Cerita Desa Helau di Lamsel, Dulu Pembuangan Sampah Kini Taman Warga

- Warga Dusun Kenyayan Bawah, Desa Bakauheni, mengubah lokasi pembuangan sampah menjadi taman melalui inisiatif dan gotong royong, mendapat apresiasi Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.
- Taman kini menjadi ruang Malam Kamisan untuk berkumpul dan bertukar gagasan. Warga merasakan lingkungan lebih baik, sementara pemerintah meminta penambahan penerangan melalui koordinasi dengan PLN.
- Egi mengajak warga mengenali potensi diri serta bangga menjaga dan mengembangkan Lampung Selatan. Semangat Dusun Kenyayan diharapkan meluas lewat gerakan Desa HELAU.
Lampung Selatan, IDN Times - Semangat Desa Helau tumbuh dari perubahan sederhana di Dusun Kenyayan Bawah, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan. Lokasi yang awalnya tempat pembuangan sampah kini menjadi taman sekaligus ruang untuk tempat berkumpul warga .
Perubahan ini lahir dari inisiatif dan gotong royong masyarakat hingga mendapat apresiasi Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama. Menurut Egi, kondisi itu menunjukkan perubahan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ide sederhana yang dilakukan secara konsisten dan dikerjakan bersama bisa memberikan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.
"Hari ini saya dengar ini pertemuan Malam Kamisan yang keenam. Ini transformatif sekali. Tempatnya bagus, inisiasi ide-idenya keren, gotong royong," ujar Egi.
1. Tempat berinteraksi dan bertukar gagasan

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi (tengah) saat mengunjungi Desa Helau di Kecamatan Bakauheni l(IDN Times/Istimewa) Kini, taman tersebut menjadi lokasi kegiatan Malam Kamisan. Warga tidak hanya berkumpul, tetapi punya ruang untuk berinteraksi dan bertukar gagasan. Menurut Egi, kegiatan tersebut menjadi gambaran semangat desa bisa tumbuh dari masyarakat sendiri.
Egi menilai perubahan dari tempat pembuangan sampah menjadi taman merupakan contoh nyata kepedulian warga mampu mengubah wajah lingkungan sekaligus menciptakan ruang baru untuk kebersamaan.
2. Warga merasakan lingkungan yang lebih baik

Tempat sampah disulap jadi taman warga di Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan (IDN Times/Istimewa) Ia berinteraksi dengan warga untuk mengetahui perubahan yang dirasakan. Masyarakat menyambut antusias dan menyampaikan bahwa kondisi lingkungan sekarang jauh lebih.
“Jadi terasa ya sekarang, dari kita untuk kita. Hasil gotong royong ini. Karena ketika perubahan berasal dari masyarakat, rasa memiliki terhadap hasil pembangunan juga menjadi lebih kuat," ucapnya.
Untuk mendukung pemanfaatannya, Egi meminta Camat Bakauheni membantu melengkapi fasilitas terutama penerangan. Ia meminta koordinasi dilakukan bersama PLN agar ruang tersebut bisa dimanfaatkan lebih optimal, termasuk saat warga menggelar kegiatan pada malam hari.
3. Ajak warga bangga dengan potensi Lampung Selatan

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama (dok. Diskominfo Lamsel) Egi juga mengajak masyarakat untuk melihat potensi dalam diri masing-masing. Menurutnya, setiap orang perlu mengetahui kelebihan yang bisa menjadi daya ungkit bagi kemajuan diri maupun lingkungan. Semangat itu juga perlu diarahkan untuk membangun rasa bangga dan memiliki terhadap Lampung Selatan. Daerah dengan potensi alam, budaya, dan kekayaan besar itu, katanya, membutuhkan masyarakat yang tidak hanya tinggal di dalamnya, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga dan mengembangkannya.
"Lampung Selatan diciptakan saat Tuhan tersenyum. Lampung Selatan ini indah, Lampung Selatan ini banyak kekayaan," katanya.
Egi berharap semangat di Dusun Kenyayan dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas melalui Desa HELAU. Ia ingin masyarakat memiliki kebanggaan terhadap dirinya sendiri sekaligus terhadap wilayahnya, sehingga tercipta kekuatan bersama dalam membangun Lampung Selatan.
“Saya ingin masyarakat saya menjadi dirinya sendiri, bangga terhadap dirinya sendiri, bangga terhadap wilayahnya sendiri, sehingga kita akan semakin kompak, kita akan semakin solid. Maka akan tercipta gerakan bersama nanti,” tuturnya.


















