Darmajaya Kembangkan Sistem Pantau Banjir Real-Time Berbasis AI

- IIB Darmajaya meluncurkan sistem pemantau banjir berbasis IoT dan AI untuk mendukung mitigasi bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di Kota Bandar Lampung.
- Sistem ini memiliki fitur notifikasi otomatis melalui WhatsApp dan integrasi CCTV, memungkinkan peringatan dini serta respons cepat terhadap potensi banjir di wilayah rawan.
- Selain memantau banjir, teknologi Smart City ini juga mengawasi pengelolaan sampah dan menggunakan AI untuk menganalisis data serta memprediksi potensi banjir secara lebih akurat.
Bandar Lampung, IDN Times – Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menghadirkan inovasi layanan digital berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk memantau kondisi banjir secara real-time di Kota Bandar Lampung. Sistem ini dirancang untuk mendukung mitigasi bencana pemerintah daerah sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Kehadiran teknologi ini dinilai menjadi solusi penting di tengah persoalan banjir perkotaan yang masih kerap terjadi. Dengan sistem berbasis data, informasi yang sebelumnya lambat kini bisa diakses lebih cepat, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara lebih tepat.
1. Dashboard smart city pantau kondisi kota secara real-time

Dekan Fakultas Ilmu Komputer IIB Darmajaya, Muhammad Said Hasibuan mengatakan, layanan ini terintegrasi dalam dashboard Smart City Monitoring yang menampilkan berbagai indikator penting, mulai dari tinggi muka air sungai, kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU), hingga armada pengangkut sampah. Sistem juga dilengkapi fitur peringatan dini banjir. Ketika terjadi kenaikan permukaan air, sistem secara otomatis mendeteksi dan mengirimkan notifikasi kepada operator. Hal ini memungkinkan respons yang lebih cepat sebelum kondisi semakin parah.
"Pengembangan ini sebagai bentuk kontribusi kampus dalam mendukung transformasi digital kota. Kami berupaya menghadirkan teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga solutif terhadap persoalan lingkungan perkotaan,” ujarnya.
2. Notifikasi banjir langsung ke warga dan pantauan CCTV

Menurutnya, salah satu fitur unggulan sistem ini adalah notifikasi otomatis melalui WhatsApp kepada masyarakat. Selain itu, sistem juga terintegrasi dengan kamera pengawas (CCTV) di titik pemantauan sungai. Saat sensor IoT mendeteksi air melampaui ambang batas, peringatan akan langsung dikirimkan kepada pihak terkait dan warga di wilayah rawan banjir. Fitur ini menjadi krusial karena kecepatan informasi sangat menentukan keselamatan masyarakat.
"Pemanfaatan teknologi ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya berfokus pada kemudahan layanan, tetapi juga dapat berperan dalam perlindungan masyarakat dari risiko bencana," kata Said Hasibuan.
3. Pantau sampah hingga prediksi banjir berbasis AI

Selain banjir, lanjut Said Hasibuan, sistem Smart City Darmajaya juga memantau pengelolaan sampah melalui fitur monitoring armada dan kapasitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) berbasis IoT. Menurutnya, pemerintah daerah dapat melihat rute kendaraan, tingkat kepenuhan tempat sampah, hingga kapasitas TPS secara digital.
"Kedepan pengelolaan sampah diharapkan mengarah pada konsep ekonomi sirkular, yakni pengolahan sejak dari rumah tangga. Di sisi lain, teknologi Artificial Intelligence (AI) digunakan untuk menganalisis data, memetakan wilayah rawan banjir, hingga memprediksi potensi banjir berdasarkan data historis," jelasnya.
Melalui inovasi ini, Said Hasibuan berharap, IIB Darmajaya dapat menghadirkan ekosistem Smart City yang lebih komprehensif. Dengan sistem yang terintegrasi, informasi kebencanaan dapat diketahui lebih cepat, akurat, dan dapat ditindaklanjuti secara optimal oleh pemerintah maupun masyarakat.


















