Kondisi Perairan Lampung 17 Oktober 2026, Gelombang Capai 2,7 Meter

- BMKG memperingatkan gelombang tinggi hingga 2,7 meter di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda selatan Lampung selama 17–20 Oktober 2026.
- Perairan Barat Lampung diprakirakan mengalami angin tenggara hingga 17 knot, sedangkan Selat Sunda selatan menghadapi gelombang sekitar 2,1 meter dan hembusan hingga 24 knot.
- Teluk Lampung bagian selatan relatif lebih tenang dengan gelombang 0,6–1,2 meter, namun nelayan dan pengguna laut tetap diminta memantau pembaruan BMKG sebelum beraktivitas.
Bandar Lampung, IDN Times – Kondisi perairan Lampung, Sabtu (17/10/2026) perlu diwaspadai, terutama di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan Lampung. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kedua wilayah tersebut masuk dalam peringatan gelombang tinggi dengan potensi gelombang mencapai 2,7 meter.
Sementara itu, kondisi Perairan Teluk Lampung bagian selatan relatif lebih tenang dengan tinggi gelombang sekitar 0,6–1,2 meter sepanjang periode prakiraan.
Informasi prakiraan cuaca maritim BMKG ini berlaku mulai Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB hingga Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB. Pola angin di perairan Lampung umumnya bergerak dari timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar 2–25 knot.
Nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir diimbau memeriksa pembaruan informasi resmi BMKG sebelum melaut. Jangan memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca dan gelombang dinilai membahayakan keselamatan.
Berikut IDN Times sajikan kondisi perairan Lampung hari ini.
1. Tabel prakiraan kondisi perairan Lampung 17 Oktober 2026
Wilayah Perairan | Kondisi Cuaca | Kecepatan dan Arah Angin | Tinggi Gelombang |
|---|---|---|---|
Perairan Barat Lampung | Udara kabur hingga berawan tebal | Tenggara, 13–17 knot; hembusan hingga 28 knot | 1,9–2,1 meter pada 17 Oktober |
Selat Sunda bagian selatan Lampung | Kabut hingga cerah berawan | Tenggara, sekitar 15 knot pada pagi hari | Sekitar 1,9–2,1 meter pada pagi hari |
Perairan Teluk Lampung bagian selatan | Cerah hingga cerah berawan | Timur hingga tenggara, sekitar 7–10 knot pada siang hari | Sekitar 0,6–1,2 meter |
2. Perairan Barat Lampung, waspada gelombang hingga 2,7 meter

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Brayden Stanford) Perairan Barat Lampung menjadi salah satu wilayah perlu mendapatkan perhatian nelayan dan pengguna transportasi laut. Data BMKG menunjukkan tinggi gelombang pada Sabtu pagi diprakirakan sekitar 1,9 meter.
Gelombang kemudian berpotensi meningkat kembali pada Minggu, 18 Oktober 2026. Berdasarkan informasi peringatan BMKG, potensi gelombang tinggi di wilayah ini mencapai 2,7 meter.
Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan yang dapat mencapai 17 knot pada sejumlah waktu prakiraan, disertai hembusan yang lebih kuat. Kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama oleh nelayan tradisional, kapal berukuran kecil, dan masyarakat yang beraktivitas di laut.
3. Selat Sunda Selatan Lampung, angin kencang perlu diwaspadai

Ilustrasi gelombang angin (freepik.com/wirestock) Selat Sunda bagian selatan Lampung juga masuk dalam wilayah yang perlu diwaspadai selama periode prakiraan 17–20 Oktober 2026. Pada Sabtu pagi, tinggi gelombang diprakirakan mencapai sekitar 2,1 meter.
Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan sekitar 15 knot dan hembusan yang berpotensi mencapai 24 knot.
Selain gelombang, arus laut juga perlu menjadi perhatian. Pada pukul 07.00 WIB, kecepatan arus diprakirakan sekitar 1,52 knot dengan arah ke barat.
Nelayan dan operator kapal diimbau memantau perkembangan cuaca maritim sebelum berangkat. Kondisi laut dapat berubah sepanjang hari sehingga informasi terbaru perlu diperhatikan.
4. Teluk Lampung Selatan relatif lebih tenang

ilustrasi gelombang menuju pesisir pantai (pixabay.com/holgerheinze0) Berbeda dengan Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan, kondisi Perairan Teluk Lampung bagian selatan relatif lebih tenang. BMKG memprakirakan tinggi gelombang pada Sabtu pagi sekitar 0,9 meter.
Gelombang berpotensi turun hingga 0,6 meter pada siang hari sebelum kembali meningkat pada malam hari. Cuaca umumnya cerah hingga cerah berawan.
Kecepatan angin pada siang hari diprakirakan sekitar 7–10 knot, dengan arah yang berubah dari timur menuju barat daya. Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi cuaca setempat, khususnya saat melakukan aktivitas penangkapan ikan, wisata bahari, maupun perjalanan menggunakan perahu.





















