Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cegah Penularan Influenza A, Dinkes Bandar Lampung Ingatkan Jaga Imun
ilustrasi influenza (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Dinkes Bandar Lampung mengingatkan warga menjaga imun dan menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker saat bergejala flu, menjaga kebersihan, serta etika batuk dan bersin.

  • Gejala influenza seperti demam, pegal, dan rasa tidak nyaman perlu dikenali; warga sakit diminta mengurangi kontak dekat untuk melindungi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan.

  • Warga dianjurkan cukup minum, makan bergizi, dan beristirahat, serta segera ke fasilitas kesehatan bila mengalami sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, atau dehidrasi berat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times – Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah risiko penularan penyakit infeksi saluran pernapasan, termasuk Influenza A.

Masyarakat diminta memperhatikan kondisi tubuh, menjaga pola hidup sehat, serta menerapkan langkah pencegahan ketika mengalami gejala flu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan penggunaan masker menjadi salah satu upaya yang perlu diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang sedang mengalami gejala flu.

"Kalau misalnya kita sudah bergejala, terutama mereka yang terkena flu, baik itu flu biasa maupun jenis flu lainnya, yang jelas protokol kesehatan itu harus diperhatikan," katanya, (27/10/2026).

Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam mencegah penularan diperlukan agar infeksi saluran pernapasan tidak mudah menyebar kepada orang lain. Selain memakai masker, warga juga perlu menjaga kebersihan diri dan menerapkan etika batuk serta bersin.

1. Gejala influenza perlu dikenali sejak awal

ilustrasi influenza virus (flicker.com/NIAID)

Muhtadi menjelaskan, influenza merupakan penyakit akibat infeksi virus yang dapat menimbulkan gejala mirip flu biasa. Keluhan yang muncul dapat berupa demam, badan terasa hangat, pegal-pegal, hingga tubuh terasa tidak nyaman.

"Meski memiliki gejala yang serupa, tapi tingkat keparahan influenza dapat berbeda pada setiap orang," ujarnya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan keluhan yang muncul, terutama apabila kondisi tubuh semakin menurun.

Ia juga mengingatkan warga yang sedang sakit untuk mengurangi kontak dekat dengan orang lain. Langkah ini penting dilakukan untuk membantu menekan risiko penularan, khususnya kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit tertentu.

Selain menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, masyarakat dianjurkan membersihkan tangan setelahnya.

"Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi penyebaran virus melalui tangan dan benda yang terkontaminasi," jelasnya.

2. Cuaca panas membuat kebutuhan cairan perlu diperhatikan

Ilustrasi cuaca panas (pexels.com/Kari Kittlaus)

Selain mengingatkan pencegahan penularan, Muhtadi menyoroti pentingnya memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama ketika masyarakat banyak beraktivitas di luar ruangan.

Ia menyebut, konsumsi air sekitar dua liter sehari sebagai acuan umum. Namun, kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda, bergantung pada usia, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan suhu lingkungan.

"Kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terlebih ketika tubuh terpapar cuaca panas dalam waktu lama. Kami menyarankan minum secara teratur dan tidak menunggu hingga merasa sangat haus," katanya.

Menjaga kesehatan juga perlu didukung dengan konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Warga yang sedang mengalami gejala sakit sebaiknya mengurangi aktivitas berat agar tubuh memiliki waktu untuk pulih.

Muhtadi turut mengingatkan penggunaan masker ketika kondisi udara kurang baik. Pemilihan masker sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk membantu mengendalikan penularan penyakit pernapasan maupun mengurangi paparan partikel polusi.

3. Keluhan berat harus segera mendapat penanganan medis

Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Muhtadi Temenggung Arsyad. (IDN Times/Muhaimin)

Muhtadi mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang memburuk atau tidak kunjung membaik.

"Keluhan seperti sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, maupun tanda dehidrasi berat memerlukan pertolongan medis segera. Jadi, jika ada rasa seperti itu silahkan ke puskesmas atau layanan kesehatan segera," imbaunya.

Ia menjelaskan penyebab infeksi tidak selalu bisa dipastikan hanya berdasarkan keluhan yang dirasakan sehingga pemeriksaan medis mungkin diperlukan sesuai kondisi pasien.

Curated For You

Editorial Team

Related Article