Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Cokelat Pistachio Kunafa Harganya Mahal dan Viral?

Bandar Lampung
6 min read
Kenapa Cokelat Pistachio Kunafa Harganya Mahal dan Viral?
ilustrasi cokelat pistachio asal Dubai (freepik.com/freepik)
  • Cokelat pistachio kunafa memadukan lapisan cokelat, krim pistachio, dan kataifi renyah, menciptakan kombinasi rasa manis-gurih serta tekstur berbeda dari cokelat batangan biasa.
  • Harga produk dipengaruhi biaya pistachio, kualitas cokelat, pengolahan kunafa, pengerjaan khusus, kemasan, dan distribusi; komposisi serta metode produksi tiap penjual dapat berbeda.
  • Tren Dubai chocolate menyebar secara global lewat video media sosial yang menampilkan isian hijau dan tekstur renyah, sementara permintaan tinggi serta ketersediaan terbatas dapat menaikkan harga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah melihat cokelat dengan isian hijau yang terlihat lumer saat dibelah? Cokelat tersebut dikenal sebagai Dubai chocolate, perpaduan cokelat, krim pistachio, dan kunafa yang sempat mencuri perhatian pencinta kuliner di media sosial.

Popularitasnya bukan sekadar karena tampilannya yang menggugah selera. Perpaduan rasa manis, gurih, dan tekstur renyah membuat cokelat ini memiliki daya tarik tersendiri. Video orang membelah cokelat dengan isian pistachio yang melimpah pun ikut mendorong tren tersebut menyebar ke berbagai negara.

Namun, di balik popularitasnya, ada satu pertanyaan yang menarik: kenapa cokelat pistachio kunafa bisa dijual dengan harga relatif mahal?

Jawabannya berkaitan dengan bahan baku, proses pembuatan, karakteristik produk, hingga strategi pemasaran yang memanfaatkan media sosial. Berikut lima alasan membuat pistachio kunafa menjadi salah satu tren kuliner yang menarik perhatian.

  1. 1. Pistachio bukan bahan isian cokelat murah

    Ilustrasi cokelat pistachio (frrepik.com/user32742167)
    Ilustrasi cokelat pistachio (frrepik.com/user32742167)

    Salah satu faktor memengaruhi harga pistachio kunafa adalah penggunaan kacang pistachio sebagai bahan utama isiannya. Pistachio memiliki cita rasa gurih, sedikit manis, dan aroma khas yang membuatnya cocok dipadukan dengan cokelat.

    Kacang ini biasanya diolah menjadi pasta atau krim untuk menghasilkan isian yang lembut. Namun, harga pistachio dapat relatif tinggi dibandingkan sejumlah jenis kacang lainnya. Harganya dipengaruhi oleh kualitas, asal produk, kondisi panen, serta biaya pengolahan dan distribusi.

    Dalam pembuatan cokelat pistachio kunafa, pasta pistachio juga perlu dipadukan dengan bahan lain agar menghasilkan tekstur dan rasa yang sesuai. Jika produsen menggunakan pistachio dalam jumlah banyak atau memilih bahan berkualitas premium, biaya produksinya bisa meningkat.

    Meski begitu, harga setiap produk tidak selalu sama. Ada cokelat yang menggunakan pasta pistachio dengan kandungan kacang tinggi, tetapi ada pula yang memakai campuran bahan lain. Karena itu, komposisi produk menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum membelinya.

  2. 2. Perpaduan cokelat dan kunafa menghasilkan tekstur unik

    Ilustrasi cokelat pistachio. Foto: Pixabay
    Ilustrasi cokelat pistachio. Foto: Pixabay

    Daya tarik pistachio kunafa tidak hanya berasal dari rasanya, tetapi juga dari perpaduan teksturnya. Kunafa merupakan hidangan penutup yang populer di kawasan Timur Tengah.

    Salah satu bahan yang digunakan adalah adonan tipis menyerupai benang, yang dikenal sebagai kataifi. Adonan ini dimasak hingga renyah dan dapat digunakan bersama berbagai isian manis.

    Dalam kreasi cokelat pistachio kunafa, kataifi yang telah dipanggang atau digoreng hingga renyah dicampurkan dengan krim pistachio. Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam lapisan cokelat.

    Hasilnya adalah kombinasi beberapa tekstur sekaligus. Lapisan luar cokelat memberikan sensasi padat kemudian meleleh di mulut, sedangkan bagian dalamnya menawarkan isian lembut dengan sensasi renyah.

    Perpaduan tersebut membuat pengalaman menyantapnya terasa berbeda dibandingkan cokelat batangan biasa.

    Proses pembuatannya juga membutuhkan perhatian pada tekstur. Kataifi harus cukup renyah, sementara krim pistachio perlu memiliki konsistensi yang sesuai agar isiannya tidak terlalu kering atau encer. Jika dibuat dalam skala rumahan, hasil akhirnya bisa berbeda-beda bergantung pada bahan dan teknik yang digunakan.

  3. 3. Berawal dari Dubai dan mendunia Lewat media sosial

    Dubai chocolate cookies
    ilustrasi dubai chocolate cookies (unsplash.com/Foodie Flavours)

    Popularitas cokelat pistachio kunafa tidak bisa dilepaskan dari tren Dubai chocolate yang berkembang melalui media sosial. Produk yang banyak dikaitkan dengan tren ini adalah cokelat buatan Fix Dessert Chocolatier, merek yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab.

