Comscore Tracker

Mahasiswa Pengin KKN ke Luar Negeri? Ada 6 Program Bisa Kamu Pilih

Program mirip KKN ini semuanya short-term program ya!

Bandar Lampung, IDN Times - KKN atau Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu program pemerintah dengan mengirimkan mahasiswa ke desa-desa di Indonesia untuk menyalurkan ide, gagasan, serta ilmunya selama ini dan diimplementasikan ke dalam hubungan bermasyarakat.

KKN juga dapat disebut sebagai kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan keilmuan berlangsung selama satu sampai dua bulan. Program ini biasanya diikuti oleh 6 orang atau lebih dalam satu kelompok dan kelompok tersebut akan banyak bercengkrama dengan masyarakat sekitar dan mengenal budaya di daerah setempat.

Namun pernahkah terbesit untuk melakukan kegiatan KKN di luar negeri? Ternyata ada lho beberapa program short-term ke luar negeri yang mirip dengan KKN. Apa saja ya?

1. SUIJI - SLP

Mahasiswa Pengin KKN ke Luar Negeri? Ada 6 Program Bisa Kamu PilihDokumentasi kegiatan Night Culture Program SUIJI SLP di Jepang. (IDN Times/Istimewa).

SUIJI-SLP atau Six University Indonesia Japan Initiative-Student Learning Programe adalah program kegiatan mahasiswa dari enam universitas (tiga Indonesia dan tiga Jepang) di bidang Sustainable Tropical Agriculture. Singkatnya, KKN di desa Jepang.

Enam perguruan tinggi ini adalah Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hassanudin, Ehime University, Kochi University, dan Kagawa University.

Program ini bisa dikatakan mirip dengan KKN karena dilakukan di desa, dan menekankan pada kegiatan bermasyarakat seperti melihat, mendengarkan, dan mempelajari kearifan lokal pada masyarakat setempat.

Program ini berlangsung sekitar 3 minggu dengan pelaksanaan awal tahun di Indonesia dan pertengahan tahun di Jepang. Program ini juga dibiayai oleh Jasso Scholarship sehingga kamu bisa berangkat ke Jepang secara gratis.

2. PPL SEAMEO

Mahasiswa Pengin KKN ke Luar Negeri? Ada 6 Program Bisa Kamu PilihMahasiswa Filipina sedang mengajar di SD Surabaya dalam Program PPL SEAMEO. (kominfo.jatimprov.go.id).

Pernah terbayang PPL mengajar di sekolah luar negeri? PPL SEAMEO (Praktik Pengalaman Lapangan-The Southeast Asian Ministers of Education Organization) merupakan program pertukaran mahasiswa dalam rangka melaksanakan praktik kerja lapangan. Program ini dibagi menjadi dua yaitu PPL di Sekolah Indonesia di Luar Negeri, dan PPL International SEAMEO (Sea-Teacher Project).

Keduanya sama-sama mengajar di sekolah di luar negeri, dan sama-sama mendapatkan sertifikat internasional PPL. Negara-negara yang berpartisipasi dalam program ini adalah Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Kamboja.

Program ini berlangsung selama satu bulan dan tiap universitas memiliki persyaratan berbeda-beda dalam sistem seleksinya. Bantuan dana juga disediakan antara lain dana operasional persiapan, keberangkatan, dan pelaksanaan program. Sedangkan akomodasi tergantung dari universitas masing-masing.

Baca Juga: Hari Pertama UTBK SBMPTN 2022 ITERA Diikuti 1.038 Peserta

3. SEAMEO RIHED’s AIMS Programme

Mahasiswa Pengin KKN ke Luar Negeri? Ada 6 Program Bisa Kamu PilihSEAMEO RIHED’s AIMS Programme di Thailand. (Kompasiana.com)

Selain program PPL, SEAMEO juga memiliki program pengembangan masyarakat dengan spesialisasi bidang pendidikan dan pengembangan lebih tinggi (SEAMEO RIHED).

Pemerintah negara anggota program ini yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand Vietnam, Brunei Darussalam, Filipina, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura berpartisipasi untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa untuk melakukan pertukaran ke institusi di negara peserta lainnya yang mau berkontribusi dalam projek di sepuluh bidang atau isu dunia.

4. Asean Foundation - EYAA

Mahasiswa Pengin KKN ke Luar Negeri? Ada 6 Program Bisa Kamu PilihAsean Foundation - EYAA Programme. (Aseanfoundation.org)

EYAA atau eMpowering Youths Across ASEAN programe dari Asean Foundation bertujuan untuk mencari relawan muda yang mau memberikan idenya dalam proyek nyata dan dapat berkontribusi dalam perubahan yang baik untuk masyarakat lokal lintas ASEAN.

Program ini nantinya akan memilih 100 pemuda dari usia 19-35 tahun untuk mengembangkan dan mengimplementasikan projek yang akan memberikan dampak sosial ekonomi pada masyarakat.

Negara-negara yang bergabung dalam program ini adalah Indonesia, Kamboja, dan Malaysia dengan fokus bidang seni dan budaya, pemberdayaan masyarakat, environmental diversity dan pendidikan.

5. YSEALI - Academic Fellowships

Mahasiswa Pengin KKN ke Luar Negeri? Ada 6 Program Bisa Kamu PilihYSEALI Academic Fellowship Programme di Amerika Serikat. (id.usembassy.gov)

Kalau negara tujuan beberapa program di atas tadi hanya di negara Asia, program YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative) Academic Fellowships memiliki tujuan negara di Amerika Serikat.

Program bekerja sama langsung dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat tersebut bertujuan untuk melatih leadership mahasiswa sekaligus memberikan pemahaman lebih dalam dan budaya di Amerika Serikat. Program ini berfokus pada bidang Keterlibatan Masyarakat, Isu lingkungan, dan Kewirausahaan Sosial dan Pembangunan Ekonomi.

Secara keseluruhan kegiatan ini berlangsung selama lima minggu, dan kamu tidak harus berstatus mahasiswa aktif ya untuk ikut program ini. Asal kamu masih berusia 18-25 tahun dan lulus dari universitas kurang dari lima tahun.

6. AIESEC - Global Volunteer

Mahasiswa Pengin KKN ke Luar Negeri? Ada 6 Program Bisa Kamu PilihSalah satu mahasiswa Indonesia saat mengikuti program AIESEC Global Volunteer di Ceko. (Indonesiamengglobal.com)

AIESEC adalah sebuah gerakan kepemudaan terbesar di dunia sejak 1948. Berfokus pada pengembangan karakter kepemimpinan, ada 128 negara anggota dan hampir semua projek sosialnya dilakukan di negara-negara berkembang.

Program ini berlangsung sekitar 6-8 minggu dan akan memintamu untuk ikut dalam projek sosial di luar negeri bersama keluarga asuh dan tim multi-kultural.

Namun tak gratis, ada biaya administrasi setelah kamu resmi diterima pada proyek sosial yang kamu inginkan. Projek sosial pada negara tujuan memiliki layanan yang berbeda-beda. Beberapa menanggung biaya tempat tinggal dan makanmu secara penuh atau gratis dan ada yang tidak.

Baca Juga: Mengenal 11 Jenis Kekerasan Seksual Menurut Kemendikbudristek

Topic:

  • Rohmah Mustaurida
  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya