Waspada! Jejak Harimau Ditemukan di Area Sawah Warga Pesisir Barat

- Jejak harimau ditemukan di persawahan Desa Batu Raja, Pesisir Barat
- Jejak harimau memiliki ukuran panjang 14 Cm dan lebar 12 Cm
- Petugas melakukan verifikasi, identifikasi, dan sosialisasi kepada masyarakat setempat
Pesisir Barat, IDN Times - Jejak harimau ditemukan masyarakat di area persawahan Desa Batu Raja, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat tepat di wilayah perbatasan Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Kasatgas Penanganan Konflik Satwa Liar di Lampung Barat-Pesir Barat, Letkol Rinto Wijaya membenarkan ihwal temuan tersebut. Peristiwa ini dilaporkan masyarakat pertama kali Rabu, 12 Februari 2025.
"Benar, informasi keberadaan jejak harimau di ladang padi ini pertama kali diterima tim WRU (Wildlife Response Unit) dari WCS-IP," ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (15/2/2025).
1. Ukuran tapak harimau panjang 14 Cm dan lebar 12 Cm

Berdasarkan informasi tersebut, Rinto mengungkapkan, petugas bersama tim WRU telah melakukan verifikasi dan identifikasi ihwal informasi penemuan jejak harimau di area persawahan masyarakat Desa Batu Raja.
Hasil verifikasi menunjukan, jejak harimau dimaksud memiliki ukuran panjang 14 Cm dan lebar 12 Cm, dan terletak di lokasi ladang padi mmasyarakat.
"Lokasi penemuan ini berjarak hanya sekitar 50 meteran dari perbatasan kawasan hutan konservasi TNBBS," ungkapnya.
2. Imbau masyarakat sekitar hati-hati dan waspada

Selain melakukan verifikasi, Rinto melanjutkan, petugas turut melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat ihwal keberadaan jejak harimau, agar dilakukan dan ditindaklanjuti langkah-langkah antisipasi.
Nasyarakat juga diimbau berhati-hati dan waspada untuk segera melapor saat menemukan kejadian yang berkaitan dengan keberadaan harimau.
"Kami minta masyarakat khusus di wilayah sekitar Kecamatan Pesisir Utara dapat meningkatkan kewaspadaan dan lebih berhati-hati," katanya.
3. Upaya konservasi dan mitigasi konflik

Rinto menambahkan, kegiatan verifikasi dan identifikasi ini merupakan bagian dari upaya konservasi dan mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah tersebut.
"Menjaga keseimbangan ekosistem serta melindungi harimau dari ancaman perburuan dan perusakan habitat sekaligus keselamatan masyarakat tugas kita bersama," imbuh dia.



















