Warga Keluhkan Bau Menyengat dari Limbah Cair Dapur MBG di Lamsel

- Warga Desa Bumi Daya, Lampung Selatan, mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair dapur SPPG Yayasan Alfian Husin-01, terutama saat aktivitas berlangsung pada Senin-Jumat.
- Limbah disebut mengalir ke parit dekat permukiman selama sekitar satu tahun; air tampak hitam pekat, memicu kekhawatiran pencemaran sumber air dan dampak kesehatan warga.
- Kepala SPPG mengakui pernah ditegur Satgas MBG terkait IPAL dan telah mengajukan perbaikan kepada yayasan, tetapi belum ada tindak lanjut hingga kini.
Lampung Selatan, IDN Times - Warga Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan bau menyengat diduga berasal dari limbah cair dapur MBG pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Alfian Husin-01.
Salah satu warga setempat, Ali mengatakan, aroma bau menyengat terutama tercium jelas, terutama saat Senin hingga Jumat saat aktivitas dapur SPPG tersebut berlangsung.
"Masalah bau itu ketika hari Senin sampai Jumat, ketika IPAL dioperasikan. Habis selesai masak, mungkin dibuang ke selokan atau saluran air ini. Jadi sangat bau," ujarnya, Sabtu (5/9/2026).
1. Bau menyengat muncul saat dapur SPPG beraktivitas

Penampakan diduga limbah cair dari aktivitas dapur MBG pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Alfian Husin-01. (IDN Times/Istimewa). Ali melanjutkan, keluhan mengenai bau tersebut tidak hanya dirasakan warga, tetapi juga orang yang melintas di sekitar lokasi. Ia mencontohkan, sejumlah siswa SMP sempat berbelanja di sekitar lokasi dan mempertanyakan aroma menyengat dari saluran air tersebut.
"Pernah ada anak-anak SMP belanja di sini. Mereka bilang, 'Mas, kok ini bau apa ya? Bau sangat menyengat'," ujarnya.
Menurutnya, limbah cair itu disebut dialirkan ke parit berada di sekitar permukiman warga. "Kurang lebih kondisi seperti ini sudah sekitar satu tahun terakhir," sambung dia.
2. Khawatir cemari sumber air warga

Penampakan dapur MBG pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Alfian Husin-01. (IDN Times/Istimewa). Kondisi tersebut tak menimbulkan aroma tak sedap, sebab, air mengalir di parit juga tampak berwarna hitam pekat, sehingga warga khawatir itu dapat mencemari sumber air dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat sekitar.
Oleh karenanya, warga berharap persoalan tersebut dapat segera ditangani karena pengelolaan limbah menjadi salah satu bagian penting dalam operasional dapur SPPG.
"Harus ada solusi jangan sampai aktivitas dapur justru berdampak negatif ke kehidupan warga," kata Ali.
3. Kepala SPPG akui pernah mendapat teguran soal IPAL

Penampakan dapur MBG pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Alfian Husin-01. (IDN Times/Istimewa). Kepala SPPG Yayasan Alfian Husin-01 Bumi Daya, Fajar Widi Atmoko mengakui pihaknya pernah mendapat teguran dari Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait pengelolaan limbah. Persoalan itu disebut telah dilaporkan kepada pihak yayasan.
Namun, hingga kini belum ada penanganan tindak lanjut untuk memperbaiki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) pada dapur program makan bergizi gratis (MBG).
"Kalau dari kami observasi, kami sudah berusaha mengajukan perbaikan IPAL ini ke yayasan, tetapi sampai saat ini masih belum ada tindak lanjutnya. Saya juga belum tahu kenapa belum ada tindak lanjutnya," imbuhnya.


















