Gariev)

    Kesulitan fokus juga bisa berkaitan dengan kondisi fisik. Terlalu lama duduk, jarang bergerak, serta tidak memberikan jeda ketika bekerja dapat membuat tubuh terasa lelah.

    Ketika tubuh mulai kelelahan, mempertahankan perhatian pada satu aktivitas bisa terasa semakin sulit. Apalagi jika pekerjaan dilakukan berjam-jam tanpa jeda yang cukup.

    Cobalah menyisipkan aktivitas fisik ringan di sela pekerjaan. Kamu bisa berjalan sebentar, melakukan peregangan, atau sekadar berdiri setelah duduk dalam waktu lama.

    Selain itu, pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dan jangan melewatkan waktu makan. Kondisi tubuh yang lebih terjaga dapat membantu mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk ketika membutuhkan konsentrasi.

    Mengurangi waktu bermain HP merupakan langkah positif, tetapi bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan konsentrasi. Kualitas tidur, kondisi emosional, kebiasaan bekerja, dan kesehatan fisik juga memiliki peran penting.

    Karena itu, jangan langsung menyalahkan diri sendiri ketika masih sulit fokus meskipun sudah mengurangi penggunaan HP. Cobalah mengevaluasi kebiasaan sehari-hari dan memperbaikinya secara bertahap.

    Jika kesulitan berkonsentrasi berlangsung lama, semakin mengganggu aktivitas, atau disertai keluhan lain, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional agar penyebabnya dapat dievaluasi lebih lanjut.

Related Articles

See More