Kebakaran TPA Bandar Jaya Mulai Padam, Gas Metana Diduga Jadi Pemicu

Kebakaran di TPA Bandar Jaya Timur, Lampung Tengah, yang terdeteksi pada 18 Oktober 2026, telah dipadamkan sementara, namun bara masih ditangani di bawah tumpukan sampah.
Pemadaman melibatkan DLH, BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, 12 mobil pemadam, dan tiga alat berat untuk mengurai tumpukan sampah setinggi sekitar lima meter.
Kebakaran diperkirakan melanda 1,5 hektare dan diduga terkait gas metana; asap sempat masuk Tol Bakter di KM 131 sehingga pengendara diminta mengurangi kecepatan.
Lampung Tengah, IDN Times - Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar Jaya Timur, Kabupaten Lampung Tengah berhasil dipadamkan. Petugas kini masih melakukan penanganan terhadap bara api berada di bagian bawah tumpukan sampah.
Kapolres Lampung Tengah, AKBP Zaldy Kurniawan mengatakan, titik api pertama kali diketahui, Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Petugas gabungan kemudian langsung melakukan upaya pemadaman.
"Untuk api alhamdulillah sementara sudah padam. Ini hanya sisa-sisa asap karena tumpukan sampah cukup lumayan tinggi," ujarnya dimintai keterangan, Senin (19/10/2026).
1. Kerahkan 12 unit mobil pemadam hingga alat berat

Proses pemadaman kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (19/10/2026). (IDN Times/Istimewa) Zaldy mengatakan, proses pemadaman melibatkan unsur gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, TNI, Polri, hingga petugas dari Pemerintah Provinsi Lampung dan sejumlah kabupaten lain dengan 12 unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi api.
Selain itu, petugas juga menggunakan tiga unit alat berat untuk mengurai tumpukan sampah di lokasi mencapai sekitar lima meter. Kondisi tersebut membuat bara api masih berada di bagian bawah, sehingga sulit dipadamkan hanya dengan penyiraman dari permukaan.
"Makanya kita menggunakan alat berat untuk mengurai sampah tersebut dan kita menyiram ke dalam tumpukan sampah yang masih berupa bara di bawahnya," katanya.
2. Imbau pengendara tol kurangi kecepatan

Aktivitas pengamanan dan pengaturan lalu lintas di ruas jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), tepatnya di KM 132+000 hingga KM 132+600 jalur B. (Dok. PT BTB). Kebakaran TPA juga sempat menimbulkan kepulan asap masuk ke ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), khususnya di sekitar KM 131.
Oleh karenanya, polisi melakukan pengamanan di sekitar ruas tol terdampak asap, sehingga melintas juga diberikan imbauan untuk mengurangi kecepatan demi keselamatan.
"Kendaraan-kendaraan kita berikan pemberitahuan agar mengurangi kecepatan apabila melintasi tol yang terkena asap," ucap Zaldy.
3. Kebakaran diduga berkaitan kandungan gas metana

Proses pemadaman kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (19/10/2026). (IDN Times/Istimewa) Dari total area TPA sekitar 2,7 hektare, Kadis DLH Lampung Tengah Edi Supena mengatakan, luas area terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 5.000 meter persegi atau 1,5 hektare.
Menurutnya, kebakaran diduga berkaitan dengan kandungan gas metana terdapat di dalam tumpukan sampah. Gas metana disebut terperangkap di dalam tumpukan sampah dapat memicu kebakaran, bahkan berpotensi menimbulkan ledakan ketika terkena sumber api.
"Yang jelas sampah ini mengandung gas metan. Kalau gas metan ini jangankan hanya api, dia bisa meledak," katanya.
Meski api utama telah berhasil dipadamkan, petugas masih fokus mengurai tumpukan sampah untuk memastikan bara di bagian bawah benar-benar padam. "Jadi kami akan keruk cepat-cepat, itu nanti pakai alat berat sehingga nanti sambil disiram pakai alat pemadam kebakaran. Mudah-mudahan," imbuh Ricky.


















