Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi ekonomi (pexels.com/crazy motions)
ilustrasi ekonomi (pexels.com/crazy motions)

Intinya sih...

  • Ekonomi Lampung tumbuh 5,28 persen sepanjang 2025, masuk tiga besar Sumatera

  • Struktur ekonomi masih ditopang sektor tradisional, dengan pertumbuhan positif pada sebagian besar lapangan usaha

  • Akomodasi hingga industri pengolahan menjadi motor pertumbuhan, sementara ekspor menguat dan Lampung peringkat tiga ekonomi Sumatera

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Perekonomian Provinsi Lampung menunjukkan performa impresif sepanjang 2025. Di tengah tantangan ekonomi global dan domestik, Lampung justru mampu mencatatkan pertumbuhan solid dan berkelanjutan.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menempatkan Lampung sebagai salah satu daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera.

Berdasarkan rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang disampaikan, Kamis (5/2/2026), ekonomi Lampung sepanjang 2025 tumbuh sebesar 5,28 persen secara year-on-year (c-to-c). Angka ini meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun 2024 yang hanya tumbuh 4,57 persen, sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera tercatat 4,81 persen.

1. Struktur ekonomi Lampung masih ditopang sektor tradisional

Ilustrasi ekonomi yang baik (unsplash/towfiqu barbhuiya)

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menjelaskan, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung tahun 2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp523.846,54 miliar, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 tercatat Rp296.420,65 miliar. Dari sisi produksi, hampir seluruh lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun.

Meski begitu, Ahmadriswan menyebut, struktur ekonomi Lampung masih bertumpu pada sektor-sektor utama. Empat sektor menjadi penyumbang terbesar PDRB dengan total kontribusi 69,67 persen, yakni Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 26,90 persen, Industri Pengolahan sebesar 19,11 persen, Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 14,36 persen, serta Konstruksi sebesar 9,30 persen.

"Namun, tidak semua lapangan usaha bergerak positif. BPS mencatat adanya kontraksi pada Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 3,05 persen serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,17 persen sepanjang 2025," jelasnya, Jumat (6/2/2026)

2. Akomodasi hingga industri pengolahan jadi motor pertumbuhan

ilustrasi ekonomi (Freepik.com)

Menurut Ahmadriswan, dari sisi pertumbuhan sektoral, penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan laju pertumbuhan tercepat, mencapai 7,83 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya aktivitas konsumsi dan pariwisata di Lampung sepanjang 2025.

Selain itu, sektor Jasa Lainnya tumbuh 7,38 persen, Transportasi dan Pergudangan sebesar 7,32 persen, serta Industri Pengolahan mencatat pertumbuhan 6,32 persen. Sementara itu, pada triwulan IV-2025, ekonomi Lampung secara tahunan tumbuh 5,54 persen (y-on-y), menguat dibandingkan triwulan sebelumnya tumbuh 5,04 persen.

Pada periode tersebut, sektor Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan tertinggi dengan lonjakan 16,46 persen. Meski demikian, secara quarter-to-quarter (q-to-q), ekonomi Lampung mengalami kontraksi 3,05 persen dinilai sebagai fenomena musiman.

“Kontraksi pada triwulan keempat ini merupakan fenomena musiman yang wajar, mengingat sektor pertanian sebagai penopang utama mengalami penurunan produksi hingga 17,14 persen pasca masa panen raya di triwulan sebelumnya,” jelas Ahmadriswan.

3. Ekspor menguat, Lampung peringkat tiga ekonomi Sumatra

ilustrasi ekonomi (pexels.com/@tomfisk)

Lebih lanjut Ahmadriswan menjelaskan, dari sisi pengeluaran, hampir seluruh komponen mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2025. Ekspor Barang dan Jasa menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, mencapai 7,20 persen, disusul Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,28 persen.

Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tetap menjadi penopang utama ekonomi dengan kontribusi 62,61 persen dan tumbuh stabil 4,94 persen. Sebaliknya, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) menjadi satu-satunya komponen mengalami kontraksi tipis sebesar 0,13 persen sepanjang tahun 2025.

Menurutnya, capaian ini semakin mengukuhkan posisi Lampung di tingkat regional. Sepanjang 2025, Lampung menyumbang 9,98 persen terhadap total PDRB Sumatra dan menempati posisi ketiga provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatra, berada di bawah Kepulauan Riau (6,94 persen) dan Sumatra Selatan (5,35 persen). Bahkan, pertumbuhan ekonomi Lampung tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata ekonomi Pulau Sumatra.

Editorial Team