Pemain Bhayangkara FC melakukan protes kepada wasit saat melawan Persik Kediri. (Instagram/@persikofficial).
Laga antara kedua tim berjalan panas sejak peluit awal dibunyikan wasit Yudi Nurcahya. Kedua tim langsung tampil terbuka dengan jual beli serangan hingga tempo pertandingan berlangsung tinggi sejak menit pertama.
Petaka bagi tuan rumah datang saat pertandingan baru memasuki enam menit. Bhayangkara FC sukses membuka keunggulan lewat situasi bola mati pada menit ke-6. Slavko Damjanovic sukses mencatatkan nama di papan skor usai memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper Leo Navacchio, yang disambarnya dengan sundulan tajam.
Tertinggal 0-1, Persik mencoba bangkit. Anak asuh Marcos Reina mulai meningkatkan intensitas serangan. Peluang emas hadir di menit ke-25 melalui tandukan Hamra Hehanusa yang menerima umpan sepak pojok dari Ezra Walian, namun masih mampu digagalkan kiper Bhayangkara FC.
Tiga menit berselang, tekanan kembali dilancarkan tim tuan rumah. Kali ini, sang kapten melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tapi upaya tersebut masih bisa ditepis dengan gemilang oleh Aqil Savik.
Kerja keras Persik akhirnya berbuah manis di menit ke-33. Sepakan keras Kiko meluncur deras ke gawang Bhayangkara FC yang tak mampu dibendung kiper lawan. Alhasil, papan skor kembali imbang 1-1.
Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Lima menit berselang, Bhayangkara FC kembali memimpin lewat gol N. Sadiki. Gol itu menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1 bagi tim tamu.