- Nelayan tradisional: perhatikan tinggi gelombang dan kemampuan kapal sebelum melaut.
- Operator kapal: pantau pembaruan prakiraan cuaca maritim dan ikuti arahan otoritas pelabuhan.
- Pengguna jasa penyeberangan: periksa informasi operasional kapal sebelum melakukan perjalanan.
- Wisatawan bahari: hindari aktivitas di laut apabila kondisi gelombang dan angin tidak mendukung.
Kondisi Perairan Lampung 19 Oktober 2026, Waspada Gelombang 3,1 Meter

- BMKG memprakirakan gelombang di Perairan Barat Lampung mencapai 3,1 meter pada pagi hingga sore, dengan angin tenggara hingga selatan sekitar 12–13 knot.
- Di Selat Sunda bagian selatan Lampung, gelombang diprediksi 2,8–2,9 meter sejak dini hari hingga sore lalu meningkat menjadi 3,1 meter pada malam hari.
- Data rinci Teluk Lampung belum terverifikasi; nelayan, operator kapal, penumpang, dan wisatawan bahari diminta memantau pembaruan BMKG serta arahan otoritas sebelum beraktivitas.
Bandar Lampung, IDN Times – Kondisi perairan Lampung, Senin (19/10/2026) perlu diwaspadai, terutama di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan. Itu lantaran, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan tinggi gelombang di wilayah tersebut dapat mencapai lebih dari 3 meter.
Berdasarkan data prakiraan maritim BMKG, gelombang di Perairan Barat Lampung diprakirakan mencapai sekitar 3,1 meter pada pagi hingga sore hari. Sementara itu, di Selat Sunda bagian selatan Lampung, tinggi gelombang berpotensi meningkat hingga 3,1 meter pada malam hari.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut. Berikut rincian prakiraan kondisi perairan Lampung pada 19 Oktober 2026.
Berikut IDN Times sajikan kondisi perairan Lampung hari ini.
1. Tabel prakiraan kondisi perairan Lampung
Wilayah Perairan | Gambaran Cuaca | Arah dan Kecepatan Angin | Prakiraan Tinggi Gelombang |
|---|---|---|---|
Perairan Barat Lampung | Berawan hingga berawan tebal | Tenggara–selatan, sekitar 12–13 knot | 2,9–3,1 meter |
Selat Sunda bagian selatan Lampung | Cerah berawan hingga berawan tebal | Tenggara, sekitar 7–17 knot pada sejumlah waktu | 2,8–3,1 meter |
Perairan Teluk Lampung bagian utara | Berawan hingga cerah berawan | Bervariasi mengikuti waktu prakiraan | Perlu memantau pembaruan BMKG |
Perairan Teluk Lampung bagian selatan | Cerah berawan hingga berawan | Bervariasi mengikuti waktu prakiraan | Perlu memantau pembaruan BMKG |
Perairan Timur Lampung bagian selatan | Mengacu pada pembaruan prakiraan maritim BMKG | Mengacu pada pembaruan BMKG | Perlu memantau pembaruan BMKG |
2. Perairan Barat Lampung, gelombang capai 3,1 meter

Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Muhammad Nasir) Perairan Barat Lampung menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian karena gelombang diprakirakan mencapai 3,1 meter pada Senin. Data BMKG menunjukkan gelombang sekitar 2,9 meter pada tengah malam, kemudian meningkat hingga 3 meter pada dini hari dan mencapai 3,1 meter pada pagi hingga sore hari.
Angin diprakirakan bertiup dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan sekitar 12–13 knot. Cuaca diprakirakan berawan hingga berawan tebal.
Tinggi gelombang tersebut perlu diperhatikan oleh nelayan tradisional dan kapal berukuran kecil. Masyarakat sebaiknya mempertimbangkan kondisi cuaca, kemampuan kapal, serta arahan otoritas sebelum memutuskan melaut.
3. Selat Sunda Selatan Lampung, waspadai gelombang malam hari

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/lucas andreatta) Selat Sunda bagian selatan Lampung juga berpotensi mengalami gelombang tinggi pada 19 Oktober 2026. Berdasarkan prakiraan BMKG, tinggi gelombang mencapai sekitar 2,8–2,9 meter pada dini hari hingga sore.
Pada malam hari, gelombang berpotensi meningkat menjadi 3,1 meter. Angin diprakirakan bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan yang berubah mengikuti waktu.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi nelayan, operator kapal, dan pengguna jasa penyeberangan. Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan laut disarankan memeriksa informasi cuaca maritim terbaru sebelum berangkat.
4. Bagaimana kondisi Teluk Lampung?

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Brayden Stanford) Untuk Perairan Teluk Lampung bagian utara dan selatan, data terperinci mengenai tinggi gelombang per jam pada 19 Oktober 2026 belum dapat dipastikan dari sumber yang berhasil diverifikasi.
Karena itu, kondisi Teluk Lampung tidak bisa langsung disimpulkan aman hanya berdasarkan prakiraan gelombang di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan.
Nelayan dan operator kapal tetap perlu memantau pembaruan dari BMKG Maritim Lampung, terutama apabila akan melaut pada sore hingga malam hari. Informasi resmi dapat diperiksa melalui laman BMKG Lampung – Prakiraan Perairan.
5. Imbauan bagi nelayan dan pengguna transportasi laut

ilustrasi nelayan (pexels.com/Huseyin Avni Atagun) Menghadapi potensi gelombang hingga 3,1 meter, masyarakat yang beraktivitas di laut perlu mengutamakan keselamatan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:





















