Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Petani Usia 80 Tahun Tewas Terbakar Saat Bakar Lahan di Lampura

Kab. Lampung Utara
Petani Usia 80 Tahun Tewas Terbakar Saat Bakar Lahan di Lampura
ilustrasi api neraka (pixabay.com/nikolaytaman90)
  • Yusup Dulguno, petani berusia 80 tahun di Desa Tata Karya, Lampung Utara, meninggal terbakar saat membakar lahannya untuk persiapan tanam padi pada Senin siang.
  • Api tiba-tiba membesar akibat angin kencang, sulit dikendalikan, lalu merambat ke area sekitar hingga membakar rumpun bambu di lokasi.
  • Polisi, warga, damkar, Inafis, dan pihak terkait menangani pemadaman serta evakuasi korban; kepolisian mengimbau warga tidak membakar lahan saat cuaca dan angin berisiko.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Utara, IDN Times - Yusup Dulguno (80) warga RK 1, RT 1 Desa Tata Karya, Kecamatan Abung Surakarta, Lampung Utara meninggal dunia. Ia meninggal karena terbakar setelah membakar lahan untuk persiapan tanam padi, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB , Desa Tata Karya.

Saat sedang membakar lahan miliknya, api tiba-tiba membesar akibat tiupan angin yang cukup kencang. Api kemudian merambat hingga membakar rumpun bambu di sekitar lokasi.

  1. 1. Kondisi angin kencang picu api sulit dikendalikan

    ilustrasi angin kencang di gunung (pexels.com/Oleksandr P)
    ilustrasi angin kencang di gunung (pexels.com/Oleksandr P)

    Kasi Humas Polres Lampung Utara, Iptu Herawati membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh, korban saat itu sedang membakar lahan untuk persiapan tanam padi.

    Namun, kondisi angin yang kencang menyebabkan api sulit dikendalikan dan meluas ke area sekitar. Warga yang melihat kejadian tersebut segera melaporkannya kepada Polsek Abung Surakarta.

  2. 2. Inafis sudah olah TKP

    ilustrasi investigasi (pexels.com/Siobhan Howerton)
    ilustrasi investigasi (pexels.com/Siobhan Howerton)

    Mendapat laporan tersebut, kepolisian bersama masyarakat langsung mendatangi lokasi dan berupaya melakukan pemadaman. Karena api masih belum sepenuhnya padam, Kapolsek Abung Surakarta berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, Inafis, camat dan pihak puskesmas untuk membantu penanganan.

    “Petugas bersama masyarakat kemudian melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dipadamkan, korban ditemukan di lokasi. Selanjutnya personel Inafis melakukan olah TKP dan korban dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

  3. 3. Jangan bakar lahan sembarangan

    ilustrasi api (pexels.com/Francesco Paggiaro)
    ilustrasi api (pexels.com/Francesco Paggiaro)

    Setelah api berhasil dipadamkan, petugas menemukan Yusup Dulguno dalam kondisi meninggal dunia akibat terbakar. Pamapta dan Tim Inafis Polres Lampung Utara selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kondisi dan mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut.

    Korban kemudian dievakuasi untuk proses penanganan lebih lanjut. Herawati mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, khususnya ketika kondisi angin kencang.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan. Jika hendak membersihkan atau membuka lahan, jangan melakukan pembakaran ketika kondisi cuaca dan angin tidak memungkinkan karena dapat menyebabkan api dengan cepat meluas dan membahayakan,” jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More