Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gempa Bumi Beruntun Guncang Tanggamus, Warga Berhamburan Keluar Gedung

Kab. Tanggamus
2 min read
Gempa Bumi Beruntun Guncang Tanggamus, Warga Berhamburan Keluar Gedung
Rekaman video pegawai di lingkungan Pemkab Tanggamus berhamburan keluar gedung saat aktivitas gempa bumi, Rabu (28/10/2026). (IDN Times/Istimewa)
  • Gempa beruntun mengguncang Tanggamus, Lampung, Rabu sore, membuat warga dan pegawai Pemkab keluar gedung setelah merasakan dua guncangan berdekatan.

  • BMKG mencatat gempa magnitudo 3,9 pada 15.22 WIB dan magnitudo 4,1 satu menit kemudian, dipicu aktivitas sesar aktif dangkal.

  • Hingga 16.14 WIB, tercatat 20 gempa susulan; getaran terasa hingga sejumlah wilayah, tanpa laporan kerusakan bangunan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tanggamus, IDN Times - Warga di Kabupaten Tanggamus, Lampung panik setelah merasakan gempa bumi beruntun, Rabu (28/10/2026) sore. Guncangan membuat sejumlah warga, termasuk pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus berhamburan keluar gedung.

Warga Pugung, Tanggamus, Gandanu mengatakan, gempa bumi terasa dua kali dalam waktu cukup berdekatan. Guncangan pertama dan kedua dirasakan sekitar pukul 15.22 WIB.

"Iya, tadi kerasa gempanya, jadi pada keluar semua," ujarnya menceritakan kondisi di lingkungan kantor Pemkab Tanggamus saat terjadi gempa bumi.

  1. 1. Warga sempat panik

    Rekaman video pegawai di lingkungan Pemkab Tanggamus berhamburan keluar gedung saat aktivitas gempa bumi, Rabu (28/10/2026)
    Rekaman video pegawai di lingkungan Pemkab Tanggamus berhamburan keluar gedung saat aktivitas gempa bumi, Rabu (28/10/2026). (IDN Times/Istimewa)

    Danu melanjutkan, guncangan gempa cukup terasa hingga membuat sejumlah orang di dalam kantor memilih keluar gedung. Ia juga merasakan bagian plafon ikut bergetar saat gempa terjadi.

    Meski sempat panik, kondisi berangsur normal setelah guncangan berhenti. "Kalau sekarang sudah nggak, dah gak lagi guncangannya," ucap pegawai magang di lingkungan Pemkab Tanggamus tersebut.

    Situasi di lingkungan perkantoran juga disebut langsung kembali kondusif pascaberangsurnya aktivitas gempa tersebut. "Kalau di kantor gak ada kerusakan, alhamdulillah," lanjut dia.

  2. 2. Gempa beruntun magnitudo 3,9 dan 4,1

    Peta aktivitas gempa bumi guncang wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung, Rabu (28/10/2026)
    Peta aktivitas gempa bumi guncang wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung, Rabu (28/10/2026). (Dok. BMKG Lampung).

    Berdasarkan data BMKG, Prakirawan Stasiun Geofisika Kotabumi, Agung menjelaskan, gempa tektonik terjadi dua kali di wilayah Tanggamus pada Rabu sore. Gempa pertama terjadi pukul 15.22.47 WIB dengan magnitudo 3,9. Episenter berada pada koordinat 5,40 Lintang Selatan dan 104,67 Bujur Timur, atau di darat sekitar 9 kilometer barat laut Tanggamus dengan kedalaman 4 kilometer.

    Sementara gempa kedua terjadi satu menit kemudian, pukul 15.23.47 WIB, dengan magnitudo 4,1. Episenternya berada pada koordinat 5,43 Lintang Selatan dan 104,65 Bujur Timur, sekitar 6 kilometer barat laut Tanggamus dengan kedalaman 5 kilometer.

    "BMKG menganalisis bahwa aktivitas gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif," jelasnya.

  3. 3. Ada 20 aktivitas gempa susulan

    Ilustrasi gempa. (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi gempa. (IDN Times/Arief Rahmat)

    Agung menyampaikan, BMKG mencatat guncangan gempa dirasakan di Kota Agung dengan skala intensitas III MMI. Artinya, getaran terasa nyata di dalam rumah dan dirasakan seperti ada truk yang sedang melintas.

    Sementara di Kotabumi, Pringsewu, Ulu Belu, Gisting, Sumberejo, dan Kotaagung Timur, gempa dirasakan dengan skala II MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang.

    Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa. Namun, BMKG mencatat hingga pukul 16.14 WIB telah terjadi 20 aktivitas gempa susulan. "Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengutamakan informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan gempa maupun potensi gempa susulan," imbuh Agung.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More