Pemkot Bandar Lampung Siapkan Uji Coba Bus, Target Beroperasi 2027

- Pemkot Bandar Lampung menargetkan layanan bus umum terealisasi pada 2027 melalui usulan program Buy The Service Kementerian Perhubungan, menyusul koordinasi yang dilakukan sejak tahun lalu.
- Selain dukungan pemerintah pusat, Pemkot membuka kerja sama dengan pihak swasta untuk penyediaan armada bus guna mempercepat pengembangan transportasi umum yang aman dan nyaman.
- Rute perintis Itera menuju Jalan Ahmad Yani sudah beroperasi dengan tiga bus; armada akan ditambah sesuai kebutuhan, sementara trayek lama dipertahankan dan dievaluasi berkala.
Bandar Lampung, IDN Times – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terus mematangkan rencana kebangkitan transportasi publik melalui uji coba angkutan umum jenis bus.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, mengatakan upaya tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Eva Dwiana yang telah mengusulkan Kota Bandar Lampung masuk dalam program Buy The Service (BTS) Kementerian Perhubungan.
"Program ini kita proyeksi bakal menghadirkan layanan transportasi massal yang lebih nyaman sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi," katanya, Sabtu (1/8/2026).
1. Pemkot berharap masuk program BTS Kemenhub

Socrat menjelaskan, Wali Kota Eva Dwiana telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Direktorat Jenderal Perhubungan sejak tahun lalu agar Bandar Lampung menjadi salah satu daerah penerima program BTS.
Melalui program tersebut, pemerintah pusat memberikan dukungan terhadap operasional angkutan umum sehingga layanan transportasi publik dapat berjalan lebih optimal.
"Harapannya, melalui program BTS dari pemerintah pusat, operasional transportasi publik di Bandar Lampung bisa mendapat dukungan sehingga pelaksanaannya dapat mulai terealisasi pada tahun 2027," ujarnya.
2. Pemkot juga membuka peluang kerja sama dengan swasta

Selain mengandalkan dukungan pemerintah pusat, Pemkot Bandar Lampung juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak ketiga atau badan usaha swasta untuk penyediaan armada bus.
"Adanya keterlibatan swasta diharapkan dapat mempercepat pengembangan layanan transportasi umum sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan moda transportasi yang aman dan nyaman," jelas Socrat.
3. Rute awal sudah berjalan

Dishub mencatat rute perintis dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) menuju Jalan Ahmad Yani telah mulai beroperasi menggunakan tiga unit bus. Ke depan, jumlah armada akan ditambah menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, trayek angkutan umum yang selama ini ada tetap dipertahankan. Namun, evaluasi akan dilakukan secara berkala agar jalur pelayanan tetap sesuai dengan perkembangan wilayah dan kebutuhan penumpang.
"Kalau nanti ada rute yang sudah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan atau kebutuhan masyarakat, tentu akan kami evaluasi dan disesuaikan," kata Socrat.
Ia menambahkan, tarif angkutan nantinya akan mengikuti ketentuan yang berlaku. Sementara itu, fokus utama pemerintah saat ini adalah mengembalikan minat masyarakat menggunakan transportasi umum sebagai moda mobilitas sehari-hari.





















