Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi sarapan (unsplash.com/Helena Lopes)
  • Sarapan tinggi protein membantu rasa kenyang lebih lama, mendukung energi, serta menjaga dan memperbaiki jaringan tubuh dan massa otot.
  • Pilihan praktis meliputi telur rebus dengan roti gandum, Greek yogurt dengan buah dan kacang, serta sandwich ayam suwir yang dapat disiapkan sebelumnya.
  • Overnight oats dengan susu dan selai kacang, serta telur orak-arik tahu, menawarkan protein, serat, dan energi dengan waktu persiapan singkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sarapan menjadi salah satu kebiasaan penting untuk mengawali aktivitas sehari-hari. Namun, kesibukan pada pagi hari sering membuat seseorang melewatkan waktu makan atau memilih menu seadanya.

Padahal, sarapan dengan kandungan protein dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan mendukung kebutuhan energi untuk beraktivitas. Protein juga berperan penting dalam menjaga dan memperbaiki jaringan tubuh serta mempertahankan massa otot.

Kabar baiknya, kamu tidak harus menyiapkan menu yang rumit untuk mendapatkan asupan protein saat sarapan. Ada sejumlah bahan makanan sederhana yang bisa diolah dalam waktu singkat.

Bahkan, beberapa menu dapat disiapkan sejak malam sebelumnya sehingga lebih praktis ketika pagi tiba. Berikut lima ide sarapan tinggi protein cocok untuk kamu yang memiliki jadwal padat.

1. Telur rebus dan roti gandum

Telur ceplok mentega dengan roti gandum. (pexels.com/@juliomelanda)

Telur rebus menjadi pilihan sarapan praktis yang mudah disiapkan. Satu butir telur berukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein. Kandungan tersebut bisa membantu memenuhi kebutuhan protein harian, terutama jika dikombinasikan dengan sumber nutrisi lainnya.

Kamu bisa merebus dua butir telur pada malam hari, kemudian menyimpannya di dalam kulkas. Saat pagi tiba, cukup sajikan bersama dua lembar roti gandum dan potongan tomat atau mentimun.

Menu ini tidak membutuhkan waktu persiapan yang lama. Selain protein dari telur, roti gandum juga memberikan asupan karbohidrat dan serat yang membantu menunjang aktivitas pagi.

2. Greek yogurt dengan buah dan kacang-kacangan

ilustrasi Greek yogurt (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Jika tidak sempat memasak, Greek yogurt bisa menjadi alternatif sarapan tinggi protein. Jenis yogurt ini umumnya memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan yogurt biasa, meskipun jumlahnya bergantung pada merek dan proses pembuatannya.

Cara menyiapkannya sangat mudah. Masukkan Greek yogurt ke dalam mangkuk, kemudian tambahkan potongan pisang, stroberi, atau buah favorit lainnya.

Agar lebih mengenyangkan, kamu bisa menambahkan kacang almond, chia seed, atau sedikit oat. Kombinasi tersebut memberikan asupan protein, serat, lemak sehat, serta berbagai vitamin dan mineral.

Menu ini cocok untuk kamu yang lebih menyukai sarapan bercita rasa segar dan tidak terlalu berat.

3. Sandwich ayam suwir

ilustrasi sandwich ayam dengan keju (pexels.com/Anthony Rahayel)

Sandwich ayam suwir bisa menjadi pilihan sarapan praktis sekaligus mengenyangkan. Daging ayam, terutama bagian dada tanpa kulit, merupakan sumber protein yang cukup tinggi.

Agar tidak menghabiskan waktu pada pagi hari, kamu bisa merebus atau memanggang ayam sejak malam sebelumnya. Setelah matang, suwir daging ayam dan simpan dalam wadah tertutup di kulkas.

Ketika akan sarapan, siapkan dua lembar roti gandum. Tambahkan ayam suwir, selada, tomat, dan sedikit saus atau yogurt sebagai pengganti mayones.

Selain mudah dibawa, sandwich ayam juga bisa disantap dalam perjalanan jika memang tidak sempat makan di rumah. Pastikan penyimpanannya tetap aman dan tidak membiarkan makanan terlalu lama berada pada suhu ruang.

4. Overnight oats dengan susu dan selai kacang

ilustrasi overnight oats (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Overnight oats merupakan menu sarapan yang bisa disiapkan tanpa proses memasak pada pagi hari. Sesuai namanya, makanan ini dibuat dengan merendam oat menggunakan susu selama beberapa jam atau semalaman di dalam kulkas.

Untuk membuatnya, campurkan oat dengan susu tinggi protein atau susu kedelai, kemudian tambahkan satu sendok selai kacang. Kamu juga bisa memasukkan chia seed dan potongan pisang untuk menambah rasa.

Oat memberikan asupan serat, sedangkan susu dan selai kacang menyumbang protein. Jumlah protein dalam menu ini bisa ditingkatkan dengan memilih susu berprotein tinggi atau menambahkan Greek yogurt.

Simpan dalam wadah tertutup di kulkas semalaman. Saat pagi tiba, overnight oats sudah siap disantap tanpa perlu menyalakan kompor.

5. Telur orak-arik dengan tahu

ilustrasi telur orak-arik (pexels.com/Piotr Arnoldes)

Bagi kamu yang lebih menyukai sarapan gurih, telur orak-arik dengan tahu bisa menjadi pilihan menarik. Kedua bahan makanan ini mudah ditemukan, harganya relatif terjangkau, dan sama-sama mengandung protein.

Cara membuatnya cukup sederhana. Hancurkan tahu putih, kemudian tumis sebentar menggunakan sedikit minyak. Tambahkan satu atau dua butir telur, lalu aduk hingga matang.

Kamu bisa memasukkan irisan daun bawang, wortel, atau bayam untuk menambah kandungan serat dan vitamin. Sajikan bersama nasi secukupnya atau roti gandum agar kebutuhan energi pada pagi hari turut terpenuhi.

Menu ini bisa disiapkan dalam waktu sekitar 10 menit sehingga cocok untuk kamu yang tidak punya banyak waktu sebelum berangkat kerja atau kuliah.

Menyiapkan sarapan tinggi protein sebenarnya tidak membutuhkan banyak waktu maupun bahan makanan mahal. Telur, tahu, ayam, yogurt, susu, dan kacang-kacangan bisa diolah menjadi berbagai menu sederhana yang tetap bernutrisi.

Kuncinya adalah memilih bahan makanan yang mudah disiapkan dan mengombinasikannya dengan sumber karbohidrat serta serat. Dengan begitu, sarapan tidak hanya memenuhi kebutuhan protein, tetapi juga memberikan nutrisi yang lebih seimbang.

Jika memiliki jadwal pagi yang padat, cobalah menyiapkan sebagian bahan makanan sejak malam sebelumnya. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk melewatkan sarapan hanya karena terburu-buru.

Curated For You

Editorial Team

Related Article