Dedikasi Mantri yang Lindungi 380 UMKM dari Jerat Rentenir

Dewi Natalia mendampingi 380 debitur mikro aktif di BRI Unit Natar setelah 14 tahun bekerja langsung sebagai Mantri.
Ia mengedukasi pedagang pasar tradisional agar beralih dari utang rentenir ke pembiayaan mikro BRI.
BRI menempatkan Mantri sebagai ujung tombak untuk menjangkau pelaku usaha mikro dan UMKM secara langsung.
Lampung Selatan, IDN Times — Peran tenaga pemasar mikro perbankan tidak lagi sekadar mengejar target pembiayaan, melainkan telah berevolusi menjadi garda terdepan pelindung ekonomi masyarakat kecil. Salah satu potret nyata dari pengabdian tersebut tercermin dari rekam jejak Dewi Natalia, seorang Mantri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang telah mendedikasikan 15 tahun hidupnya untuk memberdayakan masyarakat, dengan 14 tahun di antaranya dihabiskan langsung di lapangan sebagai Mantri.
Saat ini, Dewi bertugas di BRI Unit Natar yang berada di bawah naungan Kantor Cabang Teluk Betung, Kantor Wilayah Bandar Lampung. Setiap harinya, ia mengelola dan mendampingi 380 debitur mikro aktif secara intensif. Lewat sentuhan personalnya, ia tidak hanya menggerakkan roda ekonomi lokal, tetapi juga menjadi benteng pertahanan bagi para pedagang dari praktik keuangan yang mencekik.
1. Dari CS menjadi Mantri

Dewi Natalia, seorang Mantri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang telah mendedikasikan 14 tahun hidupnya untuk memberdayakan masyarakat. (Dok. BRI) Jejak pengabdian Dewi di BRI dimulai pada Februari 2011 saat ia diterima sebagai Customer Service (CS). Keinginannya untuk memberikan dampak sosial yang lebih besar mendorongnya mendaftar sebagai Mantri pada tahun 2012. Ia menuturkan bahwa perjalanan kariernya tidaklah instan, di mana ia harus melewati seleksi yang sangat ketat di Palembang hingga dua kali percobaan sebelum akhirnya membuktikan komitmennya.
Tantangan sesungguhnya menanti saat Dewi mendapat tugas pertamanya sebagai Mantri di BRI Unit Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Di wilayah yang saat itu baru dibuka kantor unitnya, Dewi harus bergerak dari pintu ke pintu untuk membangun basis nasabah. Di lapangan, ia menemukan fakta pahit bahwa mayoritas pedagang pasar tradisional masih sangat asing dengan layanan perbankan formal dan justru terjerat utang pada rentenir lokal dengan bunga selangit.
2. Memberi edukasi literasi keuangan

Dewi Natalia, seorang Mantri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang telah mendedikasikan 14 tahun hidupnya untuk memberdayakan masyarakat. (Dok. BRI) Panggilan jiwa untuk menyelamatkan para pedagang membuat Dewi nekat membaur dan memberikan edukasi literasi keuangan secara langsung di tengah riuhnya pasar tradisional. Perlahan, ia berhasil meyakinkan para pedagang untuk beralih ke solusi pembiayaan mikro BRI yang transparan, aman, dan terjangkau.
"Saya masuk mengedukasi pedagang-pedagang pasar. Kita kasih pinjaman sehingga mereka terlepas dari rentenir itu. Bagi saya pribadi, ada rasa bangga yang luar biasa ketika melihat mereka yang awalnya kesulitan, kini bisa mandiri berkat akses perbankan yang layak,” ungkap Dewi.
Namun, langkah berani Dewi merebut para pedagang dari tangan tengkulak bukan tanpa risiko. Keberhasilannya mengalihkan nasabah ini memicu kemarahan para rentenir lokal hingga menciptakan situasi "perang dingin" di area pasar. Beberapa rentenir bahkan sempat mencoba merayunya untuk melakukan kerja sama gelap. Demi menjaga kepentingan nasabah dan integritas institusi, tawaran tersebut ia tolak mentah-mentah.
“Bagi saya, bekerja sebagai Mantri BRI bukan sekadar profesi untuk mencari nafkah, melainkan sebuah panggilan jiwa yang telah menjadi bagian dari diri saya. BRI sudah menjadi darah daging bagi saya selama hampir 15 tahun ini," tegasnya.
3. Jadi ujung tombak BRI

Dewi Natalia, seorang Mantri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang telah mendedikasikan 14 tahun hidupnya untuk memberdayakan masyarakat. (Dok. BRI) Keteguhan prinsip di lapangan ini sejalan dengan visi besar perusahaan. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa penguatan peran Mantri merupakan wujud konsistensi BRI dalam menjaga denyut nadi ekonomi di segmen mikro dan UMKM.
“Mantri menjadi salah satu ujung tombak BRI dalam menjangkau pelaku usaha secara langsung. Kehadiran mereka membantu BRI memahami kebutuhan nasabah dengan lebih dekat sekaligus memastikan akses pembiayaan dan layanan keuangan dapat benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan usaha masyarakat,” pungkas Dhanny.



















