Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir Bandang Lambar: Puluhan Rumah Terdampak, Jembatan Putus
Penampakan dampak banjir bandang melanda Kabupaten Lampung Barat. (Dok. BPBD Lambar).
  • Banjir bandang di Lampung Barat merendam 23 rumah warga di tiga kecamatan, dengan tingkat genangan bervariasi antara 30 hingga 50 sentimeter.
  • Sejumlah jembatan di Air Hitam dan Way Tenong hanyut diterjang arus deras, memutus akses antarwilayah dan memaksa warga menggunakan jalur alternatif.
  • BPBD bersama TNI, Polri, dan masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan darurat, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Barat, IDN Times - Banjir bandang melanda Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menyebabkan puluhan rumah warga terdampak hingga merusak sejumlah infrastruktur penting, termasuk jembatan penghubung antarwilayah.

Kepala BPBD Lampung Barat, Padang Priyo Utomo mengatakan, hasil pendataan sementara tercatat 23 rumah warga terdampak tersebar di tiga kecamatan meliputi Way Tenong, Air Hitam, dan Sumber Jaya.

“Data awal yang kami himpun, sekitar 15 rumah terdampak ringan dengan genangan di bawah 30 sentimeter, dan 8 rumah terdampak sedang dengan ketinggian air di atas 50 sentimeter,” ujarnya dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).

1. Jembatan putus dan hanyut diterjang arus

Penampakan dampak banjir bandang melanda Kabupaten Lampung Barat. (Dok. BPBD Lambar).

Selain merendam permukiman, Padang melanjutkan, deras arus sungai juga menyebabkan kerusakan infrastruktur cukup parah. Beberapa jembatan dilaporkan hanyut dan putus total, sehingga mengganggu akses masyarakat.

Di Kecamatan Air Hitam, peningkatan debit Sungai Air Hitam mengakibatkan Jembatan di Talang Baling, Pekon Sumber Alam hanyut terbawa arus dan Jembatan Sengang di Pemangku Air Hitam 2 juga ikut hanyut. Sementara di Kecamatan Way Tenong, jembatan Air Putih di aliran Way Kabul, Pekon Tanjung Raya juga dilaporkan putus total.

“Untuk jembatan Air Putih, penanganan darurat belum bisa dilakukan karena dampaknya cukup besar dan keterbatasan anggaran. Saat ini, sedang dilakukan kajian teknis untuk menentukan langkah penanganan,” jelas Padang.

2. Akses warga dialihkan ke jalur alternatif

Penampakan dampak banjir bandang melanda Kabupaten Lampung Barat. (Dok. BPBD Lambar).

Akibat jembatan putus tersebut, Padang melanjutkan, akses warga dari Pekon Tanjung Raya menuju Pekon Sukamenanti sempat terganggu. Namun, aktivitas masyarakat masih dapat berlangsung dengan memanfaatkan jalan lingkar sebagai jalur alternatif.

Selain itu, banjir juga terjadi di Pekon Sukadamai akibat luapan sungai, salah satunya merendam rumah warga milik Mbah Bayan. Kemudian tanah longsor sempat terjadi di Pemangku Banyuwangi, Pekon Manggarai namun telah ditangani melalui gotong royong warga.

"Kami juga mencatat sekitar 15 hektare lahan di wilayah Way Tenong turut terendam dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang," ucapnya.

3. Nihil korban jiwa

Penampakan dampak banjir bandang melanda Kabupaten Lampung Barat. (Dok. BPBD Lambar).

Padang menambahkan, BPBD memastikan seluruh unsur terkait telah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat setempat.

“Penanganan darurat sudah dilakukan secara kolaboratif oleh semua pihak. Arahan bupati juga jelas, agar pemulihan pascabencana dilakukan secepat mungkin,” katanya.

Disinggung ihwal korban jiwa akibat kejadian tersebut, BPBD Lampung Barat memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa banjir bandang ini. "Alhamdulillah, korban jiwa nihil,” imbuhnya.

Editorial Team