Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengenal Nyubuk, Cara Unik Masyarakat Lampung Melihat Calon Jodoh

Bandar Lampung
3 min read
Mengenal Nyubuk, Cara Unik Masyarakat Lampung Melihat Calon Jodoh
Potret Menara Siger, Lampung (diskominfotik.lampungprov.go.id)
  • Nyubuk adalah tradisi adat Lampung untuk mengenal seseorang dan keluarganya, terutama dalam hubungan bujang-gadis serta rangkaian pernikahan, dengan aturan tidak tertulis yang berlaku di masyarakat.

  • Tradisi ini mencakup Nyubuk Mulei saat pemuda mengunjungi gadis, Nyubuk Mengiyan oleh keluarga calon mempelai pria, dan Nyubuk Majeu untuk melihat calon pengantin perempuan.

  • Dalam Nyubuk Majeu, ibu-ibu atau gadis datang berkelompok pada malam hari dengan sarung menutupi wajah dan tubuh agar tidak dikenali saat mengamati calon pengantin dan lingkungan keluarga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times – Kalau sekarang orang bisa kepo dengan calon pasangan lewat media sosial, masyarakat Lampung punya tradisi nyubuk untuk mengenal calon pasangan dan keluarganya. Uniknya, dalam salah satu prosesi nyubuk, orang-orang yang datang menutupi wajah dan tubuh dengan kain sarung hingga hanya bagian mata yang terlihat.

Di balik cara yang terbilang unik ini, nyubuk punya beberapa bentuk dengan pelaksanaan berbeda, mulai dari kunjungan pemuda ke kediaman gadis hingga prosesi melihat calon pengantin. Tradisi ini juga menyimpan cerita tentang hubungan keluarga menjelang pernikahan.

Yuk, kenali lebih jauh tradisi nyubuk dalam adat Lampung.

  1. 1. Apa Itu Nyubuk dalam adat Lampung?

    Para penari cangget di acara Begawi adat Lampung (IDN Times/Istimewa)
    Para penari cangget di acara Begawi adat Lampung (IDN Times/Istimewa)

    Nyubuk berasal dari kata subuk, yang berarti mengintip atau mengintai untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. Dalam masyarakat Lampung, istilah ini digunakan untuk menyebut kegiatan yang berkaitan dengan upaya mengenal seseorang, termasuk dalam konteks hubungan bujang dan gadis serta rangkaian pernikahan adat.

    Nyubuk juga memiliki aturan tidak tertulis yang perlu ditaati oleh masyarakat yang menjalankannya. Aturan tersebut menjadi bagian dari kebiasaan adat agar kegiatan berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan masyarakat setempat.

  2. 2. Ada Nyubuk Mulei, Nyubuk Mengiyan, dan Nyubuk Majeu

    Closing ceremony Lampung Begawi x SigerFest 2026 di Lampung City Mall, Minggu (20/9/2026) malam. (IDN Times/Martin L Tobing).
    Closing ceremony Lampung Begawi x SigerFest 2026 di Lampung City Mall, Minggu (20/9/2026) malam. (IDN Times/Martin L Tobing).

    Nyubuk memiliki beberapa bentuk dengan tujuan dan pelaksanaan berbeda. Pertama, Nyubuk Mulei, yaitu kegiatan ketika meghanai atau pemuda berkunjung ke kediaman mulei atau gadis.

    Kedua, Nyubuk Mengiyan, yakni kunjungan keluarga calon pengantin pria ke kediaman keluarga calon pengantin perempuan. Rombongan ini terdiri dari tetua, tokoh adat, dan calon mempelai pria.

    Sebelum acara berlangsung, utusan dari pihak keluarga lebih dahulu menyampaikan maksud kedatangan, termasuk pembicaraan mengenai bahan pangan dan biaya pelaksanaan nyubuk.

    Ketiga, Nyubuk Majeu, yaitu prosesi untuk melihat calon pengantin perempuan secara lebih dekat. Dalam rangkaian perkawinan adat Lampung, prosesi ini biasanya dilakukan setelah mulei diboyong ke rumah meghanai, sementara hari pernikahan masih memiliki tenggat waktu. Masa tersebut dimanfaatkan oleh kerabat dekat pihak bujang untuk melakukan nyubuk.

  3. 3. Mengapa orang yang datang saat Nyubuk Majeu memakai sarung?

    ilustrasi sarung goyor
    ilustrasi sarung goyor (unsplash.com/Christopher González)

    Salah satu membuat Nyubuk Majeu menarik perhatian adalah kebiasaan peserta menutupi wajah dan tubuh menggunakan kain sarung hingga hanya bagian mata yang terlihat. Penampilan ini membuat mereka sekilas tampak seperti ninja.

    Prosesi ini biasanya dilakukan pada malam hari oleh ibu-ibu atau gadis yang datang berkelompok ke rumah calon pengantin. Mereka mengintip secara diam-diam untuk melihat kondisi calon pengantin perempuan sekaligus mengamati suasana di lingkungan keluarga besar mempelai pria.

    Kain sarung yang menutupi tubuh dan wajah dikenakan agar kehadiran mereka tidak dikenali oleh calon pengantin maupun keluarganya. Nyubuk Majeu menjadi momen bagi keluarga besar dan masyarakat yang hadir untuk melihat calon pengantin perempuan, baik dari sisi lahiriah maupun suasana batiniahnya selama berada di lingkungan keluarga besar mempelai pria.

    Tradisi ini masih dapat dijumpai di daerah yang masyarakatnya mempertahankan adat Lampung Pepadun. Selain menjadi bagian dari rangkaian pernikahan, Nyubuk Majeu juga menjadi salah satu tradisi yang menarik untuk dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya Lampung.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More