- Nelayan tradisional: Pertimbangkan tinggi gelombang dan kemampuan kapal sebelum melaut.
- Operator kapal: Perhatikan perkembangan angin, gelombang, dan arahan otoritas pelabuhan.
- Pengguna transportasi laut: Pantau informasi terbaru sebelum keberangkatan.
- Masyarakat pesisir: Waspadai perubahan kondisi laut, khususnya di wilayah yang mengalami peningkatan tinggi gelombang.
Kondisi Perairan Lampung 18 Oktober 2026, Awas Gelombang 3 Meter

- BMKG memprakirakan Perairan Barat Lampung mengalami kenaikan gelombang dari 1,9 meter dini hari hingga 2,9 meter pada malam hari, dengan angin tenggara 12–20 knot.
- Di Selat Sunda bagian selatan Lampung, gelombang berpotensi mencapai 3 meter pada malam hari; angin tenggara hingga selatan dapat berhembus sampai 26 knot.
- Teluk Lampung relatif tenang pada pagi hari, tetapi gelombang dapat meningkat hingga 1,5 meter di utara dan 1,7 meter di selatan malam hari; pengguna laut diminta memantau BMKG.
Bandar Lampung, IDN Times – Kondisi perairan Lampung, Minggu (18/10/2026), perlu diwaspadai, terutama di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tinggi gelombang di kedua wilayah tersebut dapat mencapai 2,9 meter pada malam hari.
Sementara itu, Perairan Teluk Lampung bagian utara dan selatan relatif lebih tenang pada pagi hari. Meski demikian, tinggi gelombang di sejumlah lokasi Teluk Lampung berpotensi meningkat menjelang sore hingga malam.
Nelayan dan pengguna transportasi laut sebaiknya memantau pembaruan BMKG serta mengutamakan keselamatan sebelum beraktivitas di perairan. Berikut IDN Times sajikan kondisi perairan Lampung hari ini.
1. Tabel prakiraan kondisi perairan Lampung
Wilayah Perairan | Kondisi Cuaca | Kecepatan dan Arah Angin | Tinggi Gelombang |
|---|---|---|---|
Perairan Barat Lampung | Udara kabur, kabut, hingga berawan | Tenggara, 12–20 knot | 1,9–2,9 meter |
Selat Sunda bagian selatan Lampung | Berawan hingga cerah berawan | Tenggara hingga selatan, sekitar 9–17 knot pada sejumlah waktu | 2,3–3,0 meter |
Perairan Teluk Lampung bagian utara | Kabut, udara kabur, hingga cerah berawan | Barat daya hingga barat, sekitar 4–11 knot pada siang hari | 1,1–1,3 meter pada pagi hingga sore |
Perairan Teluk Lampung bagian selatan | Udara kabur hingga cerah berawan | Timur hingga barat daya, sekitar 4–12 knot pada siang hari | 0,8–0,9 meter pada siang hari |
Perairan Timur Lampung bagian selatan | Cerah berawan | Barat laut hingga timur, sekitar 7 knot pada pagi hari | Sekitar 0,6 meter pada pagi hari |
2. Perairan Barat Lampung, gelombang meningkat hingga 2,9 meter

ilustrasi gelombang air laut (unsplash.com/Jakob Owens) Perairan Barat Lampung menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian nelayan dan pengguna transportasi laut. Berdasarkan prakiraan BMKG, tinggi gelombang pada dini hari berkisar 1,9 meter.
Gelombang kemudian berpotensi meningkat menjadi 2,1 meter pada pagi hari, 2,4 meter pada siang hari, dan mencapai 2,9 meter pada malam hari. Angin diprakirakan bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 12–20 knot pada sejumlah waktu prakiraan.
Kondisi ini membuat aktivitas pelayaran perlu memperhatikan perkembangan gelombang, terutama menjelang malam. BMKG juga mengategorikan gelombang di wilayah ini meningkat dari kategori sedang menjadi tinggi pada sore hingga malam hari.
3. Selat Sunda Selatan Lampung, gelombang capai 3 meter

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/lucas andreatta) Selat Sunda bagian selatan Lampung juga perlu diwaspadai karena tinggi gelombang berpotensi mencapai 3 meter pada malam hari. Pada pagi hari, tinggi gelombang diprakirakan sekitar 2,3 meter.
Gelombang berpotensi meningkat menjadi 2,5 meter pada pagi menjelang siang, 2,8 meter pada sore hari, hingga 3 meter pada malam hari. Angin diprakirakan bergerak dari tenggara hingga selatan.
Pada sejumlah waktu, kecepatan angin mencapai 17 knot dengan hembusan hingga 26 knot. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang hendak menyeberang atau beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda.
4. Teluk Lampung relatif lebih tenang, tetapi gelombang bisa meningkat

Ilustrasi gelombang mekanik yang nyata dari laut (pexels.com/Emiliano Arano) Berbeda dengan Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan, kondisi Perairan Teluk Lampung relatif lebih tenang pada pagi hari. Di Perairan Teluk Lampung bagian utara, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 1,1 meter–1,2 meter pada pagi hingga siang hari.
Gelombang berpotensi meningkat menjadi sekitar 1,5 meter pada sore menjelang malam. Sementara itu, Perairan Teluk Lampung bagian selatan diprakirakan memiliki gelombang sekitar 0,8–0,9 meter pada siang hari.
Namun, tinggi gelombang berpotensi meningkat hingga 1,7 meter pada malam hari. Karena itu, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap perlu memperhatikan perkembangan kondisi perairan meskipun gelombang pada pagi hari relatif rendah.
5. Imbauan bagi nelayan dan pengguna transportasi laut

ilustrasi berlayar di antara Ilulissat dan Icefjord (pexels.com/CHRISTIAN PFEIFER) Masyarakat yang beraktivitas di perairan Lampung diimbau memantau informasi cuaca maritim sebelum melaut atau melakukan perjalanan menggunakan kapal.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:





















