Penuh Luka Cabikan, Kondisi Jasad Petani Kopi Lambar Dimangsa Harimau

- Zainudin (28) tewas dimangsa harimau di perkebunan Pekon Kegeringan, Lampung Barat.
- Korban dievakuasi dalam kondisi tak utuh, bukan penduduk asli, dan dibawa ke kampung halaman di Jawa Tengah.
- Camat Batu Brak mengimbau masyarakat waspada terhadap konflik dengan harimau dan meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di kebun.
Lampung Barat, IDN Times - Zainudin (28), jasad pria tewas akibat dimangsa harimau di area perkebunan Pekon (Desa) Kegeringan, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Camat Batu Brak, Ruspel Gultom mengatakan, korban Zainudin telah dievakuasi petugas Satgas Penanganan Konflik Satwa Liar bersama warga desa setempat. Namun, jasadnya sudah tidak utuh dan penuh luka cabikan.
"Saya terus terang gak berani lihatnya, tapi dari keterangan pihak puskesmas tubuh korban ini di bagian bawah sudah tak ada, dari pinggang ke bawah sudah tak ada lagi," ujarnya dikonfirmasi, Rabu (22/1/2025).
1. Jasad korban dibawa ke kampung halaman Jawa Tengah

Pascaproses evakuasi korban, Ruspel menyebutkan, jasad Zainudin langsung dibawa petugas Puskesmas Batu Brak. Kemudian segera diberangkat ke kampung halaman Purworejo, Jawa Tengah.
Pasalnya, korban dikatakan bukan penduduk asli desa setempat, melainkan perantau yang menggarap lahan perkebunan kopi di wilayah kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
"Keterangan warga kita, korban ini menggarap kebun kopi milik keluarganya. Kebun kopinya sudah ada lebih dari 20 tahun yang memang turun temurun dari keluarganya," ungkapnya.
2. Warga pernah liat tapak kaki harimau

Ruspel melanjutkan, peristiwa konflik antara harimau dengan warga di kecamatan setempat baru kali ini terjadi. Meski demikian, sejumlah petani memang pernah liat jejak tapak kaki harimau di area perkebunan sekitar lokasi kejadian.
Penampakan tapak kaki harimau ini terjadi beberapa bulan terakhir, namun sejak saat itu, hewan pemilik nama latin Panthera tigris sumatrae tersebut tak pernah menampakkan diri hingga akhirnya korban Zainudin ditemukan tewas mengenaskan.
"Ini merupakan musibah yang jelas-jelas tidak kita inginkan, tapi sebenarnya musibah ini bisa kita cegah dan kita hindari," ucapnya.
3. Minta masyarakat Kecamatan Batu Brak waspada

Seiring dengan insiden tersebut, Ruspel turut mengimbau masyarakat, khususnya di Kecamatan Batu Brak dapat lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Termasuk untuk menghindari aktivitas berkebun selama sementara waktu.
"Kami minta masyarakat waspada, kalaupun harus berkebun diusahakan tidak sendirian dan menghindari waktu sore menjelang malam hari," serunya.



















