Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Viral Video Letusan Besar Gunung Anak Krakatau, Petugas Pastikan Hoaks
Tangkap layar erupsi gunung berapi disebut Gunung Anak Krakatau, Lampung. (IDN Times/Istimewa).
  • Sebuah video viral memperlihatkan letusan besar Gunung Anak Krakatau dengan semburan lava dan asap hitam, direkam dari atas kapal di tengah laut pada malam hari.
  • Petugas pemantau menegaskan video tersebut hoaks karena tidak sesuai kondisi terkini; erupsi terakhir tercatat pada Jumat, 3 Juli 2026 pukul 15.00 WIB tanpa aktivitas lanjutan.
  • Status Gunung Anak Krakatau masih Level III atau Siaga, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak mendekati radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times - Rekaman video memperlihatkan letusan besar Gunung Anak Krakatau (GAK) disertai semburan lava dan kepulan asap hitam membumbung tinggi pada malam hari viral di berbagai platform media sosial (Medsos).

Dari rekaman diterima IDN Times, video memperlihatkan pemandangan dari atas kapal atau perahu sedang berlayar di tengah laut pada malam hari. Di kejauhan, tampak sebuah gunung berapi sedang mengalami erupsi aktif.

Di beberapa momen, gunung berapi disebut GAK tersebut mengeluarkan kilatan cahaya kemerahan dari lava, kepulan asap tebal, serta sesekali memicu kilatan petir vulkanik yang menerangi langit malam menjadi warna keunguan.

1. Beberapa orang terekam abadikan momen

Tangkap layar erupsi gunung berapi disebut Gunung Anak Krakatau, Lampung. (IDN Times/Istimewa).

Masih dalam rekaman berdurasi 10 detik tersebut, terlihat beberapa orang yang sedang memegang ponsel untuk merekam atau mengambil foto momen erupsi tersebut. Sebuah lampu sorot terang juga terpasang di pagar kapal, untuk menerangi area sekitar dek

Di tengah kondisi tersebut, lautan tampak relatif tenang dengan riak gelombang kecil yang dicerminkan dari cahaya lampu dan erupsi di kejauhan. Langit malam di lokasi juga terlihat gelap dan bertabur bintang.

2. Petugas tegaskan video tidak sesuai kondisi terkini

Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Kamis (2/7/2026). (Dok. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi)..

Terkait video beredar, Pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi mengatakan, rekaman beredar merupakan informasi menyesatkan karena tidak sesuai dengan aktivitas vulkanik terbaru.

"Video yang beredar itu hoaks atau bukan menggambarkan kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini. Aktivitas erupsi yang terjadi sekarang tidak seperti yang terlihat dalam video tersebut," ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, erupsi terakhir terjadi, Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB dan hingga kini belum kembali teramati adanya aktivitas erupsi. "Pada Jumat kemarin hanya tercatat satu kali erupsi sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu hingga hari ini belum ada lagi erupsi yang teramati," lanjut dia.

3. Masyarakat diminta tetap waspada dan tidak memasuki radius 3 kilometer

Potret aktivitas di Gunung Anak Krakatau. (Dok. PVMBG)

Meski aktivitas erupsi belum kembali terpantau, Andi menegaskan, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Oleh karena itu, seluruh masyarakat tetap harus waspada.

"Status Gunung Anak Krakatau masih Level III atau Siaga. Kami mengimbau masyarakat, nelayan maupun wisatawan agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung," tegasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article