6 Hari Pencarian, ABK Hilang di Laut Pesawaran Ditemukan Meninggal

- Radit Setiawan (18), ABK yang terjatuh dari kapal nelayan di perairan Pulau Kelagian, Pesawaran, ditemukan meninggal pada hari keenam pencarian, Jumat 31 Juli 2026.
- Korban ditemukan sekitar 10,35 kilometer dari lokasi kejadian, kemudian dievakuasi ke daratan dan diserahkan kepada keluarga.
- Operasi SAR resmi dihentikan setelah melibatkan berbagai unsur dan menghadapi kendala sinyal GSM serta minim petunjuk keberadaan korban.
Pesawaran, IDN Times - Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Radit Setiawan (18), anak buah kapal (ABK) dilaporkan terjatuh dari kapal nelayan di perairan sekitar Pulau Kelagian, Kabupaten Pesawaran. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari keenam pencarian.
Dantim Rescuer Basarnas Lampung, Santosa mengatakan, korban ditemukan, Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 14.05 WIB. Lokasi penemuan berada sekitar 10,35 kilometer dari titik lokasi kejadian (LKP).
"Ya, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 10,35 kilometer dari lokasi awal kejadian. Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga," katanya dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2026).
1. Operasi SAR resmi dihentikan

Setelah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi ke daratan, Santosa menyampaikan, kegiatan operasi SAR resmi berakhir dan seluruh personel terlibat dalam pencarian telah dikembalikan ke instansi masing-masing.
"Dengan telah ditemukannya korban, Operasi SAR dihentikan dan dinyatakan selesai serta seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing," ucapnya.
2. Tim SAR hadapi kendala selama pencarian

Selama enam hari pencarian, Tim SAR Gabungan menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah sinyal komunikasi GSM yang kurang stabil, serta minimnya petunjuk mengenai keberadaan korban.
Meski demikian, koordinasi antarunsur SAR tetap berjalan baik hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.
"Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga, serta terima kasih kepada semua unsur SAR maupun masyarakat yang terlibat dalam operasi pencarian ini," kata Santosa.
3. Apresiasi semua pihak

Operasi pencarian melibatkan Basarnas Lampung, KN SAR Basudewa, Lanal Lampung, Mabes Polairud, Direktorat Polairud Polda Lampung, Sat Polairud Polres Pesawaran, FRRL, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan berbagai peralatan pendukung, mulai dari rubber boat, perahu nelayan, Aqua Eye, Underwater Search Device (UWSD), perlengkapan selam, alat komunikasi, hingga peralatan pendukung lainnya.
"Basarnas Lampung juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan, nelayan, dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan," imbuh Santosa.



















