- Suhu sekitar 25°C
- Kelembapan 90–92 persen
- Angin dari tenggara 13 knot
- Angin maksimum/gust sekitar 22–23 knot
- Gelombang sekitar 2,9 meter
- Arus menuju barat daya, sekitar 0,83–0,85 knot
- Cuaca udara kabur
- Aktivitas nelayan kecil dan pelayaran dengan kapal berukuran kecil perlu ekstra hati-hati.
Kondisi Perairan Lampung 14 September 2026, Awas Gelombang Tinggi

- BMKG memperingatkan gelombang tinggi di perairan Lampung pada 13–16 September 2026, dengan risiko terbesar di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan.
- Perairan Barat Lampung diprakirakan bergelombang sekitar 2,9 meter pada pagi 14 September, disertai angin tenggara hingga hembusan 22–23 knot.
- Selat Sunda Selatan diperkirakan bergelombang sekitar 3 meter, sehingga pelayaran dan nelayan kecil perlu waspada; prakiraan dipengaruhi pola angin, bukan langsung erupsi Anak Krakatau.
Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung, Senin (14/9/2026) masih perlu diwaspadai. Itu karena, ada wilayah paling berisiko terkait potensi tinggi gelombang.
Di Perairan Barat Lampung gelombang diperkirakan 2,5 meter–4 meter dan Selat Sunda Selatan Lampung gelombang 2,5 meter–4 meter. Sedangkan di Teluk Lampung tinggi gelombang sekitar 1,25 meter–2,5 meter serta Perairan Timur Lampung relatif lebih rendah, sekitar 1 meter
Merujuk tinggi gelombang itu, laut sisi barat dan selatan Lampung jauh lebih berisiko dibandingkan perairan timur. Nelayan dengan perahu kecil dan masyarakat yang melakukan aktivitas di laut sebaiknya mempertimbangkan kondisi angin dan gelombang sebelum berangkat. Peringatan gelombang tinggi BMKG untuk Lampung berlaku 13–16 September 2026.
Berikut IDN Times sajikan kondisi perairan Lampung hari ini.
1. Perairan Barat Lampung paling perlu diwaspadai

Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele) 14 September pukul 04.00–07.00 WIB, BMKG memprakirakan Perairan Barat Lampung mengalami:
2. Selat Sunda Selatan Lampung

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Виктор Соломоник) Kondisinya juga relatif berat. Prakiraan BMKG menunjukkan gelombang masih berada di kisaran 3 meter pada awal 14 September, dengan angin tenggara dan hembusan yang dapat mencapai sekitar 23 knot.
Ini penting bagi aktivitas pelayaran Bakauheni–Merak dan kapal yang melintasi kawasan selatan Selat Sunda, meskipun kondisi aktual di lintasan penyeberangan dapat berbeda menurut lokasi dan waktu.
3. Pengaruh erupsi Anak Krakatau

ilustrasi gelombang pasang (unsplash.com/Jeremy Bishop) Untuk kondisi laut, erupsi Anak Krakatau tetap perlu dipantau, tetapi jangan langsung menganggap gelombang tinggi hari ini sebagai akibat erupsi.
BMKG memang masih melakukan pemantauan terhadap dampak erupsi Anak Krakatau terhadap atmosfer dan kondisi laut sekitar Selat Sunda.
Hari ini, faktor yang lebih jelas dalam prakiraan gelombang adalah pola angin, terutama angin timur hingga selatan yang di beberapa wilayah Lampung mencapai 25 knot.
4. Data lengkap kondisi perairan
Wilayah Perairan
Kondisi
Tinggi Gelombang
Angin
Keterangan
Perairan Barat Lampung
Udara kabur
2,9 m
Tenggara 13 knot, gust 22–23 knot
🔴 Tinggi
Selat Sunda Selatan Lampung
Udara kabur
sekitar 3,1 m
Tenggara 8 knot, gust hingga 23 knot
🔴 Tinggi
Teluk Lampung bagian utara
Berawan
sekitar 1,6–2 m
Timur–tenggara
🟡 Sedang
Teluk Lampung bagian selatan
Berawan–berawan tebal
1,9–2,1 m
Tenggara 5–6 knot
🟡 Sedang
Perairan Timur Lampung bagian utara
Cerah berawan
sekitar 1 m
Timur 11 knot, gust 17 knot
🟢 Rendah
Perairan Timur Lampung bagian selatan
Berawan
sekitar 1–1,5 m
Timur–tenggara
🟢–🟡 Rendah–sedang


















