Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Metro Siapkan Perpustakaan Khusus di Instansi dan Rumah Sakit

Metro Siapkan Perpustakaan Khusus di Instansi dan Rumah Sakit
ilustrasi membaca di perpustakaan (pexels.com/Mikhail Nilov)
Intinya Sih
  • Pemerintah Kota Metro melalui Dispusarda mendorong pembentukan perpustakaan khusus di berbagai instansi dan rumah sakit untuk memperluas akses informasi serta memperkuat budaya literasi publik.
  • Perpustakaan khusus akan berfungsi sebagai pusat dokumentasi dan referensi ilmiah yang terbuka bagi aparatur, tenaga kesehatan, akademisi, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
  • Program ini menjadi bagian dari inisiatif nasional Perpustakaan Nasional RI guna memperkuat ekosistem literasi daerah serta meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat dan Kegemaran Membaca.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Metro, IDN Times - Perpustakaan tak lagi hanya identik dengan sekolah atau kampus. Pemerintah Kota Metro kini mendorong pembentukan perpustakaan khusus di sejumlah perangkat daerah hingga rumah sakit sebagai upaya memperluas akses informasi sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan pemerintahan dan pelayanan publik.

Langkah tersebut dilakukan melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarda) Kota Metro lewat kegiatan sosialisasi dan peninjauan kesiapan pembentukan perpustakaan khusus. Program ini juga menjadi tindak lanjut arahan Wali Kota Metro untuk meningkatkan tata kelola pengetahuan, dokumentasi, layanan informasi, serta mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

1. Perpustakaan khusus disiapkan di instansi pemerintah hingga rumah sakit

ilustrasi membaca buku di perpustakaan
ilustrasi membaca buku di perpustakaan (pexels.com/Ron Lach)

Kepala Dispusarda Kota Metro, Farida mengatakan, pembentukan perpustakaan khusus menyasar sejumlah perangkat daerah, yakni Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta dua rumah sakit, yaitu RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro dan RSU Muhammadiyah Metro.

Disampaikan Farida, secara umum sarana dan prasarana di setiap perangkat daerah maupun rumah sakit sudah memadai untuk dikembangkan menjadi perpustakaan khusus. Namun, masih diperlukan penataan administrasi agar seluruh perpustakaan dapat memenuhi persyaratan registrasi dan memperoleh Nomor Pokok Perpustakaan (NPP).

2. Perpustakaan khusus dibuka untuk umum

pexels-nicolas-langellotti-28179636-30313553.jpg
ilustrasi cowok di perpustakaan (pexels.com/nicolaa langellotti)

Menurutnya, keberadaan perpustakaan khusus nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat dokumentasi, tetapi juga menjadi sumber referensi ilmiah yang dapat dimanfaatkan aparatur pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang membutuhkan informasi sesuai bidang pemerintahan maupun layanan kesehatan.

"Pada dasarnya fasilitas yang ada sudah baik. Tinggal dilakukan penertiban administrasi sehingga dapat terdaftar secara resmi dan memiliki Nomor Pokok Perpustakaan. Kehadiran perpustakaan khusus ini diharapkan menjadi rujukan masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan referensi sesuai bidang keilmuan dan tugas pokok fungsi masing-masing perangkat daerah maupun layanan kesehatan di rumah sakit," ujar Farida.

3. Didorong menjadi bagian penguatan literasi nasional

Ilustrasi Pekerja Freelance (Pexel/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi Pekerja Freelance (Pexel/Andrea Piacquadio)

Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI, Agus Riyanto, menjelaskan pembentukan perpustakaan khusus merupakan bagian dari program nasional Perpustakaan Nasional RI untuk memperkuat ekosistem literasi di daerah. Program tersebut juga bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap informasi berkualitas sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Indeks Kegemaran Membaca.

"Program ini merupakan salah satu langkah Perpustakaan Nasional RI untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat sekaligus Indeks Kegemaran Membaca di setiap daerah. Karena itu, kami mendorong berdirinya perpustakaan khusus di berbagai lembaga, termasuk rumah sakit, sehingga masyarakat memiliki akses informasi yang lebih luas dan berkualitas," kata Agus.

Agus berharap seluruh perangkat daerah dan rumah sakit di Kota Metro segera memiliki perpustakaan khusus yang terdaftar secara nasional melalui kolaborasi Pemerintah Kota Metro dan Perpustakaan Nasional RI.

Sejalan dengan itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso juga berharap perpustakaan khusus tersebut dapat berkembang menjadi pusat literasi dan referensi di bidang pemerintahan, kesehatan, serta penelitian yang bermanfaat bagi tenaga medis, aparatur sipil negara, pelajar, mahasiswa, peneliti, pasien, keluarga pasien, hingga masyarakat luas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Latest News Lampung

See More