Cuaca Buruk Akhir Tahun, Wisata Lampung Tetap Siap Sambut Pelancong

- Cuaca buruk di Lampung menjadi perhatian serius menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025.
- Pihak BMKG memberikan informasi terkait cuaca dan antisipasi gelombang tinggi kepada masyarakat, terutama bagi para wisatawan yang akan berlibur ke pantai.
- Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung memastikan keamanan pengunjung dengan koordinasi bersama pihak kepolisian, BMKG, dan pengelola destinasi wisata.
Bandar Lampung, IDN Times - Libur Natal dan Tahun Baru menjadi momen penting bagi pariwisata Lampung untuk menggaet wisatawan. Namun prediksi cuaca buruk menjadi perhatian serius mengingat musim libur Natal dan akhir tahun sudah di depan mata.
Kondisi cuaca tak menentu memunculkan tantangan tersendiri, bagi para wisatawan maupun pihak terkait yang bertanggung jawab menjaga keselamatan dan kenyamanan mereka.
Lalu, bagaimana langkah-langkah strategis yang diambil untuk memastikan wisata Lampung tetap aman dan nyaman meski dihadapkan pada cuaca buruk? Kali ini IDN Times akan membahas persiapan yang dilakukan pihak keamanan, guna memberikan rasa tenang bagi pelancong yang datang ke Lampung.
1. BMKG imbau wisatawan pantau prediksi cuaca

Kepala BMKG Maritim Lampung, Tarjono, mengingatkan Lampung saat ini berada di musim penghujan. Menurutnya, puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi antara Januari hingga Februari 2025. Artinya, masih ada potensi cuaca buruk di akhir tahun ini.
"Tapi kami selalu memberikan informasi terkait cuaca dan warning tinggi gelombang kepada masyarakat, agar masyarakat bisa waspada ketika akan wisata ke pantai," katanya kepada IDN Times, Sabtu (21/12/2024).
Tarjono juga mengingatkan para wisatawan yang akan berwisata ke Lampung terutama ke pantai, harus lebih hati-hati dan selalu memantau prakiraan cuaca telah disampaikan BMKG melalui media sosial Instagram.
"Jika cuaca tidak bersahabat sebaiknya jangan memaksakan diri wisata ke pantai atau beraktivitas di lautan. Terutana di Pesisir Barat dan Selatan Lampung itu mempunyai potensi gelombang cukup tinggi. Kalau di pesisir timur relatif lebih rendah," jelasnya.
2. Dinas pariwisata Lampung pastikan keselamatan dan keamanan pengunjung

Meski cuaca dipredksi buruk, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Kepala Disparekraf Lampung, Bobby Irawan, mengatakan, telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, BMKG, pengelola destinasi wisata, dan dinas pariwisata kabupaten/kota untuk mengutamakan keselamatan pengunjung.
“Karena pengunjung favorit pengunjung adalah wisata alam, terutama pantai, kami telah menyiapkan antisipasi, seperti menyiapkan personel khusus untuk menjaga keamanan wisatawan,” ujar Bobby saat diwawancara IDN Times.
Menurut Bobby, pihak BMKG juga telah menyampaikan terkait cuaca selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) memang diprediksi terjadi hujan di luar normal. Untuk itu, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan oleh pihak terkait, termasuk memastikan keselamatan transportasi laut di Pelabuhan Bakauheni, transportasi darat, dan udara.
“Sehingga orang yang melaksanakan libur Nataru terjamin keamanan dan keseleamatannya,” ujarnya.
3. Dinas pariwisata optimis wisatawan Lampung lampaui target

