Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenaikan Harga Makanan, Picu Inflasi Lampung 0,47 Persen Desember 2024
Pinterest
  • Inflasi IHK di Provinsi Lampung Desember 2024 mencapai 0,47 persen (mtm), tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
  • Kenaikan harga komoditas makanan seperti cabai merah, bawang merah, dan telur ayam ras dipengaruhi musim hujan dan permintaan meningkat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2024/2025.
  • Meski inflasi naik, sejumlah komoditas mengalami deflasi, membantu menahan laju inflasi dengan penurunan harga buah naga, susu cair kemasan, beras, kacang panjang, dan bahan bakar rumah tangga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung pada Desember 2024 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,47 persen (month-to-month/mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung, Junanto Heriawan, mengatakan angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi pada November 2024 tercatat sebesar 0,42 persen (mtm), serta lebih tinggi dari rata-rata inflasi di Provinsi Lampung pada Desember dalam tiga tahun terakhir yang hanya mencapai 0,37 persen (mtm).

"Secara tahunan, inflasi IHK di Lampung pada Desember 2024 tercatat 1,57 persen year-on-year yang sebanding dengan inflasi nasional yang juga tercatat pada angka yang sama,", katanya, Sabtu (4/1/2025).

1. Dipengaruhi kenaikan harga

ilustrasi kenaikan harga ( Pexels.com/Burak Theweekender )

Junanto menyampaikan, inflasi di Provinsi Lampung dipengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas makanan, seperti cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, cabai rawit, dan terong.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut, disebabkan terbatasnya pasokan akibat musim hujan yang mengganggu produksi, serta permintaan yang meningkat. "Permintaan yang meningkat itu bertepatan dengan menjelang perayaan hari besar keagamaan nasional Natal dan Tahun Baru 2024/2025," ujarnya.

2. Beberapa komoditas deflasi

Ilustrasi Kenapa Deflasi Bisa Terjadi? (pixabay.com/pixabay)

Junanto juga menjelaskan meski inflasi tercatat naik, sejumlah komoditas mengalami deflasi membantu menahan laju inflasi tersebut.

Komoditas seperti buah naga, susu cair kemasan, beras, kacang panjang, dan bahan bakar rumah tangga masing-masing mencatatkan penurunan harga dengan kontribusi pengurangan inflasi sebesar -0,02 persen hingga -0,01 persen (mtm).

"Penurunan harga pada komoditas-komoditas tersebut didorong oleh terjaganya pasokan meskipun kondisi cuaca basah. Selain itu, harga bahan bakar rumah tangga juga melambat seiring dengan penurunan harga gas dunia pada akhir tahun 2024," jelasnya.

3. Proyeksi inflasi 2025

kledo

Menyikapi proyeksi inflasi di 2025, Junanto memprediksi inflasi di Provinsi Lampung akan tetap terjaga dalam rentang sasaran inflasi 2,5±1 persen (yoy).

Meski begitu, ia mengingatkan adanya beberapa risiko, seperti meningkatnya permintaan akibat kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 6,5 persen pada 2025, serta potensi gangguan pada pasokan komoditas hortikultura karena cuaca ekstrem pada triwulan pertama 2025.

"Untuk mengendalikan inflasi, BI dan Tim Pengendali Inflasi Daerah atau TPID Provinsi Lampung akan melanjutkan upaya, termasuk operasi pasar yang terarah untuk komoditas penting seperti beras dan telur ayam ras," tuturnya.

Ia menyebut, hal tersebut diharapkan mampu memperkuat kerja sama antar daerah untuk menjaga ketersediaan pasokan, serta memperkuat kapasitas transportasi untuk kelancaran distribusi.

“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, BI, dan masyarakat, kami berharap inflasi di Provinsi Lampung dapat tetap terkendali dan tidak mengganggu daya beli masyarakat,” tambahnya.

Editorial Team

Related Article