    Salah satu kreasi terkenalnya memadukan cokelat dengan isian pistachio dan kunafa. Video yang memperlihatkan bagian dalam cokelat ketika dibelah menarik perhatian pengguna media sosial. Isian hijau yang melimpah dan tekstur renyahnya membuat produk tersebut mudah dikenali secara visual.

    Konten semacam ini juga cocok dengan karakter video pendek. Dalam beberapa detik, penonton dapat melihat lapisan cokelat, mendengar suara renyah ketika produk dipatahkan, dan menyaksikan isiannya.

    Ketika banyak kreator konten ikut mencoba produk tersebut, rasa penasaran publik pun meningkat. Tren ini kemudian mendorong munculnya berbagai produk serupa yang dibuat oleh produsen cokelat dan toko makanan di berbagai negara.

    Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana media sosial dapat mengubah produk makanan menjadi tren global. Produk yang awalnya dikenal oleh kelompok konsumen tertentu bisa menjangkau audiens yang jauh lebih luas melalui video viral.

  4. 4. Proses pembuatan dan kualitas bahan memengaruhi harga

    ilustrasi dubai chocolate chewy bread
    ilustrasi dubai chocolate chewy bread (pexela.com/Christina & Peter)

    Cokelat pistachio kunafa yang dibuat secara khusus bisa membutuhkan lebih banyak tahapan produksi dibandingkan cokelat batangan dengan isian sederhana. Produsen perlu menyiapkan lapisan cokelat, mengolah kunafa hingga renyah, mencampurkan isian, lalu menyusun seluruh komponen agar menghasilkan tampilan dan tekstur yang konsisten.

    Pada produk buatan tangan, proses tersebut dapat membutuhkan waktu dan ketelitian tambahan. Apalagi jika produsen mengutamakan tampilan yang rapi, lapisan cokelat yang merata, serta isian yang cukup padat.

    Kualitas cokelat juga memengaruhi biaya produksi. Jenis cokelat, kandungan kakao, bahan tambahan, kemasan, dan biaya distribusi dapat membuat harga satu produk berbeda dari produk lainnya.

    Namun, tidak semua cokelat pistachio kunafa dibuat dengan metode atau bahan yang sama. Produk buatan rumahan, cokelat produksi massal, dan cokelat premium bisa memiliki struktur biaya yang berbeda.

    Oleh karena itu, harga mahal tidak selalu berarti kualitasnya pasti lebih baik. Konsumen sebaiknya memperhatikan komposisi, berat bersih, reputasi produsen, dan informasi produk sebelum membeli.

  5. 5. Efek viral membuat permintaan meningkat

    ilustrasi viral (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi viral (IDN Times/Aditya Pratama)

    Ketika sebuah makanan menjadi viral, permintaan konsumen bisa meningkat dalam waktu singkat. Kondisi tersebut turut memengaruhi cara produsen menentukan harga dan memasarkan produknya.

    Pada awal tren Dubai chocolate, rasa penasaran konsumen terhadap produk yang sulit ditemukan di wilayah mereka ikut menciptakan daya tarik tersendiri. Sebagian orang bahkan rela mencari produk aslinya atau membeli dari penjual yang menyediakan produk serupa.

    Jika permintaan meningkat sementara kapasitas produksi dan ketersediaan barang terbatas, harga jual bisa menjadi lebih tinggi. Biaya pengiriman dan distribusi juga dapat menambah harga produk, terutama untuk barang yang didatangkan dari luar negeri.

    Selain itu, popularitas di media sosial membuat cokelat ini memiliki nilai sebagai pengalaman kuliner. Sebagian konsumen membeli bukan hanya untuk menikmati rasanya, tetapi juga untuk mencoba tren yang sedang ramai diperbincangkan atau membuat konten mereka sendiri.

    Meski begitu, efek viral tidak otomatis membuat semua produk pistachio kunafa mahal. Produsen lokal dapat menawarkan versi yang lebih terjangkau dengan menyesuaikan ukuran, komposisi, dan proses produksinya.

    Artinya, harga yang tinggi pada produk tertentu tidak semata-mata disebabkan oleh popularitasnya, tetapi juga oleh bahan, biaya produksi, distribusi, dan strategi bisnis masing-masing penjual.

    Pistachio kunafa menawarkan pengalaman berbeda bagi pencinta cokelat. Perpaduan cokelat, krim pistachio, dan kunafa renyah menghadirkan kombinasi rasa serta tekstur yang membuatnya menarik untuk dicoba.

    Namun, soal apakah produk ini layak dibeli tetap bergantung pada selera dan anggaran masing-masing. Jika penasaran, kamu bisa memilih ukuran kecil terlebih dahulu atau mencoba produk dari produsen lokal yang mencantumkan komposisi dengan jelas.

    Perhatikan juga informasi alergen. Pistachio termasuk kacang pohon yang dapat memicu reaksi alergi pada orang tertentu. Produk cokelat juga mungkin mengandung susu atau bahan lain yang perlu dihindari oleh sebagian konsumen.

Related Articles

See More
Kenapa Cokelat Pistachio Kunafa Harganya Mahal dan Viral?