Bhayangkara Lanjutkan Tren Positif, Paul Munster: Mentalitas Menang

- Bhayangkara Presisi Lampung FC memperpanjang tren positif dengan enam kemenangan beruntun setelah menumbangkan Persija Jakarta di Stadion Sumpah Pemuda.
- Pelatih Paul Munster memuji mentalitas dan performa tim, terutama Sidibe, namun tetap menyoroti kelemahan lini pertahanan yang kebobolan di awal laga.
- Persija Jakarta kesulitan mempertahankan keunggulan setelah bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah, membuat strategi mereka berubah menjadi lebih bertahan.
Bandar Lampung, IDN Times - Bhayangkara Presisi Lampung FC kembali menunjukkan taringnya usai mengamankan kemenangan atas Persija Jakarta dalam lanjutan Super League di Stadion Sumpah Pemuda, Minggu (5/4/2026).
Hasil ini sekaligus memperpanjang tren positif Bhayangkara menjadi enam kemenangan beruntun.
Pelatih Bhayangkara, Paul Munster, mengaku puas dengan kerja keras para pemainnya. Meski sempat tertinggal lebih dulu, timnya mampu bangkit dan membalikkan keadaan hingga mengunci tiga poin penting.
“Pertandingan hari ini tentu menyenangkan. Para pemain bisa meraih tiga poin dan ini sudah enam kemenangan beruntun. Tapi ini bukan laga yang mudah, Persija adalah tim yang sulit dihadapi,” kata Munster.
Ia mengakui Bhayangkara sempat kesulitan di awal laga setelah kebobolan lebih dulu. Namun perubahan strategi, termasuk memasukkan pemain baru, menjadi kunci kebangkitan tim.
1. Performa apik Sidibe

Munster juga menyoroti performa Sidibe yang dinilainya tampil impresif di laga besar. Ia menyebut pemain tersebut punya kualitas bintang dan mampu membuktikannya di lapangan.
“Dia pemain dengan kualitas besar. Saya sudah menduga dia akan tampil bagus di laga besar seperti ini,” ujarnya.
2. Catatan kemasukan

Meski demikian, Munster tetap memberi catatan tegas terkait lini pertahanan. Ia menyoroti gol yang bersarang di awal laga dan dari situasi bola mati yang menurutnya seharusnya bisa diantisipasi.
“Saya tidak bisa menerima kebobolan di awal pertandingan dan dari free kick. Itu yang terus saya tekankan, mentalitas kami harus selalu untuk menang, bukan imbang apalagi kalah,” tegasnya.
Menurutnya, kemenangan Bhayangkara bukan hanya soal kualitas individu, melainkan hasil kerja tim secara keseluruhan. Ia juga menegaskan tim akan tetap rendah hati dan fokus menghadapi laga berikutnya.
3. Persija akui sulit bermain dengan 10 pemain

Di sisi lain, pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menilai timnya sebenarnya memulai laga dengan baik. Persija bahkan mampu mencetak gol lebih dulu dan memiliki beberapa peluang tambahan.
“Kita mulai sesuai rencana, kita bisa cetak gol dan punya peluang lagi. Tapi setelah itu permainan kami berhenti dan memberi kesempatan lawan berkembang,” ujarnya.
Souza mengakui situasi semakin sulit setelah timnya harus bermain dengan 10 pemain di babak kedua akibat kartu merah. Kondisi tersebut memaksa perubahan strategi menjadi lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik.
“Dengan satu pemain lebih sedikit, pertandingan jadi sangat berbeda. Kita berusaha bertahan dan cari peluang dari transisi,” jelasnya.
Ia juga menyinggung momen kartu merah yang dinilai tidak seharusnya terjadi, karena sangat memengaruhi jalannya pertandingan.
Kemenangan ini membawa Bhayangkara naik ke peringkat lima klasemen sementara, sekaligus mempertegas status mereka sebagai salah satu tim paling konsisten dalam beberapa pekan terakhir.

















