Tanggamus, IDN Times – Seorang pendaki asal Kota Bandar Lampung sempat dilaporkan tersesat saat mendaki Gunung Tanggang, Dusun Pematang Kuyung, Pekon Negeri Kelumbayan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.
Tolak Pakai Pemandu Lokal, Pendaki Gunung di Tanggamus Sempat Tersesat

- Tujuh pendaki asal Bandar Lampung mendaki Gunung Tanggang tanpa pemandu lokal meski sudah disarankan warga setempat.
- Salah satu pendaki bernama Aris tersesat setelah tertinggal dari rombongan dan mencoba menyusul sendirian di jalur hutan.
- Aris berhasil ditemukan warga dalam kondisi selamat, sementara polisi mengingatkan pentingnya memakai pemandu demi keselamatan pendakian.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko membenarkan ihwal peristiwa tersebut. Insiden itu disebut terjadi saat tujuh pemuda asal Bandar Lampung mendaki Gunung Tanggang, Minggu (31/5/2026).
"Benar, pendaki yang tersesat sudah ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat. Selanjutnya yang bersangkutan dibawa kembali ke rumah warga, untuk beristirahat bersama rombongannya" ujarnya, Selasa (2/6/2026).
1. Rombongan sempat disarankan menggunakan pemandu lokal

Dari hasil pemeriksaan, Rahmad menjelaskan, tujuh pemuda tersebut tiba di kediaman Waras, warga Dusun Pematang Kuyung sekitar pukul 13.30 WIB dengan tujuan mendaki Gunung Tanggang.
Ketujuh pendaki tersebut masing-masing bernama Daus (20), Ilham (21), Fadhil (20), Firmansyah (22), Adnan (19), Alfeth (21), dan A. Aris Pratama Anwar (21).
"Jadi sebelum mulai pendakian, rombongan ini sempat disarankan pakai jasa pemandu lokal. Tapi saran ini tidak diindahkan dan memilih melanjutkan perjalanan tanpa pendamping," ucapnya.
2. Tersesat saat berusaha menyusul rekan-rekannya

Dalam perjalanan menuju puncak, Rahmad melanjutkan, korban Aris mengalami kelelahan saat tiba di Pos 1 dan memutuskan beristirahat. Sementara enam rekannya tetap melanjutkan pendakian.
Selang beberapa waktu, Aris mencoba menyusul rombongan seorang diri. Namun karena tertinggal cukup jauh dan tidak mengetahui jalur yang dilalui teman-temannya, ia kehilangan arah dan tersesat di kawasan hutan sekitar Gunung Tanggang.
"Baru sekitar pukul 17.00 WIB, enam pendaki lainnya memutuskan turun gunung. Saat kembali ke Pos 1, mereka tidak menemukan Aris dan mengira rekannya tersebut telah lebih dulu turun ke permukiman warga," katanya.
3. Ditemukan selamat setelah dicari warga

Setibanya di kaki gunung, rombongan baru menyadari Aris belum kembali. Mengetahui hal itu, saksi warga lokal Waras bersama empat warga lainnya langsung melakukan pencarian ke kawasan Gunung Tanggang.
Pascamenyisir area hutan selama beberapa jam, korban Aris akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat sekitar pukul 21.20 WIB.
"Alhamdulillah, seluruh pendaki kemudian berkumpul kembali dan menginap di rumah Waras sebelum kembali ke Bandar Lampung pada Senin kemarin," sebut Kapolres.
4. Polisi ingatkan pentingnya keselamatan saat mendaki

Kapolsek Limau, Iptu Fridy Romadhana Panca Rizky turut mengingatkan, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi para pendaki untuk selalu mengutamakan keselamatan, terutama saat mendaki di jalur yang belum dikenal.
Menurutnya, penggunaan pemandu lokal sangat penting untuk meminimalkan risiko tersesat maupun kejadian yang tidak diinginkan selama pendakian.
"Ke depan, aktivitas pendakian di Gunung Tanggang perlu diatur lebih ketat dan sebaiknya setiap kelompok pendaki didampingi pemandu untuk mengantisipasi kejadian serupa," imbuh Kapolsek.



















