Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kematian Dokter Internship di Metro, Kapolres: Masih Diselidiki
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)
  • Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Muhammad Zulfikar Drake, dokter koas FKUI yang ditemukan meninggal di penginapan Kota Metro pada 21 Juli 2026.
  • Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan terkait dugaan adanya unsur tindak pidana.
  • Jenazah korban ditemukan di kamar mandi penginapan setelah rekannya curiga karena tak mendapat respons telepon; polisi melakukan olah TKP dan membawa jenazah ke RSUD Ahmad Yani.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
21 Juli 2026

Muhammad Zulfikar Drake ditemukan meninggal dunia di kamar mandi penginapan Guest House Sakinah, Kota Metro sekitar pukul 19.00 WIB. Petugas kepolisian datang melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Ahmad Yani sekitar pukul 21.00 WIB.

23 Juli 2026

Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait penyebab kematian Zulfikar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Metro, IDN Times - Kapolres Metro, AKBP Hangga Utama Darmawan menjelaskan, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian Muhammad Zulfikar Drake (25).

Korban merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang sedang menjalani pendidikan profesi dokter (koas) di Rumah Sakit Sukadana, Kabupaten Lampung Timur ditemukan meninggal dunia di penginapan, Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

"Masih dalam proses pendalaman. Tim penyelidik masih bekerja mengumpulkan keterangan dan fakta di lapangan," kata Hangga, Kamis (23/7/2026).

1. Minta masyarakat tidak berspekulasi

ilustrasi viral (freepik.com/pikisuperstar)

Hangga juga meminta masyarakat tidak berspekulasi, termasuk terkait kabar yang menyebut adanya dugaan pembunuhan. Ia mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan kepolisian.

Hingga saat ini penyidik belum dapat menyimpulkan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.

"Belum ada kesimpulan mengarah ke pembunuhan. Nanti perkembangan lebih lanjut akan disampaikan oleh Kasatreskrim," ujarnya.

2. Awal mula penemuan jenazah

Ilustrasi Jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)

Diketahui, penemuan jenazah Zulfikar bermula saat seorang rekan korban mendatangi Guest House Sakinah di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Lampung. Itu karena korban berasal dari Mentawa Baru Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah tersebut tidak kunjung merespons panggilan telepon maupun pesan WhatsApp.

Penjaga penginapan, Hendri mengatakan, rekan korban meminta bantuan untuk mengecek kondisi Zulfikar setelah komunikasi terputus.

"Sebelumnya ada kawannya datang bertanya karena ditelepon tidak diangkat dan WhatsApp tidak dibalas. Kami kemudian naik ke kamar dan mengetuk pintunya, tetapi tidak ada jawaban," kata Hendri.

3. Korban ditemukan di kamar mandi penginapan

ilustrasi kamar mandi (unsplash.com/Toa Heftiba)

Lantaran tak mendapat respons, Hendri bersama rekan korban akhirnya membuka pintu kamar. Saat masuk, korban tidak berada di atas tempat tidur.

"Setelah dicek ke kamar mandi, korban sudah ditemukan tergeletak," ujarnya.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pengurus lingkungan dan diteruskan ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas Satreskrim Polres Metro bersama Tim Inafis tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi.

Usai olah TKP, jenazah dievakuasi sekitar pukul 21.00 WIB menuju RSUD Ahmad Yani Kota Metro untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article