Pasca Tabrakan di OKU, KAI Klaim Jalur Kereta Api Berangsur Normal

KAI Divre IV Tanjungkarang menyatakan jalur di Stasiun Talang Baru, OKU, kembali dapat digunakan setelah tabrakan kereta pengangkut batu bara.
Kereta penumpang rute Tanjungkarang-Kertapati dan sebaliknya, serta kereta batu bara, sudah kembali beroperasi tanpa ada perjalanan yang tertahan.
Operasional belum sepenuhnya maksimal karena penanganan sisa dampak insiden masih berlangsung, sementara penyebab kecelakaan menunggu investigasi KNKT.
Bandar Lampung, IDN Times - Perjalanan kereta api dari Stasiun Tanjungkarang, Lampung menuju Stasiun Kertapati, Palembang diklaim berangsur normal pascainsiden tabrakan kereta api pengangkut batu bara di perlintasan jalur 1 emplasemen Stasiun Talang Baru, Desa Talang Baru, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan.
Kepala Divisi Regional (Kadivre) IV Tanjungkarang, Hendy Helmy mengatakan, penanganan pascainsiden telah dilakukan dan jalur kereta api kini kembali dapat digunakan.
"Sudah normal. Semua sudah bisa jalan. Kemarin siang sudah selesai," ujarnya dikonfirmasi IDN Times, Jumat (16/10/2026).
1. KA penumpang dan barang kembali berjalan

Aktivitas perjalanan kereta api di wilayah KAI Divre IV Tanjungkarang. (Dok. KAI Divre IV Tanjungkarang). Hendy menjelaskan, saat ini tidak ada lagi kereta api penumpang maupun kereta api barang tertahan akibat insiden tersebut. Menurutnya, perjalanan kereta api dari Stasiun Tanjungkarang menuju Kertapati maupun sebaliknya sudah kembali berjalan.
Kondisi tersebut turut dialami dengan perjalanan kereta api pengangkut batu bara. "Kereta api sudah bisa digunakan, terus kereta penumpang dari Stasiun Tanjungkarang ke Kertapati sudah bisa jalan. Terus kereta api batu bara juga sudah berjalan normal," jelasnya.
Meski demikian, Hendy menyebut operasional kereta api belum sepenuhnya maksimal karena masih terdapat sejumlah penanganan sisa dampak insiden dilakukan petugas. "Memang belum maksimal, tapi ekarang tinggal penanganan yang masih sisa-sisa," lanjut dia.
2. Investigasi kecelakaan tunggu KNKT

ilustrasi investigasi (IDN Times/Aditya Pratama) Terkait penyebab dan hasil investigasi insiden tabrakan tersebut, Hendy mengatakan belum dapat menyampaikan kesimpulan peristiwa. Ia menyebut proses investigasi nantinya akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Investigasi nanti baru KNKT datang, belum diputuskan juga," katanya.
Namun ia menegaskan, perjalanan kereta api saat ini telah kembali berjalan normal, serta penanganan terhadap kereta api terdampak insiden juga telah dilakukan. "Seputar penanganan, dalam arti kereta api yang terdampak kecelakaan sudah kita tangani," sambung Hendy.
3. KAI klaim operasional berangsur pulih

Aktivitas penumpang kereta api di Stasiun Tanjungkarang selama libur Imlek 2026. (Dok. KAI Divre IV Tanjungkarang). Kembali berfungsinya jalur tersebut, Hendy menambahkan, perjalanan kereta api yang menghubungkan Lampung dan Sumatra Selatan kini dapat kembali berlangsung.
KAI Divre IV Tanjungkarang memastikan kereta penumpang maupun kereta batu bara sudah dapat melintas, meski proses penanganan pascainsiden masih berjalan.
"Jadi intinya gini, ke depannya sudah bisa jalan kemarin dari siang. Nah, sekarang tinggal penanganan yang masih sisa-sisanya," imbuh dia.



















