Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hari Kebudayaan di Lampung, Ada Tari Bedana dan Film Gratis

Kab. Lampung Timur
3 min read
Hari Kebudayaan di Lampung, Ada Tari Bedana dan Film Gratis
Potret Menara Siger, Lampung (diskominfotik.lampungprov.go.id)
  • BPK Lampung menggelar peringatan Hari Kebudayaan 2026 pada 17 Oktober di Taman Purbakala Pugungraharjo, Lampung Timur, dari pagi hingga malam.

  • Agenda mencakup pemeliharaan cagar budaya, pemeriksaan dampak debu vulkanik Anak Krakatau, serta kunjungan ke Darman MR, penata Tari Muli Betanggai.

  • Pengunjung dapat mengikuti pelatihan dan pementasan Tari Bedana, lalu menonton lima film kebudayaan gratis dengan jajanan serta doorprize.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Timur, IDN Times - Mau mengisi akhir pekan dengan kegiatan yang dekat dengan budaya Lampung? Taman Purbakala Pugungraharjo punya sejumlah agenda menarik dalam peringatan Hari Kebudayaan 2026.

Agenda itu digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Lampung, Sabtu (17/10/2026) di Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional Taman Purbakala Pugungraharjo Kabupaten Lampung Timur. Acaranya berlangsung sejak pagi hingga malam, dengan kegiatan yang mengajak masyarakat mengenal budaya lewat pengalaman berbeda.

Di sana, pengunjung bisa mengenal situs bersejarah, belajar tari tradisional, hingga menonton film kebudayaan tanpa biaya.

  1. 1. Merawat situs bersejarah dan mengenal sosok di balik seni tari Lampung

    ilustrasi tarian adat (IDN Times /Ervan)
    ilustrasi tarian adat (IDN Times /Ervan)

    Peringatan Hari Kebudayaan di Pugungraharjo dimulai dengan aksi pemeliharaan cagar budaya pada pukul 08.00–12.00 WIB. Kegiatannya berupa praktik pembersihan manual pada bangunan cagar budaya. Kegiatan lain berupa pemeriksaan pengaruh paparan debu vulkanik dalam rentang satu bulan setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.

    Agenda berikutnya mengajak peserta mengenal seniman yang telah lama berkarya dalam seni tari. BPK Lampung menjadwalkan kunjungan ke kediaman Darman MR, penata Tari Muli Betanggai yang menekuni dunia tari sejak 1973 hingga sekarang.

  2. 2. Mengenal Tari Bedana lewat pelatihan dan pementasan

    Pesta Budaya untuk merayakan keberagaman budaya dan kerukunan digelar di Lapangan Desa Bumijaya Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (7/12/2024). (Dok. ChildFund International di Indonesia).
    Pesta Budaya untuk merayakan keberagaman budaya dan kerukunan digelar di Lapangan Desa Bumijaya Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (7/12/2024). (Dok. ChildFund International di Indonesia).

    Tari Bedana tradisional Lampung juga mendapat tempat dalam rangkaian acara. Kali ini, masyarakat tidak hanya diajak menyaksikan pertunjukan, tetapi juga mengikuti pelatihan tari yang dipandu Andi Wijaya.

    Andi merupakan seniman tari tradisi yang bermukim di Negeri Olokgading. Kegiatan aktivasi warisan budaya tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 13.00–16.00 WIB di Punden Enam, Taman Purbakala Pugungraharjo.

    Pelatihan dan pementasan menjadi kesempatan untuk mengenal kesenian tradisional dari sisi praktik sekaligus pertunjukan. Kehadiran seniman lokal juga mempertemukan masyarakat dengan pelaku yang menjaga keberlangsungan tari tradisi di Lampung.

  3. 3. Nonton film kebudayaan gratis, tersedia jajanan dan doorprize

    Ilustrasi tempat nonton film (pexels.com/İNZİLE DAL)
    Ilustrasi tempat nonton film (pexels.com/İNZİLE DAL)

    Menjelang malam, agenda berlanjut dengan pemutaran film kebudayaan di Gerbang Utama Taman Purbakala Pugungraharjo. Acara ini berlangsung pukul 19.00–21.00 WIB dan bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati kegiatan budaya dengan suasana lebih santai.

    Lima film yang tercantum dalam agenda pemutaran adalah Kwartet, Komarong, Mahardika, Ijo, dan Emas. Pengunjung juga bisa menikmati jajanan gratis serta berkesempatan mendapatkan doorprize menarik.

  4. 4. Mengapa Hari Kebudayaan diperingati setiap 17 Oktober?

    ilustrasi kirab budaya (pexels.com/Irwan Bajang)
    ilustrasi kirab budaya (pexels.com/Irwan Bajang)

    Peringatan Hari Kebudayaan sendiri ditetapkan setiap 17 Oktober melalui Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 162/M/2025 pada 7 Juli 2025. Usulan tanggal tersebut berasal dari seniman dan budayawan Yogyakarta yang telah melakukan kajian sejak Januari 2025.

    Tanggal 17 Oktober juga memiliki kaitan historis dengan penetapan Bhinneka Tunggal Ika sebagai bagian dari lambang Garuda Pancasila oleh Presiden Sukarno pada 17 Oktober 1951. Semboyan tersebut menjadi simbol pemersatu keberagaman Indonesia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More