Jumlah IKM Berizin 2026 di Bandar Lampung Tembus 740, Apa Pemicunya?

Hingga pertengahan September 2026, lebih dari 740 IKM di Bandar Lampung terdaftar dan berizin lengkap, naik sekitar 140 dari sekitar 600 IKM pada 2025.
Produk IKM Bandar Lampung tidak hanya beredar di pasar lokal, tetapi sebagian telah dipasarkan ke luar kota serta menggerakkan perdagangan dan usaha kuliner masyarakat.
Sektor makanan dan olahan makanan menjadi bidang IKM terbanyak di Bandar Lampung, seiring tingginya minat wisatawan dari luar Provinsi Lampung.
Bandar Lampung, IDN Times - Jumlah industri kecil dan menengah (IKM) yang terdaftar dan memiliki perizinan lengkap di Kota Bandar Lampung 2026 meningkat.
Dinas Perindustrian Kota Bandar Lampung mencatat, hingga pertengahan September 2026, terdapat lebih dari 740 IKM yang telah terdaftar dan melengkapi perizinan. Mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi halal.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Bandar Lampung, Ahmad Husna, mengatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang hanya sekitar 600 IKM.
"Di tahun 2026 ini, industri kecil menengah yang terdaftar dan sudah melengkapi seluruh perizinannya itu sekitar 740 industri yang terdaftar, mulai dari NIB sampai dengan sertifikasi halal," kata Husna, Senin (28/9/2026).
1. Naik sekitar 140 IKM dalam setahun

ilustrasi UMKM (IDN Times/Aditya Pratama) Husna mengatakan, peningkatan jumlah IKM tersebut menunjukkan semakin banyak pelaku usaha yang menjalankan kegiatan industri secara aktif dan melengkapi legalitas usahanya.
Pada 2025, tercatat sekitar 600 IKM dan UMKM yang berproduksi serta menjalankan kegiatan industri di Bandar Lampung. Jumlah itu meningkat menjadi lebih dari 740 IKM pada 2026.
"Di 2025 itu sekitar 600 industri kecil menengah dan UMKM yang berproduksi dan juga melaksanakan industrinya di Bandar Lampung. Dan 2026 ini di 740 lebih sektor UMKM yang aktif di Bandar Lampung, yang terdaftar dan juga memiliki perizinan lengkap," ujarnya.
2. Produk IKM mulai menjangkau luar Bandar Lampung

ilustrasi pengiriman barang (pexels.com/Artem Podrez) Menurut Husna, produk yang dihasilkan pelaku IKM tidak hanya beredar di pasar Kota Bandar Lampung. Sebagian produk juga telah dipasarkan ke daerah di luar kota.
Aktivitas produksi tersebut dinilai ikut menggerakkan perekonomian masyarakat. Produk UMKM, kata dia, kini dapat ditemukan di berbagai pusat perdagangan hingga usaha kuliner yang berkembang di sejumlah kawasan.
"UMKM tersebut memang sangat mendongkrak perekonomian masyarakat Bandar Lampung, sehingga pasar-pasar jadi ramai dan perdagangan-perdagangan, baik di lokasi tertentu, pinggir jalan, angkringan, tengah malam dan lain-lain itu merupakan produk dari UMKM olahan yang ada di Bandar Lampung sendiri," jelasnya.
3. Makanan olahan jadi sektor terbanyak

ilustrasi makanan olahan labu (freepik.com/freepik) Dari berbagai jenis usaha yang berkembang, sektor makanan dan makanan olahan menjadi salah satu bidang yang paling banyak digeluti pelaku IKM di Bandar Lampung.
Husna menyebut tingginya aktivitas usaha tersebut juga berkaitan dengan banyaknya wisatawan dari luar Lampung yang datang ke Bandar Lampung.
"Yang paling banyak itu makanan dan juga turunan dari makanan olahan. Itu yang paling banyak di Bandar Lampung karena itu juga yang banyak diminati oleh wisatawan dari luar Provinsi Lampung yang datang ke Kota Bandar Lampung," katanya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















