Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BMKG Prediksi Hujan Desember 2024 di Sebagian Wilayah Lampung Normal

BMKG Prediksi Hujan Desember 2024 di Sebagian Wilayah Lampung Normal
ilustrasi hujan (unsplash.com/Atilla Bingöl)
Intinya Sih
  • BMKG Lampung: Desember 2024, curah hujan beragam, Pesisir Barat diperkirakan tinggi (300-500 mm/bulan), Bandar Lampung dan Metro sedang (200-400 mm/bulan)
  • Sifat hujan di Lampung sebagian besar normal (85-115%), namun Pesisir Barat dan Tanggamus berpotensi di atas normal (116-150%), waspada genangan, banjir, longsor
  • Puncak musim hujan di Lampung didominasi Januari 2025, wilayah tertentu sudah puncak pada November, imbauan persiapan antisipasi dampak buruk dari hujan tinggi
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) Provinsi Lampung mencatat Desember 2024 di wilayah setempat diprediksi mengalami curah hujan bervariasi, dengan dominasi intensitas menengah hingga tinggi. Wilayah barat seperti Pesisir Barat, Tanggamus dan Lampung Barat diperkirakan menerima curah hujan lebih tinggi (300-500 mm/bulan) karena pengaruh topografi pegunungan dan kedekatannya dengan Samudera Hindia.

Sementara itu, wilayah lainnya, termasuk Kota Bandar Lampung dan Metro, berada pada kategori curah hujan menengah (200-400 mm/bulan), cocok untuk aktivitas harian meskipun tetap waspada terhadap hujan sedang.

1. Sifat hujan di Lampung sebagian besar berada kategori Normal

ilustrasi hujan (unsplash.com/Aditya Nara)
ilustrasi hujan (unsplash.com/Aditya Nara)

BMKG juga mencatat, Desember 2024, sifat hujan di Provinsi Lampung diprediksi sebagian besar berada pada kategori Normal 85-115 persen, menandakan curah hujan yang sesuai dengan pola rata-rata tahunan. Namun, wilayah barat seperti Pesisir Barat dan Tanggamus, sebagian kecil wilayah Lampung Tengah, Lampung Timur dan Tulang Bawang juga berpotensi mengalami sifat hujan di atas normal 116-150 persen, sehingga masyarakat di wilayah tersebut diimbau waspada terhadap curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya.

Kendati demikian, saat musim hujan, penting untuk mempersiapkan langkah antisipasi terhadap dampak seperti munculnya genangan, banjir, hingga longsor terutama di wilayah dengan potensi curah hujan tinggi dan di atas normal. Contohnya di wilayah Pesisir Barat, Lampung Barat dan Tanggamus.

2. Puncak hujan diprediksi Januari 2025

ilustrasi sepasang kekasih pergi ke taman saat hujan (pexels.com/Pratim Chattopadhyay)
ilustrasi sepasang kekasih pergi ke taman saat hujan (pexels.com/Pratim Chattopadhyay)

Kemudian, untuk puncak musim hujan di wilayah Lampung, diprediksi didominasi Januari 2025. Namun untuk wilayah Pesisir Barat, Tanggamus, Lampung Barat, sebagian Way Kana, Sebagian Lampung Utara sudah berlangsung puncak musim hujan pada bulan November.

Hal ini dikarenakan wilayah ini sudah lebih dulu memasuki musim hujan dibandingkan wilayah lainnya. Selain itu ada juga beberapa wilayah yang baru akan memasuki puncak musim hujan paling terakhir pada Februari 2025, seperti Lampung Selatan, sebagian Lampung Timur, Pesawaran, Pringsewu, dan sebagian kecil Bandar Lampung.

3. Antisipasi untuk menghadapi puncak hujan

ilustrasi gelembung di genangan air hujan (freepik.com/prostooleh)
ilustrasi gelembung di genangan air hujan (freepik.com/prostooleh)

BMKG mengimbau, menghadapi puncak musim hujan diprediksi terjadi dominan pada bulan Januari dan Februari mendatang, masyarakat di Provinsi Lampung perlu mempersiapkan langkah-langkah antisipasi guna meminimalkan dampak buruk dari intensitas hujan yang tinggi.

Langkah pertama adalah memastikan sistem drainase di lingkungan sekitar berfungsi dengan baik untuk mencegah genangan dan banjir.

Selain itu, warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, terutama di kawasan perbukitan dan tepian sungai, harus meningkatkan kewaspadaan serta memahami jalur evakuasi darurat.

Pemerintah daerah dan lembaga terkait juga perlu memperkuat koordinasi dalam penyebaran informasi cuaca ekstrem ke semua level masyarakat, mendistribusikan bantuan logistik, dan memastikan kesiapan infrastruktur seperti pompa air dan tanggul.

Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kesehatan dengan memastikan ketersediaan makanan bergizi, air bersih, serta obat-obatan guna mencegah penyakit yang sering muncul saat musim hujan, seperti diare dan demam berdarah.

Share Article
Topics
Editorial Team
Silviana
Martin Tobing
Silviana
EditorSilviana

Latest News Lampung

See More