Bandar Lampung, IDN Times - Hilirisasi sektor pertanian melalui pengembangan Kawasan Industri Kakao diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Provinsi Lampung sekaligus memperluas kesejahteraan petani. Pasalnya, selama ini sebagian besar hasil kakao masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku, sehingga nilai tambah yang diperoleh petani belum optimal.
Hal itu mengemuka dalam rapat pembahasan Pengembangan Pembangunan Kawasan Industri Kakao yang dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, PT. Mitra Agro Usaha Perkebunan (MAUP) dan PT Buhler Indonesia di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (21/7/2026).
