Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol saat Asap Kebakaran Melanda

Bandar Lampung
5 min read
5 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol saat Asap Kebakaran Melanda
Petugas melakukan pengaturan lalu lintas di ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) akibat kabut asap kebakaran. (IDN Times/Istimewa).
  • Kabut asap akibat kebakaran lahan dan sampah melanda sejumlah ruas tol Lampung, termasuk Tol Menggala dan Bakter, sehingga jarak pandang berkurang serta risiko kecelakaan meningkat.
  • Pengemudi diminta mengurangi kecepatan bertahap, memperlebar jarak aman, memakai lampu dekat atau lampu kabut sesuai kondisi, serta menutup jendela dan memakai sirkulasi ulang kabin.
  • Jangan berhenti mendadak di bahu jalan; pantau informasi resmi, patuhi rambu serta arahan petugas, dan tunda perjalanan atau gunakan rute aman bila asap terlalu tebal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Beberapa hari terakhir kondisi ruas jalan tol di Lampung dilanda kabut asap. Kabut asap itu ada dipicu kebakaran lahan di sekitar tol hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dimana angin membawa asap hingga ke ruas tol.

Kepulan asap terlihat membumbung tinggi di sekitar jalur tol hingga gerbang Tol Menggala, Kabupaten Tulang Bawang akhir pekan lalu. Kondisi serupa terjadi di ruas jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), tepatnya di KM 132+000 hingga KM 132+600 jalur B sejak Minggu hingga Senin 19 Oktober 2026 pagi.

Asap tersebut berasal dari kebakaran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar Jaya, Lampung Tengah diperkirakan area terdampak mencapai 1,5 hektare. Merujuk kondisi tersebut, berkendara di jalan tol saat asap kebakaran melanda bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi.

Asap yang menyelimuti jalan dapat mengurangi jarak pandang, mengganggu konsentrasi, hingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi. Situasi ini perlu diwaspadai karena pengemudi mungkin tidak bisa melihat kendaraan di depan dengan jelas.

Asap tebal juga dapat muncul secara tiba-tiba, sehingga pengemudi memiliki waktu lebih sedikit untuk bereaksi terhadap kondisi jalan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara berkendara yang aman ketika menghadapi asap kebakaran di jalan tol.

Berikut lima tips yang bisa kamu terapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan.

  1. 1. Kurangi kecepatan dan jaga jarak aman

    ilustrasi speedometer mobil (unsplash/Jay R)
    ilustrasi speedometer mobil (unsplash/Jay R)

    Ketika memasuki area jalan tol yang diselimuti asap, segera kurangi kecepatan secara bertahap. Jangan melakukan pengereman mendadak karena kendaraan di belakang mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi.

    Selain itu, tingkatkan jarak dengan kendaraan di depan. Jarak yang lebih panjang memberikan waktu tambahan untuk merespons jika kendaraan di depan mengerem atau berhenti secara tiba-tiba.

    Jika jarak pandang semakin pendek, jangan memaksakan diri mempertahankan kecepatan normal di jalan tol. Sesuaikan kecepatan dengan kondisi yang terlihat dan kemampuan untuk berhenti dengan aman.

    Ingat, batas kecepatan yang tertera di jalan tol bukan berarti kamu harus selalu melaju pada kecepatan tersebut dalam kondisi darurat.

  2. 2. Nyalakan lampu kendaraan yang tepat

    Tips Berkendara saat Hujan Abu Vulkanik
    ilustrasi lampu mobil (unsplash.com/Brad R)

    Lampu kendaraan membantu pengemudi lain mengenali keberadaan mobilmu ketika jarak pandang terbatas. Saat berkendara dalam kondisi berasap, gunakan lampu dekat atau low beam.

    Hindari menggunakan lampu jauh atau high beam karena cahaya dapat dipantulkan oleh partikel asap dan justru membuat pandangan semakin silau. Jika kendaraan dilengkapi lampu kabut, gunakan sesuai petunjuk pabrikan dan kondisi yang dihadapi.

    Lampu kabut belakang hanya perlu digunakan jika tersedia dan visibilitas benar-benar buruk. Itu karena, cahayanya yang kuat dapat menyilaukan pengemudi di belakang ketika kondisi sudah membaik.

    Jangan hanya mengandalkan lampu kendaraan. Tetap kurangi kecepatan dan jaga jarak aman karena lampu tidak dapat mengatasi bahaya jarak pandang yang sangat terbatas.

