Jelang Nataru, Karantina Perketat Pengawasan di Pelabuhan Bakauheni

- Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung memperketat pengawasan di Pelabuhan Bakauheni selama Natal dan Tahun Baru 2024/2025.
- Langkah diambil untuk mencegah penyelundupan barang ilegal yang membahayakan ekosistem dan kesehatan masyarakat.
- Peningkatan arus lalu lintas di pelabuhan mendorong kesiapsiagaan petugas dengan penggunaan teknologi canggih untuk mendeteksi barang-barang ilegal.
Bandar Lampung, IDN Times - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung memperketat pengawasan lalu lintas Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.
Kepala Karantina Lampung, Donni Maksydayan mengatakan, langkah pengawasan diambil untuk mencegah terjadinya penyelundupan barang ilegal baik berupa komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan, maupun produk pangan yang membahayakan ekosistem dan kesehatan masyarakat.
“Ini digencarkan dalam rangka tindakan pengawasan dan penindakan karantina," ujarnya, Jumat (13/12/2024).
1. Lalu lintas penumpang hingga barang diprediksi meningkat

Kata Donni, arus penumpang dan barang melalui Pelabuhan Bakauheni menuju Merak maupun sebaliknya akan meningkat pesat menjelang libur Nataru. Termasuk lalu lintas kendaraan pribadi dan truk pengangkut barang, juga diperkirakan mengalami lonjakan signifikan.
Dengan kondisi tersebut, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dari semua pihak yang terlibat dalam proses pemeriksaan di Pelabuhan Bakauheni.
"Kami mengerahkan seluruh potensi yang ada, termasuk meningkatkan jumlah petugas yang siap siaga 24 jam untuk memeriksa barang yang dibawa oleh penumpang atau pengusaha," ucapnya.
2. Sepanjang 2024 ungkap 47 kasus penyelundupan

Berdasarkan data sepanjang 2024, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung berhasil menggagalkan 47 kasus penyelundupan. Donni menyebutkan, kondisi ini menjadi perhatian khusus untuk menjalankan amanah undang-undang.
“Keamanan pangan sangat penting, terutama di tengah tingginya kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru. Penyebaran penyakit pada komoditas yang dibawa tanpa pemeriksaan karantina dapat menyebabkan kerugian besar,” katanya.
Guna memitigasi peningkatan arus lalu lintas, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis di Pelabuhan Bakauheni. Mulai dari pengawasan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi canggih, termasuk pemindaian x-ray untuk mendeteksi barang-barang ilegal yang terbungkus rapat dalam barang bawaan penumpang dan kendaraan.
"Petugas juga akan melakukan pemeriksaan terhadap truk pengangkut barang yang memasuki pelabuhan," sambungnya.
3. Gandeng ASDP hingga masyarakat

Lebih lanjut Donni menambahkan, pihaknya juga bekerja sama dengan ASDP dan instansi terkait lainnya untuk memastikan bahwa tidak ada celah terhadap kasus-kasus penyelundupan. Tak terkecuali, melibatkan masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan, dengan melaporkan terhadap indikasi kegiatan ilegal.
Oleh karenanya, Karantina Lampung juga menyediakan layanan informasi kepada masyarakat, khususnya para pengusaha barang dan penumpang yang membawa barang lintas provinsi, untuk memahami pentingnya persyaratan karantina.
"Melalui pendekatan ini, diharapkan para pelaku usaha dan masyarakat dapat lebih patuh terhadap ketentuan yang berlaku dan mencegah terjadinya penyelundupan," imbuhnya.



















