207,2 Ribu Orang di Lampung Pengangguran, Lulusan SMA Terbanyak

Bandar Lampung, IDN Times - Pengangguran jadi persoalan masih mengakar setiap daerah di Indonesia. Tak terkecuali di Provinsi Lampung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, pada Agustus 2023, jumlah penduduk di Provinsi Lampung yang bekerja adalah 4.697,66 ribu orang dan 207,24 ribu orang pengangguran.
Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Febiyana Qomariyah menyampaikan, dibandingkan Agustus 2022, jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 308,97 ribu orang, penduduk bekerja bertambah sebanyak 309,69 ribu orang, sementara pengangguran berkurang sebanyak 0,72 ribu orang.
1. Tingkat pengangguran terbuka menurun dibanding Agustus 2022

Disampaikan Febiayana, Penduduk Usia Kerja (PUK) cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di Lampung. Penduduk usia kerja merupakan semua orang berumur 15 tahun ke atas.
Pada Agustus 2023 sebanyak 7 jutaan orang, naik sebanyak 443,04 ribu orang dibandingkan Agustus 2022. Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja, yaitu 4,9 juta orang, sisanya termasuk bukan angkatan kerja sebanyak 2,09 juta orang.
“Dari hasil Sakernas Agustus 2023, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,23 persen. Artinya, dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar empat orang pengangguran. Sehingga TPT mengalami penurunan sebesar 0,30 poin dibanding Agustus 2023,” kata Febiyana, Kamis (7/11/2023).
Menurutnya, Karakteristik Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikator digunakan untuk mengukur tenaga kerja tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja.
2. Tingkat pengangguran di kota jauh lebih tinggi dibanding di desa

Febiyana menjelaskan, pada Agustus 2023, Tingkat Pengangguran pada laki-laki sebesar 3,34 persen, lebih rendah dibanding perempuan yakni 5,77 persen. Menurutnya, pengangguran laki-laki dan perempuan memiliki pola berbeda di tingkat nasional yaitu Pengangguran laki-laki turun dibandingkan Agustus 2022 namun perempuan naik dibanding Agustus 2022, masing-masing sebesar -0,76 persen poin dan 0,53 persen poin.
“Kalau dilihat berdasarkan tempat tinggal, pengangguran di perkotaan 5,71 persen jauh lebih tinggi dibandingkan di daerah perdesaan yakni 3,46 persen. Tapi, kalau dibandingkan Agustus 2022, pengangguran di perkotaan mengalami penurunan sebesar 2,20 persen poin. Sementara itu, di pedesaan mengalami peningkatan sebesar 0,54 persen poin,” jelasnya.
3. Tamatan SMA paling banyak menganggur dibanding tamatan lainnya

Lebih lanjut Febiyana menjelaskan, tingkat pengangguran pendidikan tertinggi ditamatkan angkatan kerja, pada Agustus 2023 mempunyai pola yang hampir sama dengan Agustus 2022. Yakni, tamatan Sekolah Menengah Atas masih merupakan paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, sebesar 7,71 persen. Lalu, pengangguran paling rendah adalah pendidikan SD ke bawah sebesar 2,35 persen.
Disampaikan Febiyana, dibandingkan Agustus 2022, penurunan pengangguran terjadi pada hampir semua tingkat pendidikan, dengan penurunan terbesar pada tingkat pendidikan universitas, yaitu sebesar 2,14 persen poin.
“Sementara itu, tingkat pendidikan SMK dan Diploma I/II/III mengalami peningkatan pengangguran masing-masing sebesar 0,39 persen poin dan 1,45 persen poin. Lalu kalau kita lihat secara tingkat regional di Sumatera, Tingkat Pengangguran di Lampung berada pada posisi ketiga terendah,” terangnya.





