  3. 3. Tutup jendela dan atur sirkulasi udara kabin

    ilustrasi jendela mobil
    ilustrasi jendela mobil (unsplash.com/Héctor Morales Guzmán)

    Asap kebakaran dapat mengandung partikel halus dan gas yang berbahaya bagi kesehatan. Paparan asap juga bisa menyebabkan iritasi mata, batuk, dan gangguan pernapasan.

    Untuk mengurangi masuknya asap ke dalam kendaraan, tutup jendela dan atur sistem pendingin udara menggunakan mode sirkulasi ulang atau recirculation. Pengaturan ini membantu mengurangi masuknya udara luar ke dalam kabin.

    Namun, perlu diingat sistem tersebut tidak menjamin kabin sepenuhnya bebas dari partikel asap. Jika asap masuk dalam jumlah banyak atau pengemudi mulai mengalami mata perih, batuk, pusing, maupun sesak napas, jangan mengabaikan gejala tersebut.

    Cari tempat aman untuk berhenti jika memungkinkan dan minta bantuan apabila gejalanya berat.

  4. 4. Jangan berhenti mendadak di bahu jalan

    Petugas mengevakuasi korban kecelakaan antary Toyota Rush dengan truk trailer di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter).
    Petugas mengevakuasi korban kecelakaan antary Toyota Rush dengan truk trailer di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter). (IDN Times/Istimewa).

    Ketika jarak pandang memburuk, sebagian pengemudi mungkin tergoda untuk langsung menghentikan kendaraan di bahu jalan. Padahal, tindakan ini berisiko karena kendaraan lain mungkin tidak melihat mobil yang sedang berhenti.

    Jika kondisi masih memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan dengan aman, kurangi kecepatan dan ikuti arahan petugas serta rambu lalu lintas. Namun, jika asap sudah sangat tebal hingga kamu tidak dapat melihat jalan dengan cukup jelas untuk melanjutkan perjalanan, jangan memaksakan diri.

    Perlambat kendaraan secara terkendali dan cari tempat berhenti yang benar-benar aman, seperti area istirahat atau lokasi yang diarahkan petugas. Apabila terpaksa berhenti di bahu jalan dalam keadaan darurat, nyalakan lampu darurat sesuai situasi.

    Selain itu, tetap waspada terhadap lalu lintas, dan hubungi petugas jalan tol. Jangan keluar dari kendaraan atau berdiri di dekat jalur lalu lintas tanpa alasan keselamatan yang jelas.

  5. 5. Pantau informasi lalu Lintas dan ikuti arahan petugas

    IMG_20261019_111913.jpg
    Aktivitas pengamanan dan pengaturan lalu lintas di ruas jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), tepatnya di KM 132+000 hingga KM 132+600 jalur B. (Dok. PT BTB).

    Sebelum memasuki jalan tol, periksa informasi mengenai kondisi lalu lintas, potensi kebakaran, penutupan jalan, dan peringatan keselamatan dari sumber resmi. Jika asap kebakaran sudah memengaruhi jalan yang akan dilalui, pertimbangkan untuk menunda perjalanan atau menggunakan rute alternatif apabila tersedia dan dinyatakan aman oleh petugas.

    Jangan mengandalkan informasi dari media sosial yang belum terverifikasi. Kondisi asap dapat berubah dengan cepat, sehingga informasi terbaru sangat penting untuk menentukan apakah perjalanan masih aman dilakukan.

    Saat berada di jalan tol, patuhi rambu peringatan dan instruksi petugas. Jika pengelola jalan tol melakukan pengalihan arus atau menutup ruas tertentu, jangan menerobos hanya demi menghemat waktu perjalanan.

    Berkendara di jalan tol saat asap kebakaran melanda membutuhkan kewaspadaan ekstra. Jarak pandang yang terbatas dapat membuat pengemudi terlambat mengenali bahaya, sehingga risiko kecelakaan meningkat.

    Lima langkah yang perlu diperhatikan adalah mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menggunakan lampu yang tepat, membatasi masuknya asap ke kabin, serta menghindari berhenti sembarangan di bahu jalan.

    Selain itu, selalu pantau informasi lalu lintas dan ikuti arahan petugas. Jika asap terlalu tebal hingga perjalanan tidak lagi aman, jangan memaksakan diri untuk terus melaju.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More