Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Protes Putusan Wasit, Bhayangkara FC Laporkan ke Komdis

Protes Putusan Wasit, Bhayangkara FC Laporkan ke Komdis
Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sumardji. (IDN Times/Muhaimin)
Intinya Sih
  • Bhayangkara Presisi Lampung FC kalah 1-2 dari Persijap Jepara dan melayangkan protes keras atas keputusan wasit yang dinilai merugikan di menit akhir pertandingan.
  • COO Sumardji menyoroti absennya penggunaan VAR serta tambahan waktu yang dianggap tidak sesuai dengan waktu terhentinya laga di Stadion Gelora Bumi Kartini.
  • Meskipun kecewa pada wasit, Sumardji mengakui timnya kurang fokus di babak pertama dan telah mengirimkan protes resmi melalui email terkait kualitas kepemimpinan wasit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jepara, IDN Times Bhayangkara Presisi Lampung FC harus pulang tanpa poin usai takluk 1-2 dari tuan rumah Persijap Jepara dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (11/4/2026).

Chief Operating Officer (COO) tim, Sumardji, bahkan melayangkan protes keras usai pertandingan.

Sumardji menilai ada keputusan penting yang merugikan timnya, terutama di menit-menit akhir. Ia menyoroti dugaan handsball yang tidak dianggap sebagai pelanggaran.

“Kami melakukan protes keras terhadap keputusan wasit. Apalagi di menit akhir harusnya handsball, namun tidak dianggap,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan tambahan waktu yang dinilai tidak sesuai dengan waktu terhentinya pertandingan.. “Tambahan waktu seharusnya disesuaikan dengan waktu berhenti, tapi faktanya tidak,” lanjutnya.

1. Soroti tidak adanya VAR

IMG-20260411-WA0023.jpg
Pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC saat menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini. (IDN Times/Muhaimin)

Dalam laga tersebut, teknologi Video Assistant Referee (VAR) tidak digunakan. Menurut Sumardji, kondisi itu sangat disayangkan, terutama dalam situasi krusial.

“Pertandingan kali ini VAR tidak digunakan, padahal dalam situasi seperti ini seharusnya ada VAR,” katanya.

2. Akui tim kurang fokus di babak pertama

IMG-20260411-WA0021.jpg
Bhayangkara Presisi Lampung FC saat menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini. (IDN Times/Muhaimin)

Meski kecewa dengan kepemimpinan wasit, Sumardji tetap mengakui performa timnya belum maksimal. Ia menilai pemain kehilangan fokus di babak pertama sehingga kebobolan dua gol.

“Soal menang kalah itu hal yang wajar. Saya akui pemain di babak pertama kurang fokus, sehingga kami kebobolan dengan sangat mudah,” ungkapnya.

3 Protes resmi sudah dilayangkan

IMG-20260411-WA0019.jpg
Bhayangkara Presisi Lampung FC saat menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini. (IDN Times/Muhaimin)

Bhayangkara FC juga telah mengajukan protes resmi, meski sempat terkendala tidak tersedianya formulir di lokasi pertandingan.

“Kami mengajukan protes, tapi form-nya tidak ada. Akhirnya kami diskusikan dan langsung kirim protes lewat email,” jelas Sumardji.

Ia menegaskan, protes tersebut bukan terkait hasil akhir, melainkan kualitas kepemimpinan wasit di laga penting.

“Kami tidak memprotes hasil. Kami hanya menyoroti kepemimpinan wasit. Pertandingan krusial seperti ini harus dipimpin dengan baik,” tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest Sport Lampung

See More