Lebih lanjut Bobby menyebut, Lampung masuk10 besar destinasi wisata favorit di Indonesia berdasarkan pantauan media sosial. Menariknya, sekitar 46 persen wisatawan yang datang ke Lampung berasal dari Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Padang.
"Pintu aksesibilitas wisatawan ke Lampung tidak hanya melalui Pelabuhan Bakauheni, tetapi juga Tol Trans Sumatera, jalur lintas tengah, dan pesisir barat. Semua ini menjadi perhatian kami, terutama saat libur Nataru,” jelasya.
Bobby menambahkan, pergerakan wisatawan domestik ke Lampung pada 2023 mencatat angka yang fantastis, yakni 13,4 juta orang. Jumlah tersebut jauh melampaui target yang ditetapkan, yaitu 5,5 juta orang. Pada tahun ini, hingga bulan Oktober saja, jumlah kunjungan sudah mencapai 14,7 juta orang.
"Jadi kemungkinan tetap ada kenaikan kunjungan wisatawan ke Lampung selama libur Nataru ini. Saya rasa, minat orang untuk mudik dan berkunjung di libur Nataru tidak akan terlalu signifikan menurun karena pengaruh cuaca. Kemudian ada juga tantangan melemahnya pengeluaran kelas menengah, tapi saya rasa itu juga tidak akan berpengaruh signifikan pada kunjungan wisata di Lampung," terangnya.
4. Hadapi cuaca buruk, PHRI repositioning pasar wisata

Sekretaris BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Lampung, Friandi Indrawan, merasa tak mampu berbuat apa-apa jika dikaitkan dengan cuaca buruk akhir tahun ini. Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi buruk dapat berdampak langsung pada minat masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Friandi tetap optimis dan memiliki strategi untuk menghadapinya. Salah satu langkah yang diambil oleh PHRI adalah melakukan repositioning pasar wisata.
"Kalau dikaitkan dengan cuaca kami tidak bisa berkata-kata lagi karena itu kan urusannya sama Tuhan. Tapi kita tetap masih berharap tamu di luar Jabodetabek seperti dari Sumatra mau berlibur ke Lampung. Itu diharapkan sebagai pengganti tamu-tamu dari Jawa," ujarnya.
Menurut Friandi, reservasi kamar hotel di Lampung saat ini baru mencapai 70 persen dan dominasi wisatawan dari Sumatra. Sebuah angka yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu yang sudah mencapai 80 persen pada periode yang sama.
"Kalau sekarang, masih banyak kamar yang tersedia di hotel-hotel. Biasanya wisatawan lokal Lampung 50 persen tidak menginap dan 50 persen menginap ketika nanti malam tahun baru," terangnya.
5. Lonjakan pengunjung tak setinggi akhir tahun lalu

Penurunan pengunjung juga diprediksi wisata Pantai Marina di Lampung Selatan. Menurut Pengelola wisata Pantai Marina Nike Hermansyah, jumlah pengunjung pada libur akhir tahun ini diperkirakan menurun sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Ada (periode Desember) peningkatan pengunjung, tapi masih dalam batas normal. Tahun ini lonjakannya tidak setinggi tahun lalu. Tapi kalau dibandingkan hari-hari biasa, memang ada peningkatan,” jelas Nike.
Terkait prediksi cuaca buruk ini, Nike menegaskan keamanan pengunjung tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, pantai Marina memiliki petugas pantai yang telah tersertifikasi dalam pelatihan penanganan darat dan laut,. "Para petugas selalu diingatkan untuk mengawasi pengunjung secara ketat," tambahnya.
Apalagi, lanjutnya, Pantai Marina memang menerapkan aturan yang melarang pengunjung berenang di laut. Namun, Nike memastikan wisatawan tetap dapat menikmati berbagai spot foto menarik lainnya.
“Kami punya banyak wisata darat, seperti spot foto bergaya Santorini, musala bernuansa Maroko, gapura Bali, dan teras untuk menikmati pemandangan laut,” ujarnya.
Nika menambahkan, untuk perayaan pesta akhir tahun, Pantai Marina juga menghadirkan berbagai acara menarik dengan lokasi yang lebih aman. "Kami menyediakan reservasi untuk kegiatan camping, tetapi lokasinya di bukit, bukan di area pantai. Saya rasa ini lebih aman,” ujar Nike.
6. Tetap rencanakan liburan ke pantai, menyesuaikan prediksi cuaca

Rahmi, salah satu warga Kota Bandar Lampung sudah merencanakan liburan ke Pantai Marina berasama keluarganya. Menurutnya prediksi cuaca buruk tak mempengaruhi rencananya untuk berlibur ke pantai.
"Kami pantau cuaca dulu dari BMKG. Katanya kan hujan bakal turun siang atau sore hari, jadi kita rencanain berangkat pagi-pagi. Harapannya, sih, bisa sampai di sana sebelum hujan turun," ujarnya.



















