Persijap Tekuk Bhayangkara 2-1, Munster: Sulit Diterima

- Persijap Jepara menang 2-1 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC lewat gol Borja Gonzales dan Sudi Abdillah, sementara tim tamu hanya membalas lewat Moussa Sidibe.
- Pelatih Bhayangkara, Paul Munster, kecewa dengan hasil laga dan menilai timnya sudah berusaha keras mengejar ketertinggalan meski akhirnya gagal menyamakan skor.
- Pelatih Persijap, Mario Lemos, puas karena strategi menyerang sejak awal berjalan efektif serta memilih fokus pada performa tim tanpa mempermasalahkan keputusan wasit.
Jepara, IDN Times – Persijap Jepara berhasil mengamankan kemenangan 2-1 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam laga berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (11/4/2026).
Gol tersebut dicetak oleh, Borja Gonzales dan Sudi Abdillah. Gol balasan Bhayangkara Presisi Lampung FC dicetak oleh Moussa Sidibe.
1. Munster akui hasil sulit diterima

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, mengaku kecewa dengan hasil akhir pertandingan. Ia menyebut timnya sudah berupaya mengejar ketertinggalan, namun tak mampu menyamakan skor.
“Kami kebobolan dua gol, mencoba menyamakan bahkan membalikkan keadaan, namun tidak mampu. Ini hasil yang sulit untuk diterima,” ujar Munster dalam konferensi pers usai laga.
Ia juga menyinggung adanya sejumlah keputusan di lapangan yang sempat diprotes timnya. Meski begitu, Munster memilih tak larut dan langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya.
“Kami banyak protes terkait pertandingan, tapi itulah sepak bola. Apa pun hasilnya, kami harus fokus ke pertandingan selanjutnya,” lanjutnya.
2. Persijap jalankan strategi dengan efektif

Sementara itu, pelatih Persijap, Mario Lemos, menilai timnya tampil sesuai rencana. Ia menyebut kunci kemenangan ada pada keberanian mengambil inisiatif sejak awal pertandingan
“Kami menjalankan pertandingan sesuai target, yaitu memenangkan laga. Kami ambil inisiatif menyerang dan bisa mencetak gol dalam waktu singkat,” kata Lemos.
Menurutnya, strategi meredam pemain kunci Bhayangkara berjalan efektif dan berdampak besar pada jalannya pertandingan.
“Kami tahu mereka punya tiga pemain berkualitas, dan kami berhasil menjalankan strategi untuk menghentikan mereka,” jelasnya.
3. Enggan bahas wasit, fokus ke permainan

Menanggapi sorotan terhadap wasit, Lemos memilih tak mempermasalahkannya. Ia menegaskan fokus timnya hanya pada performa di lapangan.
“Saya tidak setuju soal wasit, saya tidak mau melihat ke sana. Kami fokus ke permainan dan pemain bisa menjalankan instruksi sejak awal,” tegasnya.


















